Metland Menteng dan Cibitung Sumbang Kontribusi Terbesar

0
370

Presiden Direktur PT Metropolitan Land TBK, Thomas J Angfendy (ketiga dari kiri) dan Finance Director and Corporate Secretary PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo (keempat dari kiri) usai memberikan keterangan pers RUPST MLTA di Raffles Hotel, Ciputra World 1, Jakarta. (Foto: Pio)

PT Metropolitan Land Tbk (MLTA) memperoleh laba bersih sebesar Rp271,34 miliar pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2016. Jumlah ini meningkat sekitar 26,6% dari tahun lalu.

“Meski masih di tengah perlambatan ekonomi, tapi kami mampu membukukan peningkatan laba,” ujar Presiden Direktur PT Metropolitan Land TBK, Thomas J Angfendy usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Raffles Hotel, Ciputra World 1, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Adapun nilai aset perseroan pada 2016 tumbuh sebesar 8,6%, yakni mencapai Rp3,93 triliun dari Rp3,62 triliun pada 2015 lalu. Sedangkan peningkatan ekuitas perseroan adalah sebesar 13% dari Rp2,21 triliun di tahun 2015 menjadi Rp2,5 triliun di tahun 2016.

Total nilai pendapat perseroan selama tahun 2016 adalah sebesar Rp1,143 triliun, meningkat 5% dibanding pendapatan tahun 2015 yang dibukukan perseroan sebesar Rp1,089 triliun. Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari segmen pusat perbelanjaan dan perhotelan.

Finance Director and Corporate Secretary PT Metropolitan Land Tbk, Olivia Surodjo, mengatakan bahwa semua proyek perseroan telah memberikan kontribusi. Adapun dari usaha penjualan properti residensial dan penjualan properti strata title memberikan kontribusi terbesar, yakni 60%. Sementara dari pendapatan sewa pusat perbelanjaan sebesar 27%, dari pengoperasian hotel 9%, dan dari pengoperasian pusat rekreasi dan pendapatan lain-lain sebesar 4%.

“Kalau dari proyek residensialnya, kontribusi terbesar masih dari Metland Menteng dan Metland Cibitung. Sedangkan dari pusat perbelanjaan, terbesar dari Metropolitan Mall dan Grand Metropolitan,” kata Olivia.

Sedangkan jika dilihat dari segmen penyerapan pasar residensial, antara kelas menengah bawah hingga menengah atas masih cukup berimbang. “Kami mulai mengalami peningkatan penjualan rumah untuk kelas menengah atas di semester II 2016,” jelas Olivia.

[Baca: Metropolitan Land Bangun Stasiun KRL Telaga Murni, Cikarang Barat]

Sepanjang 2016 lalu, perseroan telah menyelesaikan pembangunan pusat perbelanjaan Metropolitan Mall Cileungsi dalam kawasan residensial Metland Transyogi. Di Agustus 2016, Metland melalui anak usahanya PT Fajarputera Dinasti memulai pembangunan Stasiun Telaga Murni yang berada dalam kawasan perumahan Metland Cibitung.

Strategi 2017

Sementara pada tahun ini, perseroan juga telah memulai dan merencanakan beberapa proyek untuk dikembangkan, baik di sekitar Jakarta maupun di luar Pulau Jawa. Pada awal tahun, perseroan telah memulai dengan membangun Kaliana Apartment di Cilaungsi yang ditandai dengan pemancangan tiang pertama pada Januari lalu.

[Baca: Metland Akan Garap 17 Proyek Baru]

Metland juga telah memulai pemasaran proyek One Parc Puri di Metland Cyber City, yang merupakan kolaborasi antara Metropolitan Karyadeka Development dengan Ascendas Singbridge Singapura. Selain itu, pada tahun ini juga Metland akan memulai pengembangan kondotel di Bandar Lampung. Selanjutnya, mixed use Metland Milllenia City di Cibitung, yang akan dimulai dengan pembangunan Metropolitan Mall Cibitung, serta pemasaran apartemen di Metland Tambun, di semester II tahun ini. Metland juga akan segera memasarkan rumah tapak di area seluas 12 ha di dalam kawasan Metland Puri yang merupakan kerja sama dengan Keppel Land Singapura.

Meski mencermati masih adanya sejumlah tantangan di tahun ini, seperti perlambatan ekonomi global, gejolak politik, dan regulasi pemerintah, namun perseroan optimis akan mencapai target. Hingga Maret 2017, Metland telah mencatatkan pendapatan sebesar Rp232 miliar, dimana Rp116 miliar dari penjualan properti dan Rp116 miliar dari pendapatan berkelanjutan, serta labah bersih sebesar Rp65,34 miliar atau meningkat tipis dibanding periode yang sama tahun lalu, Rp65,09 miliar.

Meskipun hingga kuartal I ini belum terlihat adanya gairah di industri properti, tapi kami tetap optimis dapat memenuhi target,” tegas Thomas. [Pius Klobor]

“Kunjungi pameran properti online di www.propertipedia.asia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here