Lamudi Mantap di Pasar Primary

0
387

Kanan-Kiri: Kian Moini, Founder & MD Lamudi Global; Mart Polman, MD Lamudi Indonesia; dan Yoga Priyautama, Business Development Manager Lamudi Indonesia (Foto: Pius) 

Dua tahun lebih merengkuh pasar properti di Indonesia, portal properti global, Lamudi kian mantap di pasar primary. Proyek-proyek baru menjadi bidikan utama karena dinilai lebih menguntungkan.

“Pasar primary tetap lebih baik dari secondary, karena kita langsung ke para developer,” ujar Kian Moini, Founder & MD Lamudi Global dalam acara Focus Group Discussion Perkembangan Bisnis Portal Properti Pada Negara Berkembang di kantor Lamudi Indonesia, di Jakarta Selatan, Selasa, (20/9/2016).

Meski terbilang baru di Indonesia, namun jumlah listing properti di situs yang bermarkas di Berlin, Jerman ini telah mencapai lebih dari 300.000. Jumlah ini bahkan menempati Lamudi Indonesia di urutan pertama dari negara Lamudi lainnya, termasuk online traffic. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50% -nya merupakan proyek-proyek baru dari berbagai pengembang di Indonesia.

“Memang pasar secondary juga ada dan punya peluang, tapi kami melihat pasar primary ini lebih berpotensi untuk jangka panjang,” tegas Kian Moini.

Meski demikian, Kian bilang, perlu adanya edukasi lanjutan kepada para pengembang akan pentingnya pemasaran produknya via portal online. “Memang saat ini masih banyak developer yang belum sepenuhnya memasarkan produknya secara online.”

Lebih lanjut Kian memaparkan, Lamudi juga telah menjadi salah satu situs properti dengan traffic tertinggi dunia dengan menempatkan situs ini teratas di beberapa negara. Sementara di Indonesia, Lamudi masih berada di nomor 2, menurut Kian.

Selain jumlah listing yang juga terus meningkat, saat ini tercatat lebih dari 520.000 pengunjung setiap bulannya masuk ke laman Lamudi. Sementara leads setiap bulan telah mencapai 35.000 dengan 8.000 signed partners.

Sedangkan untuk pasar potensial di Indonesia, sambung Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia, wilayah-wilayah potensial pemasaran properti masih didominasi oleh Jakarta dan kota-kota di sekitarnya, seperti di Bekasi dan Tangerang.

[Baca: Lebih Dari 2.500 Orang Incar Apartemen di Jakarta Selatan]

“Saat ini memang kebanyakan pembeli melalui Lamudi ini dari kalangan menengah dengan kisaran harga properti mulai dari Rp 100 juta – Rp 500-an juta per unitnya. Kebanyakan adalah landed house,” jelas Mart Polman.

“Itulah kenapa hingga saat ini kami masih fokus di wilayah Jabodetabek ini,” sambungnya.

Meski demikian, menurutnya, kota-kota lain di luar Jabodetabek, seperti Surabaya dan Bali juga terus meningkat dengan karakter market tersendiri. [pio]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here