Rumah Bekas Termurah di Jakarta, Ada di Sini

0
384

Semurah-murahnya rumah di Jakarta, tetap saja sekitar Rp500 jutaan. Itupun di pinggiran Jakarta. Foto kawasan permukikan di Ibukota dari pantauan udara. / dok. Pius Klobor

 

Meski dibilang “termurah”, namun setidaknya Anda harus memiliki dana segar sekitar Rp500-an juta untuk bisa memiliki rumah bekas di atas tanah 60 m2.

Mencari rumah murah di kawasan Jakarta ini bisa dibilang susah-susah gampang. Sempitnya lahan serta membludaknya peminat membuat harga rumah kian terkerek naik tak terkendali.

Lantas di manakah di Jakarta ini kawasan yang menjual rumah bekas termurah?

Berdasarkan data dari properti global Lamudi, harga jual rumah bekas termurah di Jakarta saat ini berada di kawasan Rorotan, Jakarta Utara dengan harga rata-rata Rp 7.600.000 per meter persegi. Ini berarti untuk mendapatkan hunian bekas di atas tanah seluas 60 meter persegi, maka harus menyiapkan dana sekitar Rp456 juta.

Baca Juga: Mayoritas Pencari Properti di Bandung Incar Rumah Rp500 Jutaan

Demikian halnya di daerah Kalisari, Jakarta Timur dengan rata-rata harga Rp 8.500.000 per meter persegi, dan di Ciracas, Jakarta Timur dengan rata-rata harga Rp 8.800.000 per meter persegi. Setidaknya Anda harus memiliki modal di atas Rp 500-an juta untuk bisa mendapatkan hunian tersebut.

Meski demikian, harga ini terbilang cukup murah jika dibandingkan daerah lainnya di Jakarta. Di Kemang, Jakarta Selatan, misalnya, dimana harga rumah bekasnya sudah mencapai Rp 42 juta per meter perseginya.

Berdasarkan survei Lamudi juga menyebutkan mayoritas pencari properti di Jakarta saat ini juga lebih tertarik untuk membeli rumah jika dibandingkan dengan jenis properti lainnya.

Baca Juga: Ini Lima Kota yang Paling Diincar Pencari Properti

Sementara menurut Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia, daerah Jakarta yang paling populer dicari oleh pencari rumah adalah di Bintaro, Jakarta Selatan kemudian Tebet, Jakarta Selatan dan Cibubur, Jakarta Timur.

“Mayoritas pencari properti di Lamudi masih didominasi oleh pria dengan presentase sebesar 51,8 persen,” ujar Mart.

Mart juga mengatakan mayoritas pencari properti di Lamudi adalah di usia produktif yakni 25 hingga 34 tahun yang mencapai 41,97 persen. Kemudian disusul oleh kelompok umur 18 hingga 24 tahun mencapai 21,90 persen, umur 35 sampai 44 tahun mencapai 18,34 persen, umur 45 hingga 54 tahun 9,59 persen, umur 55 hingga 64 tahun mencapai 6,40 persen dan kelompok umur di atas 65 tahun mencapai 1,79 persen. [Pio]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here