MEXICO CITY, MODA TRANSPORTASINYA LAYAK DITIRU

0
239
mexico

Jangan membayangkan Mexico City seperti di film-film Hollywood. Banyak yang bisa dinikmati mulai dari wisata sejarah sampai moda transportasi kotanya.

Bagi penggemar film action Hollywood dengan genre perang narkoba, nama Meksiko kerap muncul. Maklum, negeri yang memiliki topi khasnya Sombrero kerap dijadikan “antagonis” sebagai negeri pemasok narkoba ke Amerika Serikat dalam film-film action. Nama Meksiko selalu menjadi bulan-bulanan dalam cinema Amerika yang banyak mengangkat tema kartel narkoba, seperti dalam film “Sicario”. Bahkan, film tentang penyelundupan teroris pun banyak memakai latar belakang Meksiko, seperti dalam film “Sicario” : Day of the soldado”.

Nama Meksiko kembali dibawa-bawa dalam kisruh politik di Amerika Serikat ketika Presiden Donald Trump melakukan penutupan sebagian operasi pemerintah sejak Bulan Desember kemarin hingga Januari ini belum ada tanda-tanda berakhir. Penutupan yang populer di Amerika dengan nama shutdown, penyebabnya, ketidaksepakatan Trump dengan partai Demokrat soal biaya pembangunan pagar sepanjang perbatasan Amerika Serikat dengan Meksiko. Trump memang ngotot untuk membangun tembok pemisah untuk mencegah masuknya pendatang haram lewat perbatasan Amerika-Meksiko.

Ada baiknya kita mengenal sedikit tentang Mexico City atau Kota Meksiko apakah seseram yang muncul di layar lebar Hollywood. Mexico City adalah ibu kota dari negara Meksiko. Mexico City adalah kota terbesar di Meksiko dengan luas wilayah mencapai 1.485 km persegi, dan menjadikannya sebagai kota dengan penggunaan Bahasa Spanyol terbesar di dunia. Melekatnya Bahasa Spanyol di penduduk Meksiko karena negeri ini pernah menjadi jajahan Spanyol.

Sejarah Mexico City berawal dari Kaum Aztec yang mendiami lembah Meksiko dari tahun 1325 hingga tahun 1521. Pada masa Aztec Mexico bernama Tenochtitlan. Sampailah kemudian bangsa Spanyol yang dipimpin oleh Herman Cortes meruntuhkan kekuasaan bangsa Aztec pada tahun 1521. Masa itu ditandai dengan pergantian nama Tenochtitlan menjadi Mexico dan Raja Muda Spanyol mulai memerintah di Meksiko dengan menjadikan Mexico City sebagai Ibu Kota Negara. Berbagai peristiwa besar pernah melanda Mexico City seperti perang antara Meksiko dengan Amerika Serikat, intervensi Perancis, perang Reformasi, dan Revolusi Mexico yang berlangsung selama 10 tahun dari tahun 1910 hingga tahun 1920.

Mexico City banyak membangun infrastruktur modern, seperti jalan, sekolah, sistem transportasi, dan sistem komunikasi pada masa pemerintahan Presiden Porfirio Diaz dari tahun 1876 hingga Tahun 1969 sistem transportasi Metro diresmikan, setahun sebelumnya Meksiko juga membangun fasilitas olah raga untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 1968. Ekonomi dan pariwisata pun terus bangkit dan selalu mengalami kenaikan.

Ekonomi

Mexico City merupakan salah satu pusat ekonomi terpenting di negara Meksiko dan Amerika Latin. Kota ini menghasilkan 15,8 persen dari total Produk Domestik Bruto negara itu. Menurut hasil studi dari PricewaterhouseCoopers (PWC), Mexico City memiliki PDB sebesar 390 miliar dollar Amerika di tahun 2008, yaitu setara dengan Rp5.643 triliun. Hasil teresebut menejadikan Mexico City sebagai kota terkaya ke delapan di dunia.

Pada tahun 2011 Mexico City memiliki PDB mencapai 411 miliar dollar Amerika, yaitu setara dengan Rp 5.948 triliun. Hal ini menjadikan Mexico City salah satu daerah perkotaan paling produktif di dunia. Kota ini bertanggung jawab pada penghasilan 15,8 persen dari PDB Negara Meksiko. Di wilayah metropolitannya menyumbang sekitar 22 persen dari total PDB nasional. Dari data PWC, Mexico City akan mengalami kenaikan peringkat menjadi peringkat ketujuh sebagai kota terkaya hingga tahun 2025 dengan perkiraan total PBD sebesar 745 miliar dollar Amerika, yaitu setara dengan Rp10.782 triliun. Mexico City juga menjadi rumah bagi Mexican Stock Exchange yang berlokasi di Paseo de la Reforma.

Transportasi

BRT: Moda transportasi tersibuk ke delapan di dunia

Mexico City memiliki banyak moda transportasi umum, mulai dari sistem Metro (kereta bawah tanah), kereta suburban, kereta ringan, bus regular, BRT (Bus Rapid Transit), minibus Pesero, Bus trolley , hingga sepeda. Sistem metro yang disebut Mexico City Rapid Transit Metro atau juga disebut Mexico City Metro adalah transportasi kereta api cepat bawah tanah yang pengoperasiannya dijalankan oleh Sistema de Transporte Colectivo (STC). Sistem metro di Mexico City menjadi moda transportasi tersibuk ke delapan di dunia setelah Tokyo, Beijing, Shanghai, Seoul, Moscow, Guangzhou, dan New York City. Dengan total penumpang hingga 4,4 juta orang setiap harinya, Metro ini memiliki 12 jalur, panjang lintasan kurang lebih 225 kilometer, dan terdiri 195 stasiun pemberhentian.

Pembangunan sistem metro ini dilakukan dalam tujuh tahap yang dimulai pada tahun 1967, dengan jalur awal yaitu jalur 1, jalur 2, dan jalur 3. Awalnya dibangun 65 stasiun dari total 3 jalur dengan panjang lintasan total 65,31 km selama lima tahun. Proyek pembangunan sistem metro tersebut sempat terhenti pada tahun 1985 dikarenakan terjadinya bencana alam gempa bumi. Setelah itu dilanjutkan kembali proyeknya hingga yang terakhir dibuka jalur 12 pada Oktober 2012. Sistem metro ini dibangun dengan total biaya 24,5 miliar Peso Mexico, atau setara 1,8 miliar dollar Amerika, atau setara dengan Rp 25 triliun. Untuk harga tiket perjalanan metro hanya bertarif 5 Peso Mexico atau 0,27 Dollar Amerika, atau Rp3900 sekali perjalanan berlaku dari pukul 5 pagi hingga tengah malam.

Pariwisata

Mexico City kaya dengan obyek sejarah mulai dari peninggalan bangsa Aztec hingga warisan dari masa kolonial bangsa Spanyol. Salah satu objek wisata di sana terdapat Pusat Sejarah Mexico City (Centro Historico) dan Taman Terapung Xochimilco berada di selatan Mexico City yang telah ditetapkan menjadi Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Zocalo atau Alun-alun Utama adalah pusat dari lokasi Centro Historico. Zolaco dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah dari abad ke-16 hingga abad ke-20. Zolaco menjadi alun-alun terluas yang ada di Amerika Latin, luasnya hingga dapat menampung 100 ribu orang dalam sekali waktu.

Terdapat juga Taman Kota Chapultepec dengan nama asli Bosque de Chapultepec berlokasi di sebelah Barat Mexico City. Taman kota dengan luas 686 hektar yang sudah ada sejak zaman suku Aztec, masih meninggalkan jejak bangunan yang sudah hancur karena terjadinya perang dengan Spanyol. Hingga saat ini taman kota Chapultepec merupakan taman kota terbesar di benua Amerika yang terdiri dari tiga bagian lokasi di dalamnya, yaitu Museum Antropologi, Museum Rufino Tamayo, dan kastil Chapultepec.

Salah satu bangunan bersejarah yang terkenal dan menarik banyak wisatawan datang ke Mexico city adalah Cathedral Metropolitana berlokasi di pusat kota Mexico City. Katedral yang dibangun selama lebih dari dua abad dari tahun 1573 hingga 1813 ini memiliki campuran gaya arsitektur. Bangunan berwarna putih marmer ini perpaduan dari tiga gaya arsitektur dari masa kolonial, masa Renaissance dan Neo-Klasik. Di desain oleh arsitek Spanyol yaitu Claudio de Arciniega bangunan katedral ini terispirasi dari katedral Gothic di Spanyol.

Pajak

Pajak di Mexico City berlaku sama dengan pajak yang diterapkan di negara Meksiko. Seperti pajak penghasilan di Meksiko tarifnya berkisar 1,92 persen hingga 35 persen, tergantung dari seberapa besar penghasilan seseorang. Sedangkan untuk orang yang bukan penduduk Mexico City atau menggunakan visa kerja dan tinggal di Mexico City akan dikenakan pajak berkisar 15 persen hingga 30 persen, tergantung dari besaran penghasilannya. Tarif pajak perusahaan Meksiko adalah flat sebesar 30 persen.

Untuk pajak properti di Meksiko sedikit berbeda dari negara Amerika dan Kanada. Pajak properti Meksiko terdiri dari tiga jenis pajak jika seseorang memiliki properti di Meksiko ketiga pajak properti akan berlaku. Pertama adalah pajak akuisisi, yaitu pajak yang dibayarkan atas nama kota madya setempat dengan tarif 2 persen dibayarkan sekali dan harus dibayarkan secara tunai. Kedua, pajak properti tahunan yaitu pajak yang dibayarkan setahun sekali dan tarifnya disesuaikan dimana lokasi properti tersebut berada, biasanya semakin berada di pelosok lokasi propertinya, pajaknya akan semakin ringan.

Pajak ketiga adalah pajak Penghasilan Modal atau Capital Gain. Pajak ini dibayarkan saat properti yang kita miliki dijual. Cara menghitung pajak penghasilan modal di Mexico City dapat dihitung denga dua cara. Pertama pemilik properti yang menjual harus membayar 20 persen dari nilai transaksi yang dinyatakan. Cara kedua yaitu, pemilik properti membayar 28 persen hingga 30 persen dari laba bersih, dikurangi dari perbaikan yang dilakukan, dikurangi komisi yang dibayarkan, dan biaya lainnya. Namun tidak perlu khawatir semua perhitungan pajak penghasilan modal tersebut biasanya dilakukan oleh notaris yang ditunjuk.

Properti

Harga properti di Mexico City sangat bervariasi, karena harga properti di Mexico City ditentukan di mana lokasi properti itu berada. Untuk properti yang berlokasi di tengah kota dibanderol harga yang sangat tinggi, seperti real estat di distrik Polanco rata-rata harganya berkisar 73.000 Peso per meter persegi, atau setara Rp 53 juta per meter persegi. Untuk di lingkungan wisata seperti di Lomas de Chapultepec dan Santa Fe harga properti bisa melampaui 50.000 Peso per meter persegi atau setara dengan Rp36 juta.

Sedangkan untuk wilayah-wilayah yang dianggap menengah, seperti di Condesa, Roma, Cuauhtemoc, dan Juarez harga properti berkisar di angka 38.000 peso hingga 45.000 Peso per meter persegi, atau setara dengan Rp27 juta hingga Rp33 juta per meter persegi. Untuk properti menengah bawah biasanya berada di wilayah Alvaro Obregon, Benito Juarez, dan beberapa di pinggir Cuauhtemoc harganya bisa lebih rendah lagi sekitar 30.000 Peso hingga 36.000 peso per meter persegi, atau setara dengan Rp22 juta hingga Rp26 juta per meter persegi. Jika mencari properti yang lebih murah lagi dapat di temukan di wilayah Tlalpan, Venustiano Carranza, Azcapotzalco, dan Xocimilco di mana harga properti sangat rendah sekitar 16.000 Peso hingga 25.000 Peso per meter persegi, atau setara dengan Rp11 juta hingga Rp18 juta per meter persegi.

Untuk para ekspatriat yang ingin memiliki propertinya sendiri di Mexico City, mereka dapat menempuh beberapa peraturan yang ada. Persyaratan yang harus ditempuh ekspatriat yang ingin memiliki properti sendiri yaitu terkait dengan wilayah-wilayah primadona seperti pesisir pantai. Jika properti yang ingin dimiliki berjarak 31 mil atau lebih dekat dengan garis pantai atau 62 mil dari perbatasan perlu melakukan mediasi atau perantara dari Bank Mexico, namun prosesnya tidak mudah dan panjang, jika ekspatriat kesulitan dalam penguruan kepemilikan rumah merekda akan dibantu oleh notaris dan pengacara setempat. ● [Harini Ratna/dari berbagai sumber]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here