Punya Rumah di Usia Muda, Mengapa Tidak?

0
199
The Parc Apartment
The Parc, hunian vertikal pertama seluas 1,5 hektar dalam area superblok 5,5 hektar dalam kawasan Kota Mandiri SouthCity seluas 55 hektar./ dok. SouthCity

Impian untuk memiliki rumah di usia muda kini bisa terwujud. Apalagi, beberapa pengembang dan bahkan bank-bank penyedia KPR tengah gencar memberikan program khusus bagi generasi milenial untuk memiliki rumah.

Baca: Investasi 1 Triliun, SouthCity Kembangkan Hunian Coliving Pertama di Indonesia

Data Bank Indonesia menyebutkan bahwa di tahun 2018, terdapat peningkatan jumlah debitur usia 26 hingga 35 tahun yang mendominasi pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pertumbuhan debitur usia 26 hingga 35 tahun ini utamanya terjadi di pangsa rumah tapak tipe 22 hingga 70 meter persegi rumah susun tipe 22 hingga 70 meter persegi, serta rumah susun tipe 21 kebawah. Jika dirinci, pangsa usia 26 hingga 35 tahun untuk rumah tapak tipe 22-70 meter persegi terus meningkat dari tahun 2014 hingga 2018.

Adapun jumlah persentase debitur rumah tipe 22-70 meter persegi untuk usia 26 hingga 35 tahun berada pada kisaran 35 hingga 50 persen dari total debitur KPR. Sementara untuk rumah susun atau flat tipe 22-70 meter persegi, di tahun 2018 debitur usia 26 hingga 35 tahun mulai mendominasi pasar. Persentase debitur usia tersebut dari keseluruhan debitur KPR berjumlah 35 persen.

Dari data tersebut bisa digambarkan bahwa pasar potensial bagi industri properti adalah kaum milenial. Sayangnya, tidak semua generasi milenial memiliki kesempatan untuk dapat mengajukan KPR untuk membeli rumah pertama mereka.

Kelompok debitur dalam kisaran usia 26-35 tahun hanya mewakili 40 persen dari total jumlah milenial di Indonesia. Ini berarti bahwa ada 60 persen milenium yang masih belum memiliki akses ke pinjaman perumahan.

Baca: GENERASI MILENIAL MULAI MELEK PROPERTI

Ada beberapa kendala yang dihadapi oleh generasi ini untuk memiliki hunian. Diantaranya adalah daya beli hunian yang terbilang rendah dan pendapatan yang relatif belum mencukupi. Hal ini terkait juga dengan gaya hidup kaum milenial yang lebih mengutamakan pengalaman hidup dibandingkan masa depan.

Solusi Untuk Milenial

Kawasan SouthCity
Kawasan SouthCity

Untuk meningkatkan jumlah kepemilikan rumah sekaligus memungkinkan generasi muda untuk menabung dan berinvestasi di masa depan, PT Setiawan Dwi Tunggal beri solusi. Pengembang Apartemen The Parc tersebut menyediakan program khusus bagi milenial, yaitu Nabung DP. Program ini disebut memungkinkan kaum milenial membayar uang muka selama periode 2-3 tahun.

Direktur SouthCity, Peony Tang menjelaskan, melalui program ini, milenial hanya perlu mencicil DP 20% sebesar sekitar Rp3,3 jutaan hingga 24 kali. Setelah itu dilanjutkan dengan mencicil KPA sebesar Rp3 juta per bulan, yang artinya dalam satu hari, para calon konsumen hanya perlu menyisakan Rp99.000 per hari.

Meski menawarkan dengan mempertimbangkan keterjangkauan harga dan cicilan, The Parc Apartment menjanjikan fasilitas yang setara hunian bintang lima. Menurut Peony, The Parc memberikan fasilitas bagi kaum milenial untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan penghuni lainnya, lewat fasilitas.

Salah satu fasilitas yang ditawarkan adalah coworking space dengan free Wi-Fi. Dengan demikian, kebutuhan kaum milenial suntuk berkolaborasi serta berinteraksi dengan para penghuni The Parc yang tidak hanya dalam bekerja tetapi juga berteman dapat terwujud.

Baca: Menaker Tinjau Pembangunan Apartemen Pekerja di Serpong

“Bahkan, kedepan, akan banyak event komunitas yang menarik serta inspiratif. Tidak hanya itu The Parc juga memiliki banyak fasilitas lain, seperti multi-function hall, clubhose, gym, 50 m olympic sized swimming pool, jogging track sepanjang 1 km, badminton court dan lain sebagainya,” ujar Peony melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (18/9/2019).

Mudah Dijangkau

The Parc Apartment

Selain fasilitas, The Parc juga menghadirkan akses transportasi yang sangat menunjang mobilitas penghuninya. Beberapa akses menuju kawasannya, antara lain melalui stasiun MRT Lebak Bulus dan Fatmawati, Trans Jakarta dengan rute SouthCity-Tanah Abang dan SouthCity-Kuningan, Jalan Tol Depok-Antasari melalui pintu Tol Andara dan Brigif. Kemudian Jalan Tol Cinere-Jagorawi melalui pintu Tol Cinere, dan Jalan Tol Cinere-Serpong melalui pintu Tol RE Martadinata.

Sementara itu, Asscoiate Director SouthCity, Stevie Faverius Jaya mengatakan, dengan populasi milenial yang mencapai 60% demografi Indonesia, menjadi peluang bagi pihaknya untuk memasarkan The Parc. Apalagi, The Parc juga menyediakan berbagai keringanan pembayaran yang memberi peluang bagi kaum milenial untuk memiliki hunian yang nyaman dengan fasilitas lengkap. Apalagi dengan kemudahan pembayaran yang diberikan, semakin memperbesar peluang The Parc untuk menyasar konsumen milenial.

The Parc, merupakan hunian vertikal pertama seluas 1,5 hektar dalam area superblok seluas 5,5 hektar. Proyek prestisius tersebut berada dalam area Kota Mandiri SouthCity seluas 55 hektar. Apartemen yang dikembangkan oleh PT. Setiawan Dwi Tunggal ini dihadirkan sebagai hunian coliving pertama di Indonesia.

Baca: Lebih Murah Beli Properti di PROJEK, Langsung ke Developer Lebih Mahal, Kok Bisa?

“Hal terpenting yang ditawarkan kepada pelanggan kami adalah living experience dengan area yang luas dan asri, serta didukung oleh kawasan superblok berfasilitas lengkap. Dan semua ini kami tawarkan dengan harga yang terjangkau bagi generasi milenial,” pungkas Stevie.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here