Karawang, Propertinya Terus Bergerak

0
292
Karawang, Propertinya Terus Bergerak

Tentu Tidak sekadar kata-kata yang keluar dari para pengembang, tetapi ini dibuktikan dengan proyek-proyek mereka yang tetap berjalan seperti yang dilihat langsung oleh Property and the City.

Walaupun tidak semua proyek di Karawang disambangi Property and the City, paling tidak apa yang dilihat mulai dari landed house, apartemen, area komersial semuanya terus bergerak nyaris tidak ada jeda. Bahkan, ada pengembang yang baru masuk Karawang di pertengahan tahun 2018 pun seperti ingin adu cepat dengan pengembang lama menyelesaikan proyeknya di Karawang. Ini membuktikan Karawang sedang mengarah ke magnet baru properti di timur Jakarta.

Siapa saja pengembang yang aktivitasnya terlihat di 2018 ini, seperti menggelar acara groundbreaking, pengembangan klaster baru, penjualan unit-unit baru di klaster yang sedang dipasarkan, sampai acara potong tumpeng dimulainya pembangunan proyek baru. Cerita groundbreaking datang dari Agung Podomoro Land Tbk (APL) pada Oktober kemarin untuk proyek Taruma City. Ini adalah proyek kedua setelah Grand Taruma yang kini tinggal dua persen yang masih dipasarkan. Indra W Antono, Vice President Director Agung Podomoro Land, mengatakan groundbreaking ini merupakan tanda dimulainya pembangunan Taruma City di atas lahan 5,6 hektar. Untuk tahap pertama yang dibangun adalah ruko dengan jumlah unit 98 dari total 243 unit ruko.

Cukup menarik mencermati mengapa APL lebih dulu mengembangkan ruko. Padahal dengan predikat sebagai kawasan industri, Karawang menjadi tujuan para ekspatriat dan pekerja WNI mengisi pabrik-pabrik yang tersebar di Karawang. Mereka tentu mengejar hunian untuk tinggal di Karawang. Menurut Rina Irawan, properti komersial di Karawang masih minim. Orang Karawang biasanya tidak ingin ekspansi jauh-jauh, misalnya, ke Jakarta. Mereka yang menyekolahkan anaknya sampai ke luar negeri pun, begitu kembali ke Karawang diberikan tempat usaha tetap masih di Karawang. “Inilah peluang yang kita lihat. Itu sebabnya yang kita bangun adalah ruko terlebih dahulu. Terbukti sejak groundbreaking responnya positif,” ujar Rina.

Untuk hunian, Taruma City pasang target akhir tahun 2019 sudah mulai dibangun dengan menyasar segmen high class. Rina menjanjikan landed yang diluncurkan akan lebih mewah dari landed di Grand Taruma. Taruma City hanya akan menyediakan 49 unit landed. “Very eksklusif dan limited karena dibangun di atas tanah komersial yang lokasinya di kawasan premium di tengah Kota Karawang. Saya tahu yang beli landed (di Taruma City-red) adalah mereka yang punya usaha di pusat niaga di tengah Kota Karawang,” ujar Rina.

Tahap terakhir yang akan mengisi Taruma City adalah apartemen yang rencananya mulai dibangun tahun 2020. Sekali lagi dengan melihat lokasi Taruma City di lokasi premium, apartemen yang akan dibangun menyasar segmen middle up. Pertimbangannya tentu apalagi kalau bukan makin besarnya eksptariat yang masuk ke Karawang. Bahkan, bukan hanya ekspatriat, pekerja WNI dengan status general manager ke atas lebih memilih apartemen. Dengan lahan yang relatif tidak luas, hanya ada satu tower apartemen yang
akan dibangun di Taruma City. Singkat kata, Taruma City, seperti kata Rina, bakal menjadi the last piece karena lahan kosong yang ada berada di jantung Kota Karawang hanya ada di Taruma City.

Salah satu pengembang yang memiliki lahan di atas 100 hektar adalah Galuh Mas yang memiliki lahan dengan luas 180 hektar. Dengan lahan seluas ini dan baru 60 persen yang digunakan, konsep yang dikembangkan Galuh Mas adalah kota mandiri. Pengembang yang masuk ke Karawang sejak tahun 2005, belum lama ini meluncurkan klaster terbarunya Thalassa Residence. Inilah klaster ke-15 yang sudah mengisi Galuh Mas. Lewat Cluster Thalassa Residence, Galuh Mas menawarkan konsep hunian terbaru yaitu hunian “Compact House”.

Tidak banyak jumlah unit yang dibangun di Cluster Thalassa Residence, hanya ada 289 unit dengan harga mulai dari Rp700 jutaan. Menurut Stephanie pengembangan klaster terbaru ini sebagai respon dari keinginan konsumen, setelah klaster sebelumnya yaitu River Garden dan New River Garden sudah sold out. “Sementara peminatnya masih banyak, ini mendorong kami launching yang terbaru Cluster Thalassa Residence,” ujar Stephanie.

Bukti Karawang terus melaju di tengah isu ekonomi 2018 dibuktikan dengan keberhasilan PT Summarecon Agung Tbk menggandeng perusahaan asal Jepang Toyota Housing Corporation Ltd. Kerjasama yang diresmikan pada bulan Oktober kemarin dilakukan oleh masing-masing anak usaha yaitu Summarecon Property Development dengan PT Toyota Housing Indonesia, untuk membangun dua klaster terbaru di Summarecon Emerald Karawang. Klaster dengan standard kualitas negeri Sakura ini terdiri dari 550 unit rumah satu lantai dan dua lantai di atas lahan seluas 64.500 meter persegi.

Kepiawaian Summarecon menggandeng perusahaan asal Jepang tentu tidak lepas dari kekuatan Karawang sebagai kawasan industri. Menurut Sanny Iskandar, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia. Karawang saat ini menjadi pusat pertumbuhan industri khususnya industri di sektor otomotif. Praktis semua perusahaan assembling
mobil, sepeda motor, ada di Karawang, seperti Toyota, Daihatsu, Honda tersebar di beberapa kawasan industri di Karawang khususnya di KIIC (Karawang International Industrial City), Kota Delta Mas, Surya Cipta Karawang, Mitra Karawang, Kota Bukit Indah.

Inilah pasar yang dibaca oleh Summarecon dengan banyaknya karyawan otomotif seperti Toyota. Kedua perusahaan bahkan merencanakan untuk mengkaji peluang pembangunan dormitory yang diperuntukan bagi karyawan Toyota. “Penandatanganan MoU ini menjadi sebuah komitmen bagi kedua belah pihak untuk mengembangkan Summarecon Emerald Karawang,” ujar Albert. Bagi Summarecon ini adalah kerjasama kedua dengan perusahaan asal Jepang, setelah sebelumnya melakukan penandatanganan kerjasama joint venture untuk membangun sebuah klaster hunian di Summarecon Bekasi.

Di luar rencana pembangunan dua klaster dengan sentuhan negeri Sakura, saat ada dua klaster yang sedang dipasarkan di Summarecon Emerald Karawang yaitu Sevanti Homes dan Elora Homes. Dua klaster ini baru diperkenalkan pada pertengahan September 2018 lalu. Harga berkisar Rp478 jutaan sampai Rp568 jutaan untuk Sevanti Homes. Sedangkan untuk Elora Homes harga mulai Rp826 jutaan sampai dengan Rp1 Milyaran.

Siapa sangka Grup Djarum disebut-sebut sebagai pengembang yang paling awal masuk ke Karawang yaitu sejak tahun 1995. Grup Djarum yang untuk bidang propertinya di bawah bendera Resinda Group tercatat memiliki lahan sekitar 200 hektaran dengan yang sudah
terbangun baru sekitar 100 hektar. Di Karawang Resinda Group mengembangkan perumahan, hotel dan mal.

Menurut Fredrick Herman, Deputy General Manager Residential Resinda, ada empat klaster yang sudah dibuka di Resinda Residensial. Salah satunya yang terbaru yaitu klaster Central Park. Menurutnya untuk mendukung pengembangan baru, harus ada sesuatu yang baru, salah satunya menambah klaster baru di Resinda Residensial. Rencananya tahun 2019 Resinda Residensial baru akan melakukan penjajakan membuka klaster baru. “Mungkin di tahun depan di 2019 atau di awal tahun 2020 kita ada rencana membuka klaster baru,” ujar Fredrick.

Bahkan, di luar landed house, Resinda Group sedang mempelajari membangun apartemen. “Seperti kita ketahui para developer di Karawang mulai masuk ke apartemen, office tower, mal, hotel. Untuk itu, di luar landed house kita sedang mempelajari untuk membangun apartemen,” ujar Fredrick.

Urban Town Karawang, inilah proyek milik BUMN PP Urban yang disambangi oleh Property and the City. PP Urban terbilang punya nyali besar karena sebagai pengembang baru, sudah berani membangun apartemen di Karawang, yang sebagian kalangan menyebut belum waktunya apartemen hadir di Karawang. Keseriusan PP Urban menggarap Karawang dibuktikan dengan rencananya yang tidak tanggung-tanggung yaitu membangun delapan hingga Sembilan tower dengan rentang waktu pembangunan hingga 13 tahun.

Resmi diperkenalkan September 2017, Urban Town Karawang dimaksudkan sebagai bagian dari perkenalan PP Urban sebagai pengembang baru. Menurut RR Roosita Cindrakasih, Sr. Realty Marketing Corporate Manager PT PP Urban, pihaknya tidak ingin muluk-muluk membangun apartemen kelas atas. PP Urban masih fokus dengan segmen menengah ke bawah. “Apartemennya low rise mungkin yang paling tinggi 16 lantai. Lainnya sudah mencapai Rp20-25 juta per meter persegi, kami masih di Rp10 juta per meter persegi,”
ujar Roosita.

Roosita menjamin walaupun Urban Town Karawang dibangun dengan konsep low rise tetapi fasad bangunan bukan rusunami. Pihaknya tetap menyediakan fasilitas apartemen terbaik, seperti kolam renang, jogging track, komersial area, outdoor gym, coworking space. “soal harga, kami pasarkan dengan harga rusunami, bahkan termurah se- Karawang yaitu Rp178 juta sudah include PPN. Fasilitas luar sudah lengkap karena menempel dengan Galuh Mas,” ujarnya.

Pilihan PP Urban sepertinya tidak salah, terbukti penjualan tower pertama Urban Town Karawang dengan tinggi hanya delapan lantai saat ini sudah mencapai 60 persen. “Kami harapkan Desember ini sudah sold out. Nanti di pertengahan tahun depan kami akan luncurkan tower kedua,” ujar Roosita. Saat ini tower pertama Urban Town Karawang sudah tutup atap. Perkiraan serah terima secara bertahap di akhir 2019.

Pagi yang cerah di Bulan Oktober kemarin acara potong tumpeng di ruang sederhana menandakan dimulainya pembangunan Arsa Residence Karawang. Tidak ada live music, yang ada hanya doa dalam kesederhanaan dari semua yang hadir. Acara ini sekaligus perkenalan PT Bangun Properti Indonesia sebagai pengembang Arsa Residence Karawang. PT Bangun Properti Indonesia, inilah pendatang baru yang langsung menggebrak pasar properti di Karawang dengan proyek pertamanya Arsa Residence Karawang. Tidak tanggung-tanggung, Arsa Residence Karawang dengan bangunan rumah dua lantai dilepas di harga Rp300 jutaan.

Arsa Residece Karawang seperti ingin menantang dengan lokasi strategis di Kota Karawang berani membangun rumah dua lantai dengan harga Rp300 jutaan. Tantangan ini diterima konsumen. Terbukti saat pemilihan Unit Perdana Arsa Residence pada pertengahan November kemarin, sebanyak 25 unit langsung terjual habis dalam waktu 2,5 jam. “Antrian masih banyak, namun kami batasi penjualan perdana cuma untuk 25 unit saja,” ujar Ali Tranghanda, CEO PT Bangun Properti Indonesia di sela-sela acara pemilihan unit yang digelar di Brits Hotel Grand Taruma, Karawang.

Kita tidak perlu tanya kepada CEO PT Bangun Properti Indonesia kenapa produknya laku. Baiknya kita dengar cerita calon pembeli yang datang pada pemilihan Unit Perdana Arsa Residence. Dewi salah satu konsumen mengaku tertarik dengan harganya yang Rp300 jutaan dengan bangunan rumah dua lantai. Padahal harga rumah di Karawang sudah mahal. “Kita juga sudah survei ke perumahan lain di karawang. Ada yang dua lantai harganya sudah Rp500 jutaan. Baru di sini saja yang menemukan rumah dua lantai harganya Rp300 jutaan,” ujar Dewi yang datang bersama temannya.

Pembangunan Arsa Residence kini sudah dimulai di atas lahan 2,8 hektar. Saat ini sedang dalam tahap pemerataan lahan. Rencananya dalam kawasan ini akan dibangun lebih dari 200 unit rumah. Diperkirakan dalam waktu enam bulan kemudian proses serah terima
kepada konsumen akan dimulai secara bertahap. Ali menjanjikan tengah menyiapkan penjualan tahap kedua dalam waktu dekat ini.

Satu lagi pengembang yang masuk dalam pantauan Property and the City bakal mengembangkan proyek di Karawang adalah Pollux Properties dengan proyeknya bernama Pollux Technopolis. Proyek yang dikembangkan di atas lahan 42 hektar ini tidak main-main karena mengembangkan konsep kota mandiri yang akan diisi apartemen, office tower, universitas, mal, hotel, rumah sakit. Keseriusan Pollux Properties mengembangkan konsep kota dibuktikan dengan membangun pintu tol sendiri di pintu tol KM 47. “Bisa dibilang ini proyek yang paling lengkap yang ada di Karawang adalah Pollux Technopolis,” ujar Reny Yulianti, Sales Manager, Pollux Technopolis Karawang.

Tidak sekadar kota yang dibangun, lanjut Reny, tetapi kota pintar yang didukung oleh ragam teknologi high-tech. Konsep bangunannya pun sudah dipikirkan dengan desain bangunan model futuristik. Kemudian untuk universitas yang diundang adalah universitas berbasis teknologi yang masuk ke Pollux Technopolis Karawang. “Sesuai dengan area di Karawang sebagai kawasan industri yang mayoritas berasal dari Jepang,” ujar Reny.

Total keseluruhan apartemen ada 20 tower. Saat ini fase pertama dibuka lima tower apartemen. Untuk tower pertama sebanyak 432 unit dan sudah sold out, dan segera buka penjualan tower dua. Sebagai kawasan industri tentu kebutuhan perkantoran menjadi persoalan penting di Karawang. Untuk itu office tower yang dibangun di Pollux Technopolis akan memiliki ketinggian hingga 80 lantai. Kemudian hotel bintang lima tentu mengincar para ekspatriat yang datang meninjau pabrikan di Karawang.

Menurut Reny, saat ini pihaknya sedang membangun infrastruktur di lahan termasuk proses pembangunan pintu tol sendiri yang mengakses langsung ke Pollux Technopolis. “Kami ngejar buka akses dulu, setelah itu dalam waktu dekat akan groundbreaking tower pertama,” ujarnya.

Menarik apabila di Pollux Technopolis dilengkapi mal. Pasalnya, untuk kawasan seluas Karawang saat ini baru ada tiga pusat perbelanjaan. “Sejauh ini baru ada tiga pusat perbeanjaan di Karawang. Salah satunya Resinda Park Mall,” ujar Fredrick. Resinda Park Mall adalah bagian dari Resinda Group selain residensial dan hotel. Dengan makin bertambahnya populasi Karawang dipastikan ke depannya mal makin dibutuhkan.

Konsep terintegrasi dengan hunian memang menjadi pilihan utama. Resinda Park Mall sendiri hadir sebagai fasilitas pendukung bagi proyek Resinda yang telah berjalan seperti residensial dan hotel. “Kehadiran Resinda Park Mall juga ditujukan untuk mendukung kemajuan dan perkembangan Kota Karawang,” ujar Andrianus Rusdy Jakaria, Marketing Communication Resinda Park Mall.

Sedikit tentang mal ini, Resinda Park Mall dibangun dengan konsep ‘Family Shopping Experiences’. Tenant yang mengisi seluruh area Resinda Park Mall sangat beragam, produk-produk yang ditawarkan terdiri dari Food & Beverages, Departement Store, Hypermarket, Cinema, Fashion and Cosmetic, Home Hardware, Electronic, Gadget, Games, Kids, Toys dan Entertainment. Saat ini Resinda Park Mall telah diisi oleh beberapa anchor tenant, di antaranya Centro by Parkson, Cinema XXI yang dilengkapi dengan
studio Premier, Transmart Carrefour, Timezone, JYSK, Mr. DIY, NAV Family Karaoke, dan Best Denki.[Hendaru, Pius Klobor, M. Ali Akbar]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here