Pengembang Asal Singapura Garap Apartemen Pertama di Alam Sutera

0
466

Pengembang Asal Singapura Garap Apartemen Pertama di Alam Sutera

Ket Foto: (ki-ka): Director Head of Research & Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus, Presiden Direktur Brewin Mesa Bill Cheng, dan Managing Director Triple Tree David R Rachman/Foto: Pius

Iklim ekonomi Indonesia yang terus tumbuh diikuti pula dengan suburnya investasi asing, terutama di bidang properti. PT. Brewin Mesa Development melihat hal ini sebagai langkah awal yang baik membangun hunian berkelas di Alam Sutera, Serpong, Tangerang.

Perusahaan investasi dan pengembang real estat asal Singapura ini pun ambil bagian dalam pasar properti tanah air yang tidak pernah sepi permintaan. Bahkan diperkirakan saat ini sekitar 20 persen dari 28 juta penduduk Jabodetabek yang belum memiliki hunian alias backlog, demikian Anton Sitorus Director Head of Research & Consultancy Savills Indonesia.

Brewin Mesa mengawali kiprahnya dengan membangun sebuah apartemen eksklusif dengan konsep unik senilai Rp 1,3 triliun di Alam Sutera. Selain sebagai kota satelit yang juga terus tumbuh, Alam Sutera juga dinilai memiliki sejumlah keunggulan, sehingga akan berdampak positif dalam investasi properti. Bahkan diperkirakan, potensi kenaikan harga properti di kawasan ini antara 8-11 persen setiap tahunnya.

Presiden Direktur Brewin Mesa, Bill Cheng mengatakan, proyek pertamanya ini akan menempati lahan seluas 8.000 meter persegi yang nantinya akan dibangun dua Tower hunian.

“Kami akan bangun dua menara setinggi 38 lantai berkapasitas 496 unit dengan total luas bangunan 85.000 meter persegi,” ujar Bill saat memberikan keterangan kepada media di Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/3/2016).

Dijelaskan, hunian high-rise ini akan menyasar kalangan emerging affluent, profesional muda, dan keluarga muda dari Jakarta, maupun di sekitar Tangerang dan lainnya.

Rencananya, hunian modern akan mulai dibangun pada kuartal pertama 2016 ini dan diharapkan akan rampung dan mulai serah terima pada kuartal pertama 2019. Meski belum mulai dipasarkan, namun pengembang telah mematok harga jual yang diperkirakan mulai dari Rp 35 juta per meter persegi atau setara dengan harga sekitar Rp 1,5 miliar per unit untuk tipe studio.

Dalam pengembangannya itu, tutur Bill, pihaknya akan menempatkan kualitas dan kenyamanan melalui desain dan konsep bangunan yang unik. Hal ini juga sebagai upaya untuk dapat membentuk dan memunculkan ciri khas Brewin Maesa sebagai pengembang real estat yang patut diperhitungkan di Indonesia.

“Komitmen kami adalah jangka panjang terhadap pasar properti di Indonesia. Kami akan menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan mengedepankan kualitas dan kenyamanan kepada konsumen kami,” katanya.

Selain di Alam Sutera, Brewin Mesa juga tengah melirik beberapa lokasi potensial di Jakarta pun di pinggiran Jakarta.

“Sebenarnya kami bisa mulai membangun di Jakarta, tapi saat ini izin pembangunan di Jakarta lebih sulit sehingga kami awali di Alam Sutera,” terang Bill.

Dan tidak hanya fokus pada hunian, Brewin Mesa juga berencana membangun pusat-pusat perbelanjaan dan sarana lainnya di Indonesia. [pio]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here