Resmikan Stasiun Metland Telaga Murni, Menhub Apresiasi Pengembang

0
115
stasiun metland telaga murni
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meresmikan Stasiun Metland Telaga Murni di Desa Telaga Murni, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/8/2019)./ Foto: Pius Klobor

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meresmikan Stasiun Metland Telaga Murni di Desa Telaga Murni, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/8 /2019). Menhub datang ke lokasi acara dengan menumpangi commuter line dari Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Budi Karya mengapresiasi pihak swasta yang ikut berpartisipasi dalam mendorong peningkatan penggunaan angkutan massal.

Baca: Vasanta Gandeng Mitsubishi Garap Kota Bernuansa Jepang di Cikarang

“Ini merupakan suatu layanan yang baik bagi masyarakat, khususnya di Bekasi. Dan ini juga menjadi model dimana pemda juga berpartisipasi bersama swasta untuk sama-sama melayani,” ujar Menhub dalam kesempatan tersebut.

Tidak hanya itu, menurut Menhub, kerjasama pemerintah dan swasta tersebut juga menjadi contoh untuk kemudian dapat dilakukan di wilayah-wilayah lainnya.

“Ini menjadi suatu success story dan role model bagi semua swasta untuk dapat melaksanakan seperti ini,” tegas Budi Karya.

Presiden Joko Widodo, sebut Budi Karya menghendaki agar kawasan perkotaan dilayani secara maksimal oleh angkutan massal. Mulai dari kereta listrik, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), juga Bus Rapid Transit (BRT).

“Apa yang ada saat ini adalah satu contoh bagi kita untuk di tempat yang lain bahwa swasta tidak terbatas hanya membangun stasiun, tetapi banyak kegiatan-kegiatan yang bisa dikolaborasikan. Dengan begitu, pembangunan bisa berjalan lebih cepat dan massif, baik di Jakarta dan sekitarnya, maupun di daerah,” terang Budi Karya.

Untuk ini, lanjutnya, pemerintah mengundang swasta untuk ikut berperan sama-sama membangun fasilitas transportasi.

Kata Budi, peran swasta seperti yang telah dilakukan oleh Metropolitan Land (Metland) juga akan berdampak positif pada bisnis propertinya.

“Kawasannya yang lebih dari 400 hektar ini tentunya akan semakin tumbuh. Juga TOD, mereka akan mendapatkan keuntungan dari situ. Jadi mereka tidak hanya berperan serta tetapi juga mendapatkan keuntungan atas kegiatan mereka tersebut,” ungkap Budi.

Selepas di Stasiun Metland Telaga Murni, stasiun KRL berikutnya yang akan dibangun dan diresmikan adalah di kawasan Citra Maja Raya.

Baca: Metland Lalui 2018 dengan Hasil Menggembirakan

“Setelah ini, kita akan ada di sekitar Maja. Tetapi juga di stasiun-stasiun lama. Kita akan bekerjasama dengan swasta untuk membangun TOD-TOD,” pungkas Menhub.

Mulai Bangun Sejak 2014

Pembangunan Stasiun Telaga Murni merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama antara Direktorat Jenderal Perkretaapian dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan PT Fajarputera Dinasti – pengembang Metland Cibitung, anak usaha Metland – pada 2014 dan dilanjutkan dengan proses pembangunan pada 2015-2018.

Stasiun yang terletak di antara Stasiun Cibitung dan Cikarang tersebut dibangun di lahan seluas 2.051 m2 dengan luas bangunan 2.630 m2. Stasiun memiliki fasilitas peron 260 m untuk melayani 12 rangkaian kereta.

stasiun metland telaga murni
Stasiun Metland Telaga Murni dibangun dengan ongkos konstruksi sebesar Rp51,58 miliar dan kini dihibahkan ke PT Kereta Commuter Indonesia./ Foto: Pius Klobor

Stasiun ini juga dibangun sesuai dengan spesifikasi teknis sehingga memenuhi standar pelayanan minimum stasiun perkotaan, berupa fasilitas seperti ticketing gate, CCTV, serta petunjuk informasi kereta dan petunjuk jalur bagi penumpang.

“Seluruh prasarana dan SDM operator telah melalui uji kelayakan, safety assessment dan sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan untuk menjamin kelancaran dan keselamatan pengoperasiannya,” kata Direktur Jenderal Perkretaapian, Zulfikri.

Adapun Stasiun KA Metland Telaga Murni ini telah dilakukan uji coba pengoperasian sejak 18 Mei 2019. Dari uji coba tersebut, lanjut Zulfikri, telah dilakukan evaluasi secara keseluruhan dan hingga saat ini, Stasiun Telaga Murni dinyatakan layak operasi.

Baca: MRT JAKARTA KINI SEJAJAR DENGAN KOTA-KOTA DI DUNIA

“Selama masa uji coba tersebut, jumlah penumpang yang naik-turun di stasiun ini pada Mei tercatat sebanyak 30.648 penumpang, Juni meningkat menjadi 44.223 penumpang dan pada bulan Juli meningkat kembali menjadi 53.550 penumpang,” jelas Zulfikri.

Hibah Rp51 Miliar

Stasiun Metland Telaga Murni berada dalam kawasan komersial (Central Business District/CBD) Metland Cibitung, yakni Metland Milenia City (MMC) seluas 23 hektar.

Rencananya dalam kawasan tersebut akan dibangun antara lain Waterland, Shoping Centre dan Amusement Park. Juga fasilitas kawasan seperti Damkar, Kepolisian Sub Sektor (Polsubsektor), rumah sakit dan sekolah. Bahkan sebuah terminal juga akan dibangun di samping stasiun tersebut.

Adapun stasiun ini murni dibangun sedari awal oleh pengembang yang kemudian diserahterimakan kepada Ditjen Perkretaapian dengan total aset sebesar Rp51,58 miliar.

“Ini merupakan pertama kali swasta berperan langsung dalam pembangunan fasilitas transportasi massal dan dihibahkan kepada pemerintah melalui PT Kereta Commuter Indonesia,” tutup Zulfikri.

Bisnis Tumbuh

Di tempat yang sama, Thomas Johannes Angfendy, Direktur Utama Metropolitan Land mengakui jika adanya stasiun dalam kawasan proyeknya berdampak langsung pada perluasan pasar perumahan Metland Cibitung.

“Sampai sekarang proyek Cibitung ini masih on track sesuai budget. Dengan ini saya rasa bisa tumbuh di atas 10 persen,” kata Thomas.

Soal harga, Thomas tak menampik bakal adanya pergerakan kenaikan harga, namun demikian, saat ini belum bisa dipastikan besarannya.

“Kalau harga tergantung pasar. Kalau pasar tidak bisa menerima harga tersebut, percuma kamu naikkan,” tegasnya.

Baca: Perumnas Luncurkan Tower Galioleo di Mahata Margonda

Usai stasiun, pengembang Metland Cibitung juga segera merampungkan fasilitas Waterland, kemudian tahun depan membangun Metland School, juga terminal di samping stasiun.

Saat ini Metland Cibitung dihuni lebih dari 3.000 kepala keluarga. Sementara harga hunian telah berkisar di atas Rp400 juta. Sedangkan harga tanah kavling komersial berkisar Rp10 juta/m2.

“Tapi tergantung, mau bangunnya kapan. Kalau bangun besok, saya kasih diskon besar. Kalau masih disimpan, tentu harga normal,” ucap Thomas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here