KISAH SEORANG SPG

0
339

“Jaringan dan kepercayaan tidak terbentuk secara instan. Tanpa disadari dampaknya akan luar biasa”

Dalam sebuah arena pameran produk-produk makanan, para stand promotion girl (SPG) menjajakan produk makanannya yang dikemas dalam kemasan plastik yang telah dikemas rapi dengan warna dan gambar yang menarik. Dalam satu kemasan plastik terdapat berbagai variasi produk makanan yang hanya dijual Rp15.000. Dan mereka harus dapat memastikan produknya terjual sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan bonus bila penjualannya mencapai target. Target yang dipatok pun biasanya sangat tinggi. Coba sejenak kita bayangkan bagaimana dalam satu hari mereka habiskan sebagian besar dengan berdiri dan bersuara lantang untuk memasarkan produknya. Dan belum tentu produknya terjual.

Ada kisah menarik dari seorang SPG yang membuat teman-temannya tidak percaya karena dia berhasil mencapai target luar biasa jauh dari teman-temannya yang lain. Setiap hari ada saja yang membeli produknya. Yang menarik lagi, para pembeli tersebut selalu ingin membeli produknya kepada dia dan bukan yang lain. Selidik demi selidik ternyata sebenarnya bukanlah sesuatu yang luar biasa. Bukan juga dengan ilmu pemasaran tingkat tinggi dan pastinya bukan ilmu hitam ha..ha..ha… Hasil yang diperoleh tidak akan terlepas dari proses yang disadari atau tidak telah membuatnya seperti saat ini. Dia hanya seorang pelajar siswi sebuah SMU yang supel dan cepat akrab dengan teman-temannya. Tanpa disadari pertemanan yang dilakukannya telah membuat sebuah jaringan dan membentuk pasar captive tersendiri. Karenanya saat dia menjadi seorang SPG, dia tidak henti-hentinya memberikan info kepada teman-temannya untuk datang ke pameran. Dengan bekal pertemanan yang ada banyak teman-temannya yang datang ke pameran. Setelah datang harusnya tidak sulit untuk menjual produk makanannya.

Dalam cerita di atas, menjual produk bukanlah inti dari semuanya. Melainkan bagaimana dia dengan bekal pertemanan, semakin lama akan membentuk sebuah jaringan yang saling memberikan kepercayaan. Seseorang membeli sesuatu ternyata tidak hanya karena produknya bagus melainkan kepada siapa mereka membeli. Hal ini sangat terlihat dalam pasar properti. Para pembeli terkadang lebih percaya kepada agen propertinya dibandingkan dengan siapa pengembang proyeknya. Karena mereka memberikan kepercayaan kepada si agen untuk memilih produk yang bagus untuknya. Dan tentunya kepercayaan itu tidak diperoleh dengan instan. Butuh waktu tidak hanya sekedar urusan bisnis sesaat melainkan sebuah hubungan yang dipupuk dengan sebuah teknik berkomunikasi yang baik. Karena pada saatnya mereka itu semua adalah pasar Anda! ●Ali Tranghanda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here