Keren, Menara Hunian Baru Milik Iwan Sunito yang Didesain Kengo Kuma

0
352
Kengo Kuma Tower./ Foto: Crown Group

Kompetisi desain menara hunian di kawasan Waterloo, Sydney, Australia yang diselenggarakan oleh Crown Group telah mendapatkan pemenangnya. Arsitek dunia asal Jepang, Kengo Kuma yang bermitra dengan firma arsitektur Australia, Koichi Takada Architects, telah dinobatkan sebagai pemenangnya.

Dalam keterangan terbaru Crown Group disebutkan bahwa menara hunian setinggi 19 lantai ini merupakan bagian dari lima menara hunian di Waterloo, yang juga mencakup tiga menara yang dirancang secara eksklusif oleh Koichi Takada Architects dan sebuah manara yang dirancang oleh arsitek yang berbasis di Sydney, Silvester Fuller.

Menara yang dirancang Kengo Kuma ini nantinya akan menampilkan kolam renang tanpa batas yang terletak di atap menara. Selain itu, ada juga fasilitas lain seperti pusat kebugaran dan ruang komunitas dengan eksterior hijau penuh tanaman yang dirancang untuk menghadirkan hutan rimbun yang bertingkat.

Baca Juga:

Rencana pembangunan proyek yang berlokasi di 48 O’Dea Avenue Waterloo tersebut akan terdiri dari 384 unit apartemen mewah di lima menara hunian, dari 4 hingga 19 lantai serta gabungan restoran, kafe, dan pertokoan.

Kompetisi yang diawasi langsung oleh Pemerintahan Kota Sydney untuk mendesain pembangunan hunian tertinggi ini, juga menarik sejumlah besar panel ahli termasuk arsitek independen, untuk menilai keunggulan desain arsitektur. Pemenangnya secara resmi diumumkan bulan lalu.

Ini akan menjadi kali pertamanya Kengo Kuma and Associates merancang hunian untuk pengembang Australia, pemenang penghargaan yang mendirikan pembangunan pertamanya di kawasan Bondi pada tahun 1996.

Komisaris dan Group CEO Crown Group, Iwan Sunito mengapresiasi tiga perusahaan arsitektur yang telah terlibat dalam pengembangan menara hunian baru yang akan menjadi keabanggaan bagi perusahaan di daerah Waterloo itu.

Menurut Sunito, kolaborasi yang tercipta antara Kengo Kuma dan Koichi Takada ini adalah yang pertama kali di Dunia.

“Kengo Kuma dan Koichi Takada memiliki gaya dan etos unik masing-masing, yang sesuai dengan keinginan Crown Group untuk mendorong batas-batas desain. Kolaborasi keduanya akan mengarah pada sesuatu yang baru dan unik untuk Sydney,” katanya.

Selain itu, tambah Sunito, proyek tersebut akan menjadi tambahan hunian baru berdesain modern di daerah Green Square, Sydney yang sedang berkembang.

“Kami sangat bersemangat untuk dapat mengambil langkah berikutnya dalam melanjutkan jalur desain kota Sydney yang semakin dikenal akan keunikan arsitektur kotanya,” Sunito menambahkan.

Proyek ini akan menjadi pengembangan ketiga bagi Crown Group di Waterloo, setelah proyek pemenang penghargaan, Viking by Crown Group yang sudah diselesaikan pada tahun 2014 dan Waterfall by Crown Group yang diluncurkan pada tahun lalu.

Kengo Kuma

Kengo Kuma mendirikan Kengo Kuma and Associates, Inc., pada tahun 1990. Perusahaan telah menciptakan sejarah panjang di negara asal sang arsitek, yakni Jepang. Dan sejak tahun lalu merambah ke Australia dengan pekerjaan proyek pertamanya, yakni menara di kawasan Circular Quay Sydney dan The Darling Exchange yang merupakan bagian dari rencana Pemerintah NSW senilai Rp34 triliun untuk mengembangkan kembali kawasan Darling Harbour.

Kengo belajar di Universitas Columbia di New York City dan berhasil masuk dalam lima besar Dezeen Hot List tahun lalu.

“Tujuan kami adalah untuk memberikan suasana yang hangat dan alami kepada masyarakat dengan strategi desain yang unik,” kata Kuma.

“Volume atas menara secara mulus berubah menjadi bagian bawah teras untuk menciptakan keintiman antara skala bangunan dan skala pejalan kaki pada level jalanan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Kuma bilang: “Atap yang membungkus façade ditutupi oleh tongkat yang memberi kesan hangat pada kayu untuk façade. Seluruh façade menjadi hutan kota vertikal dengan memiliki vegetasi di setiap eave.”

“Strategi-strategi itu akan mengaburkan dan melunakkan profil bangunan, dan memberikan citra baru W48 di wilayah Waterloo,” tambah Kuma.

Dengan lebih dari 40.000 pekerjaan yang diharapkan akan tercipta di area Green Square pada tahun 2030, proyek hunian ini akan menjadi rumah bagi ratusan penduduk Waterloo ketika selesai pada 2020.

Sementara Koichi Takada yang lahir di Jepang memulai karirnya di Tokyo dan pindah ke Sydney pada tahun 1997. Perusahaannya, Koichi Takada Architects, telah berhasil memenangkan banyak penghargaan untuk desain termasuk perumahan, ritel, perhotelan, dan lokasi acara kebudayaan.

“Ini adalah sebuah kehormatan luar biasa bagi saya untuk dapat bekerja sama dengan sensei Kuma, seorang master arsitektur Jepang. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” kata Takada.

“Menanggapi visi Kengo Kuma untuk menara tertinggi dari lima menara hunian yang akan dibangun, saya bersemangat untuk merancang tiga menara bertingkat rendah yang menciptakan dialog arsitektur dinamis di dalam area proyek.”

“Saya menggambar ide tentang ‘green luxury,’ mencari inspirasi di alam. Setiap bangunan dirancang dengan ‘sentuhan manusia’ untuk mengekspresikan karakter arsitekturnya yang organik dan berbeda,” tambah Takada.

Rincian lebih lanjut dari pengembangan akan terungkap pada bulan Agustus dan penjualan apartemen diperkirakan akan dimulai akhir tahun ini. Crown Group mulai menerima pendaftaran dari pembeli potensial pada bulan Juli ini. [Pius Klobor]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here