Pasar Properti Jakarta Jelang Akhir Tahun

0
555
colliers international
Ilustrasi - Kota Jakarta dari Apartemen Capitol Suites, Kwitang, Jakarta Pusat./ Foto: Pius

Colliers International menyoroti Jakarta properti market di kuartal 3 tahun 2018 hingga akhir tahun 2018 ini untuk apartemen. Isu ekonomi dan isu politik yang sedang ramai diberitakan di seluruh Indonesia menjadi salah satu faktor eksternal dari perkembangan pasar properti kali ini.


Seperti terjadinya depresiasi nilai rupiah terhadap dollar yang mencapai angka Rp15.000 per dollar Amerika mengakibatkan dampak singkat sampai menengah pada pasar properti di Indonesia. Selain itu, isu politik seperti Pemilihan Presiden 2019 juga memberikan dampak sejak sekarang. Para investor dan konsumen atau calon pembeli cenderung akan menunggu atau menunda membeli properti sampai pemerintahan baru terbentuk.

Baca Juga: Colliers International : Pasar Perkantoran CBD Turun 3,6 Persen

Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International berpendapat, “Saat Rupiah melemah Bank Indonesia akan menaikkan tingkat suku bunga dalam rangka menahan pelemahan rupiah lebih jauh lagi. Ketika suku bunga naik, maka akan berdampak terhadap ongkos pinjaman dari bank yang lebih mahal dan pasti akan memengaruhi keputusan pembeli untuk membeli properti dengan cara KPR atau KPA.”

Colliers International melaporkan pasar apartemen di wilayah CBD Jakarta cenderung masih stabil dan tidak akan ada pergerakan hingga akhir tahun ini. Permintaan diperkirakan baru akan bangkit pada tahun 2020 yaitu saat pemerintahan yang baru sudah terbentuk, jelas Ferry Salanto.

Pada kuartal tiga diperkirakan jumlah unit apartemen yang akan berdiri sekitar 38.387 unit dari awal tahun 2019 hingga 2020. Jumlah ini jelas menurun dari prediksi di awal tahun lalu. Penurunannya terjadi hingga 6,4 persen, yaitu sebanyak 40.843 unit. Namun prediksi tersebut tidak sesuai dengan aktualisasi di lapangan karena banyak proyek yang menunda jadwal ground breaking dan menghentikan aktifitas penjualan sementara.

Sedangkan untuk harga apartemen akan mengalami sedikit kenaikan namun kenaikannya tidak begitu signifikan dibandingkan pada saat terjadinya booming properti di tahun 2011 hingga 2013 lalu. Proyeksi dari Colliers International harga rata-rata apartemen akan tumbuh di kisaran 3 hingga 4 persen per tahun.

Baca Juga: Savills Indonesia: Sektor Ritel Melonjak

Untuk metode pembayaran untuk pembelian apartemen di Jakarta yang sedang laku saat ini dengan menggunakan pinjaman bank, atau KPA. Terlihat kenaikan peminat KPA di tahun 2018 naik hingga 33 persen dibandingkan tahun 2017 yang hanya 29 persen, dan di tahun 2013 lebih sedikit lagi peminatnya hanya 16 persen.

Kenaikan permintaan konsumen terhadap metode pembayaran KPA melalui bank ini dikarenakan dibuatnya kebijakan LTV oleh Bank Indonesia, yaitu pelonggaran rasio LTV untuk kredit properti yang dimulai per tanggal 1 Agustus 2018 lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here