PROJEK, Aplikasi Properti B-to-B Pertama, Resmi Diluncurkan

0
193

Aplikasi mobile properti pertama di Indoensia, PROJEK resmi diluncurkan hari ini di Jakarta, Senin (14/3/2016). PROJEK diluncurkan untuk membantu pemasaran produk properti primary melalui online.

“Ini merupakan aplikasi pertama di Indonesia, solution provider untuk pemasaran produk properti primary,” ujar Chief Operating Officer PROJEK, Rony Wuisan saat acara peluncuran PROJEK.

PROJEK pertama kali diperkenalkan pada November 2015 lalu. Agung Podomoro Land (APL) melalui proyeknya Podomoro Golf View adalah proyek pertama yang bekerja sama dengan PROJEK. Selanjutnya, Sentul City melalui apartemen Saffron dan Grup Mintra 10 melalui salah satu proyeknya di Padang, Sumatera Barat. Sejak pre-launching pada akhir tahun lalu PROJEK telah berhasil mendapatkan kepercayaan menjadi official marketing apps untuk properti senilai Rp 1,4 triliun, dimana sekitar 40% sudah dalam proses booking oleh para agent properti. Kini PROJEK telah memiliki sebanyak lebih dari 3.800 member dan lebih dari 1.000 member tersebut adalah para agent properti.

“Jumlah ini terus bertambah setiap harinya, baik dari para developer, termasuk juga pihak bank, asuransi, arsitek, dan interior designer. Jadi ini aplikasi yang terbuka untuk siapa saja yang mau bergabung,” kata Rony.

Beberapa hal menarik akan ditemukan dalam aplikasi PROJEK, yakni platform informasi dan transaksi antara developer dan agent; berita-berita seputar properti dari media online; training atau seminar properti secara berkala; dan akan terhubung dengan jaringan properti yang lebih luas, baik dalam maupun luar negeri.  

Aplikasi ini telah tersedia dan sudah bisa diiunduh melalui Android maupun IOS. Menurut Chairman PROJEK, Andy K Natanel, aplikasi ini diluncurkan atas pertimbangan berbagai kendala pemasaran, baik oleh para developer maupun para agent properti.

“Banyak sekali para developer yang bingung mau menggunakan jasa broker yang mana untuk memasarkan produk-produk mereka, demikian halnya para broker. Di sinilah fungsi daripada aplikasi PROJEK yang menjadi jembatan dan menghubungkan para developer dengan broker. Kami bukan perusahaan agent properti, bukan juga developer. Kami adalah perusahaan IT yang menciptakan sebuah aplikasi yang kami sebut sebagai PROJEK,” terang Andy.

Keith Steven Muljadi, President Director (CEO) Sentul City mengapresiasi terobosan berbasis teknologi PROJEK ini. Steven mengaku sering kebingungan ketika harus memasarkan produknya, terutama ketika memilih agent yang tepat bagi sebuah produknya. Namun melalui aplikasi PROJEK, kini pemasarannya menjadi lebih mudah dan cepat.

“Kalau dahulu kita mau memasarkan sebuah proyek, maka kita akan memfotocopy begitu banyak brosur dan dibagi-bagikan kepada begitu banyak pula agent. Tapi sekarang melalui aplikasi PROJEK ini, itu semua sudah tidak lagi. Cukup melalui PROJEK, dalam waktu seketika semua agent dan member PROJEK bisa langsung menerima informasi dari kita dan bisa pula menjualnya. Jadi lebih cepat, lebih gampang, dan lebih murah,” kata Steven.

Acara peluncuran PROJEK yang diikuti sekira 150 tamu ini juga dihadiri oleh CEO PROJEK Philip Purnama, Ketua Dewan Kehormatan PROJEK Rhenald Kasali, dan Direktur PROJEK Ali Tranghanda. Dalam acara tersebut, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu juga turut memberikan apresiasi atas terobosan PROJEK melalui live streaming Skype dari Amerika. [pio]

 

Artikel terkait:

PROJEK Bukan Agen Properti, Ini Keunggulannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here