Saving, Investing or Surviving

Meskipun banyak pihak bilang cash is the king tetap harus dibarengi dengan cashflow is the queen. Jadi para investor harus lebih berjaga-jaga.

0
208
Saving, Investing, or Surviving
EleVee Penthouses & Residences by Alam Sutera./ Istimewa

Propertyandthecity.com, Jakarta – Pandemi Covid-19 telah membatasi pergerakan dan aktivitas orang di luar rumah. Untuk inilah, pengembang properti Alam Sutera melalui salah satu proyek terbarunya, Elevee menghadirkan talkshow We-Talk.

We-Talk adalah sebuah program online terbaru dari EleVee Penthouses & Residences by Alam Sutera yang membahas beragam topik mulai dari bisnis, kesehatan, hingga hobi di setiap minggunya.

Baca: Endang Wasiati Wierono: Agen Saya Bisa Closing Hampir Rp3,5 Miliar

Seminar atau talkshow online ini dilakukan melalui situs web atau aplikasi berbasis internet. We-Talk menghadirkan pembicara untuk membagikan materi melalui media elektronik maupun internet.

We-Talk episode perdana telah dilangsungkan Kamis (7/5/2020) lalu, dengan tema, “Saving, Investing and Surviving”.

Tema ini dihadirkan guna mengedukasi konsumen dan calon konsumen mengenai saving, investing dan surviving sebelum memutuskan untuk membeli atau berinvestasi di bidang properti. Lebih dari itu, timing seperti apa yang tepat ketika memutuskan untuk beli properti.

Webinar perdana ini ternyata mendapat respon luar biasa dari konsumen dan calon konsumen. Ini terbukti dengan banyaknya peserta yang mendaftar dan masuknya pertanyaan kepada para panelis selama webinar tersebut.

Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch yang juga hadir sebagai pembicara menjelaskan banyak hal, salah satunya mengenai pengertian saving. Kata dia, saving seharusnya dilakukan saat ekonomi bagus dan tren naik. Saat itu lah sebagian keuntungan dapat ditabung dan sebagian diinvestasikan.

Baca: Kiat Closing Properti di Masa Pandemi Covid-19

Sebaliknya dalam kondisi saat ini atau bahkan krisis, menurut Ali, akan sulit untuk melakukan saving. Bahkan, hasil dari saving digunakan untuk menjaga cashflow saat krisis untuk tetap dapat bertahan (surviving). Setelah semua aman maka investing dapat dilakukan. Karena dalam kondisi saat ini banyak pengembang yang mengeluarkan penawaran menarik yang mungkin tidak akan pernah ada lagi.

“Jadi meskipun banyak pihak bilang cash is the king tetap harus dibarengi dengan cashflow is the queen. Jadi para investor harus lebih berjaga-jaga. Tidak hanya punya uang tapi harus memerhitungkan cashflow ke depan sebelum investasi properti saat ini,” jelas Ali.

Baca: Penjualan Online CitraGarden Puri Raup Rp55 Miliar dalam 1 Hari

Sejalan dengan Ali, Heintje Mogi, Mortgage Business and Indirect Auto Group Head, CIMB Niaga melihat daya beli masih cukup besar saat ini terlihat dari dana pihak ketiga di bank senilai Rp 5.999 triliun di akhir 2019. Meskipun daya beli relatif tergerus tapi dengan kondisi pasar properti saat ini boleh jadi menjadi peluang bagi investor di segmen menengah atas untuk jeli berinvestasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here