Jalin Kerjasama dengan Intiland, Poins Square Ganti Konsep

0
207
poins square ganti konsep
Permadi Indra Yoga, Direktur Pengembangan Bisnis Intiland (kiri), Hans Halim, Direktur PT Menara Prambanan (tengah), dan Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland (kanan)./ Pius Klobor

PT Inti Sarana Ekaraya – anak perusahaan PT Intiland Development Tbk (Intiland) – menjalin kerjasama strategis dengan PT Menara Prambanan untuk proyek pengembangan mixed use & high rise Poins Square Jakarta Selatan. Penandatanganan nota kerjasama dilaksanakan di Grand Whiz Poins Square Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019)

Adapun lingkup kerjasama kemitraan yang dituangkan lewat skema joint venture ini meliputi aspek kepemilikan, pengelolaan, dan pengembangan Poins Square ke depan, khususnya pada fasilitas dan area ritel serta komersial.

Baca: Bangun MRT, Ekonomi Fatmawati Turun 30 Persen

“Ini adalah komitmen kami untuk mengembangkan mixed use & high rise, terutama di Jakarta Selatan. Selama ini kami sudah mengembangkan South Quarter, sehingga kami harapkan dengan adanya MRT, tentunya bisa melengkapi kawasan ini,” ujar Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland.

Archied menambahkan, kerjasama kemitraan ini bersifat mutual bagi kedua belah pihak. Kedua perseroan sepakat untuk membentuk PT Inti Menara Jaya sebagai perusahaan patungan yang akan bertindak selaku entitas pengelola Poins Square dengan komposisi kepemilikan masing-masing 50 persen.

“Kami optimis kolaborasi ini memberikan nilai tambah bagi Poins Square. Lokasinya sangat strategis, di samping Stasiun MRT Lebak Bulus, sehingga akan menjadi simpul pertemuan utama bagi warga yang memanfaatkan moda transportasi tersebut,” tambah Archied.

Menurutnya, kerjasama joint venture ini meliputi pengembangan, pengelolaan, penjualan atau penyewaan unit-unit strata title maupun area-area komersial yang terdapat di Poins Square seluas kurang lebih 36,2 ribu meter persegi.

Dalam kesempatan yang sama, Hans Halim, Direktur PT Menara Prambanan mengungkapkan, Poins Square telah mengalami pasang surut selama 14 tahun berjalan. Pasalnya, hadirnya pusat-pusat perbelanjaan baru yang lebih modern telah mengurangi pengunjung ke Poins Square.

“Meski demikian, salah satu keunggulan kami yang tidak bisa dikalahkan adalah lokasi. Lokasi kami strategis, apalagi dengan hadirnya Stasiun MRT Lebak Bulus yang berada persis di sebelah Poins Square,” kata dia.

Poins Square dibangun di lahan 2,5 hektar dengan konsep superblok yang menggabungkan hunian vertikal, komersial, ritel dan hotel. Hans meyakini, kelak Poins Square akan menjadi destinasi utama bagi para penumpang MRT.

Baca: Intiland Development Bersiap Bangun Fifty Seven Promenade

“Peluang ini yang kami antisipasi dengan hadirnya wajah baru Poins Square yang lebih modern. Untuk inilah kami bekerja sama dengan Intiland,” ungkapnya.

Skybridge Stasiun MRT-Poins Square

Poins Square selain merupakan one stop shopping yang meliputi pusat perbelanjaan, ritel, dan hotel, juga dilengkapi dengan apartemen 15 lantai. Saat ini pusat perbelanjaan tersebut dikenal sebagai salah satu pusat elektronik, ponsel, komputer dan kamera yang berada di kawasan Jakarta Selatan. Sementara hotelnya dikelola oleh jaringan Whiz Hotel melalui brand Grand Whiz Poins Square untuk kelas hotel bintang empat.

“Sinergi ini akan melahirkan sebuah konsep baru Poins Square sebagai pusat pertemuan dan hub modern bagi masyarakat di kawasan Jakarta Selatan dan sekitarnya,” lanjut Hans.

Poins Square adalah proyek Transit Oriented Development (TOD) ke-empat yang dikembangkan oleh Intiland. Tiga TOD lainnya, meliputi proyek Fifty Seven Promenade yang berada di kawasan TOD Dukuh Atas, Intiland Tower di kawasan TOD Bendungan Hilir, dan kawasan South Quarter yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari stasiun Fatmawati.

“Khusus untuk MRT setelah hampir 20 tahun menunggu, akhirnya kita memiliki satu jenis moda transportasi yang reliable dari sisi waktu, keamanan, dan kenyamanan,” kata Permadi Indra Yoga, Direktur pengembangan bisnis Intiland.

Senada, Archied menambahkan, dengan adanya TOD, maka kawasan ini akan memiliki nilai jual yang semakin tinggi.

“Ke depannya, kami melihat bahwa proyek-proyek yang berada di TOD akan menjadi jawaban terhadap permasalahan gaya hidup perkotaan,” katanya.

Dengan mengusung konsep #LivingConnected, Yoga melanjutkan, Intiland berusaha fokus mengembangkan proyek-proyek di kawasan TOD. Kawasan TOD terbukti memiliki nilai yang tinggi karena mengedepankan konsep connectivity, accesibility dan walkability yang menjawab kebutuhan masyarakat urban untuk meningkatkan kualitas hidup. Kerjasama ini juga akan memfokuskan rencana interkoneksi langsung antara Poins Square dengan stasiun MRT lebak Bulus.

“Kami akan merenovasi serta mengkonsep ulang area dan fasilitas ritel dan komersial, sehingga akan ada perubahan konsep dari sebelumnya berupa trade center menjadi transit mall,” kata Yoga lebih lanjut.

Diperkirakan dalam setiap hari akan ada sekitar 30 ribu beraktivitas di stasiun MRT Lebak Bulus. Untuk ini, Intiland akan membangun jembatan penghubung atau sky bridge antara stasiun MRT dengan Poins Square.

“Kami mendapat sebuah opportunity dengan pihak MRT untuk menyambung secara langsung dari Stasiun Lebak Bulus ke gedung kami. Jadi pasti akan menciptakan sebuah bisnis baru dan peningkatan bisnis dari yang ada saat ini,” terang Yoga.

Baca: APL Terapkan Konsep Eco Living di PGV Cimanggis

Sebagai transit mall, Poins Square diposisikan menjadi hub dan meeting point baru bagi ribuan orang per hari yang berada di area ini. Penyediaan fasilitas food & beverage baru yang nyaman seperti area restoran dan kafe serta berbagai jenis makanan yang berkonsep grab and go.

“Selama proses pembangunan mall tetap beroperasi seperti biasa. Dan kami juga tidak mengganti nama Poins Square, mungkin hanya logonya saja yang kami sesuaikan dengan konsep baru,” kata Yoga sembari menambahkan, pembangunan jambatan penghubung akan dimulai setelah lebaran dan rampung pada kuartal pertama 2020.

Untuk mewujudkan pengembangan konsep baru Poins Square tersebut, PT Inti Menara Jaya menyiapkan dana investasi sekitar Rp436 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here