Masih Menarik, Investasi Properti di Bali Jadi Incaran

0
411
Villa Ratnamaya Bali
Villa Ratnamaya, Bali

Suhu politik yang memanas jelang pemilu presiden 2019 ternyata tak menyurutkan investasi properti, termasuk di antaranya di Bali. Terbukti, Permata Graha Land (PGL) berhasil menjual proyek Villa Ratnamaya.

Pengembang ini berhasil menjual 30 persen unit di penjualan perdana Vila Ratnamaya saat grand launching beberapa waktu lalu.

Baca: 5,7 Juta Wisman Masuk Bali, Surga Bagi Investor Properti

“Saat ini, yang tersisa tinggal 8 unit lagi,” ujar Direktur Marketing PGL, Satya Adi dalam keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Jumat (15/3/2019).

Satya mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sentimen positif terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri saat ini, dan situasi politik yang stabil menjelang pemilu.

“Jadi, faktor wait and see sebenarnya tidak terlalu signifikan. Bagi investor, yang lebih utama adalah instrumen yang mereka gunakan untuk berinvestasi. Dan properti adalah instrumen investasi yang paling aman dan menguntungkan di tahun politik,” kata Satya meyakinkan.

Salah satu lokasi dengan prospek dan potensi investasi properti yang sangat menguntungkan adalah di Bali. Bali sebagai destinasi wisata mendunia sudah pasti dibanjiri oleh wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara.

Kata dia, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, terdapat peningkatan jumlah wisatawan yang cukup signifikan di Bali. Hal ini tentu berpengaruh terhadap bisnis properti di Pulau Dewata tersebut.

“Di tahun 2018, tercatat jumlah wisatawan mancanegara menebus 5,7 juta orang. Ini sungguh potensi yang luar biasa bagi para investor properti,” katanya.

Satya mengatakan, selain harga, konsumen juga melihat lokasi properti tersebut. Kata dia, Ratnamaya memiliki lokasi yang sangat strategis di tengah kawasan wisata Bali.

“Ratnamaya berlokasi di tengah-tengah kawasan elit Uluwatu, dimana sudah terdapat beberapa resort dan beach club kelas internasional. Antaralain Alila Resort, OMNIA Day Club, Bulgari Resort, The Edge, dan Sundays Beach Club,” terangnya.

Satya mengungkapkan, pemilik vila, selain bisa menempati sendiri, vilanya juga bisa disewakan. Seperti diketahui, harga sewa vila di daerah Pecatu dan Uluwatu bisa mencapai Rp14 juta per malam.

Namun, sambung Satya, untuk mendongkrak jumlah penyewa dan juga menyasar market turis yang membutuhkan penginapan dengan harga sewa yang lebih terjangkau, maka pihaknya memasang harga sewa hanya Rp3 jutaan per malam.

Baca: Investasi di Alter Ego, Lima Tahun Balik Modal

Dengan strategi ini, Satya yakin Villa Ratnamaya akan menjadi tempat favorit untuk berlibur.

“Itulah sebabnya pada saat Grand Launching, Villa Ratnamaya laris dibeli konsumen dan jadi salah satu incaran investasi,” ungkap dia.

Promo Launching

Villa Ratnamaya Bali 2

Sementara General Manager Proyek Ratnamaya, Surya mengungkapkan bahwa pihaknya masih akan memberikan harga spesial bagi para konsumen yang tertarik berinvestasi vila sebelum acara Gala Dinner 23 Maret mendatang.

“Kami masih memberikan promo harga perdana sebesar Rp1,5 miliar dengan cicilan sebesar Rp9 juta per bulan. Harga tersebut sangat murah jika dibandingkan dengan vila-vila lain di lokasi tersebut yang mencapai Rp3 miliar,” ucap Surya.

Baca: Launching Perdana Hyde Residence Langsung Terjual 70 Persen

Proyek Villa Ratnamaya, ujar Surya, hanya memiliki 20 unit vila premium eksklusif dan dikelilingi oleh sejumlah hotel dan resort berskala internasional yang sering menjadi rujukan tempat berlibur bagi kalangan menengah atas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here