Konstruksi Utama Proyek Branz Mega Kuningan Mulai Dibangun

Branz Mega Kuningan menyasar kelas atas dengan kisaran mulai Rp1,5 miliaran (studio) hingga Rp6,3 miliar (3 bedroom). Saat ini sudah terjual 40 persen dari 482 unit pada tower apartemen.

0
424
proyek branz mega kuningan
Jajaran direksi PT Tokyu Land Indonesia dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggelar seremoni ground breaking Branz Mega Kuningan di Jalan Guru Mughni, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020)./ Foto: Pius Klobor

Propertyandthecity.com – Setelah diumumkan akhir 2018 lalu, konstruksi utama proyek Branz Mega Kuningan akhirnya mulai dibangun. Seremoni peletakan batu pertama (ground breaking) digelar oleh jajaran direksi Tokyu Land, juga Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali, di lokasi proyek, Jalan Guru Mughni, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).

Proyek kondominium besutan Tokyu Land Indonesia, anak perusahaan Tokyu Land Corporation ini ditargetkan rampung dan mulai dihuni 2023 mendatang. “Kami akan memenuhi janji kami untuk merampungkan proyek ini tepat pada waktunya,” ujar President Director PT Tokyu Land Indonesia, Hidetatsu Ikeda di sela acara tersebut.

Baca: BRANZ MEGA KUNINGAN, ‘Branz’ Bukti Cinta Tokyu Land

Proyek Branz Mega Kuningan dibangun di lahan seluas 1 hektar lebih di pusat bisnis dan ekonomi (CBD), Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Proyek vertikal ini terdiri atas dua menara, yakni Kita Tower (apartemen) dan Minami Tower (service apartment). Nantinya proyek ini merangkum kondominium sebanyak 482 unit, service apartment dan fasilitas komersial (10.000 m2).

Pengembangan proyek tersebut melibatkan Japan Overseas Infrastructure Investment Corporation for Transport & Urban Development (JOIN), sebuah lembaga pendanaan infrastruktur yang modalnya berasal dari pemerintah Jepang. Untuk diketahui, pemerintah Jepang menyalurkan investasi sekitar Rp780 miliar untuk proyek tersebut.

Sedangkan pekerjaan desain dan konstruksinya dikerjakan oleh Shimizu Corporation dan dilaksanakan secara terpadu oleh perusahaan-perusahaan Jepang, mulai dari pembebasan lahan, pengembangan, desain, pengerjaan konstruksi, hingga manajemen operasional.

Branz Mega Kuningan merupakan proyek prestisius dengan fasilitas terpadu ketiga, selepas sukses dengan Branz Simatupang dan Branz BSD. Proyek dengan nilai investasi hampir Rp3 triliun ini juga menjadi proyek service apartment pertama yang ditangani oleh Tokyu Land Corporation di Indonesia.

Baca: Meski Properti Masih Lesu, BRANZ Mega Kuningan Tetap Laris

Melalui proyek Branz Mega Kuningan, Tokyu Land akan menghadirkan sebuah gaya hidup baru. Mulai dari teknologi, desain hingga material proyek menggunakan bahan-bahan terbaik sebagaimana kualitas Jepang. “Di sini kami akan menghadirkan sebuah kota dengan gaya hidup baru sebagaimana di Shibuya, Tokyo,” lanjut Ikeda.

Bahkan pengembang juga tengah mempertimbangkan penerapan teknologi canggih berbasis Internet of Things (IoT) bagi penghuni pada apartemen tersebut. “IoT sedang marak di Jepang. Kami juga sedang mempertimbangkan untuk menerapkan teknologi tersebut di Indonesia,” sambung Director Marketing PT Tokyu Land Indonesia, Toshio Kojima.

Meski bermain di segmen premium, Tokyu Land Indonesia optimis akan respons pasar kelas atas Indonesia. Setidaknya ini dilihat pada saat grand launching Januari 2019 lalu, dimana langsung terserap sebanyak 150 unit. Dan hingga kini, apartemen mewah dengan kisaran harga mulai Rp1,5 miliaran (studio) hingga Rp6,3 miliar (3 bedroom) – pembayaran hard cash – telah terjual sebanyak 40 persen dari 482 unit. Dari segi potensi investasi juga sangat menjanjikan. Pengembang memperkirakan harga sewa nantinya akan berkisar mulai Rp300.000-400.000 per meter persegi per bulan.

data branz mega kuningan

“Meski kondisi market Indonesia sedang kurang bagus, bukan berarti kami juga akan menunda pembangunan proyek ini. Kami punya komitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu sesuai janji kami. Proyek ini punya pasar tersendiri dan kami yakin akan terserap,” tegas Ikeda.

Baca: JAKARTA SELATAN TRANSPORTASI MASSAL MENJADI JANGKAR PROPERTI

Grup Tokyu Land telah berdiri sejak sekitar 100 tahun lalu dan telah mengerjakan berbagai proyek di Jepang dan dunia. Di Indonesia, pengembang Jepang ini sudah mulai mengerjakan proyek rumah tapak sejak 1974. Baru di tahun 2012, dirikan PT Tokyu Land Indonesia dan 2018 berhasil melakukan serah terima dua proyek pretisius dengan brand Branz.

“Kami yakin mampu berkontribusi dalam membangun kota di Indonesia, karena grup Tokyu Land sudah berpengalaman lebih dari 1 abad,” tutup Ikeda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here