Investasi Properti: Ini Tujuh Saran di Tahun Ayam Api

0
368

Tahun ayam api merupakan momen yang tepat untuk berinvestasi apapun, termasuk properti. Jangan sampai momen ini terlewatkan. Ada elemen api yang menandakan agresivitas investasi, ada pula elemen ayam yang bermakna kerja keras.

“Tahun-tahun dimana elemen api itu ada, biasanya investasi sangat agresif, baik kenaikan maupun turun. Tapi ada ayam yang punya simbol kerja karas, sehingga investasi akan lebih positif,” ujar pakar fengshui Wiendy Nathalia, kepada Property and The City, di The Margo Hotel, Depok, beberapa waktu lalu. “Pastinya juga bahwa harganya akan ikut naik,” sambungnya.

[Baca juga: Optimis 2017, GDC Luncurkan Program Promo]

Bagi Wiendy yang juga tarot online itu, permintaan properti untuk hunian akan lebih banyak diburuh dibandingkan properti komersial. Alasanya, tahun 2017 juga merupakan tahun yang baik untuk pernikahan, sehingga banyak pasangan muda yang akan mencari rumah.

Meski begitu, ada beberapa shio menurut perhitungan fengshui yang bakal ciong – peruntungan kurang bagus – dalam tahun 2017 ini. “Ciong kerbau dan tikus sebenarnya kurang begitu baik di tahun ini,” kata Wiendy.

Sementara, shio-shio lainnya seperti naga dan ular akan ada banyak pemasukan dalam tahun ini. “Jadi sangat cocok jika mereka ingin berinvestasi di properti,” tegasnya.

7 Saran

Beberapa hal juga mesti diperhatikan ketika memilih sebuah rumah. Meski hal ini hanya sebagai saran, namun tetap dipercaya akan menghadirkan energi positif dan keuntungan yang lebih baik di dalam rumah.

Pertama, denah dan arah.
Hal ini, sebut Wiendy yang mesti diperhatikan investor ataupun konsumen ketika pertama beli rumah. Fengshui memercayai bahwa shio-shio tertentu memiliki hoki/keberuntungan dalam hal arah rumah.

“Setiap orang berbeda, sehingga baiknya harus konsultasi kepada ahlinya. Tapi sebenarnya arah rumah ini masih bisa diakali dengan ornamen yang diletakkan dalam rumah, atau bentuk ruangan yang bisa diubah,” kata Wiendy.

Kedua, atap rumah.
Disarankan agar atap rumah yang lebih tinggi. Atap rumah yang tinggi memungkinkan sirkulasi udara yang lebih leluasa. Hindari jangan sampai ada kantong-kantong sendiri di atap rumah tersebut.

“Kalau mau, atap model segitiga saja, atau bentuk kotak. Fengshui percaya akan aliran energi, sehingga jika ada kantong di atap tersebut, maka energi akan terperangkap dan tidak bisa keluar,” jelasnya.

Padahal, menurut Wiendy, energi itu harusnya bisa berputar terus-menerus. “Jadi kalaupun rumah-rumah yang punya atap unik, harus bisa diakali dengan benda-benda yang ada di bawahnya. Ini memang agak sedikit ribet. Jadi lebih baik atap terbuka dan sedikit lebih tinggi,” sambung dia.

Ketiga, ventilasi.
Masih terkait sirkulasi udara, disarankan pula agar rumah tinggal memiliki banyak ventilasi. “Kalaupun ventilasinya sedikit, maka mereka harus buka pintu terus-menerus, setidaknya dalam waktu berjam-jam,” tegasnya.

Keempat, ornamen & interior.
Untuk interior, baiknya kurangi ornamen-ornamen yang berukuran kecil, seperti patung-patung atau ornamen lainnya. “Jadi kalau di meja ada foto, masih oke. Tapi jangan sampai ada terlalu banyak patung yang justru memecah energi chi yang masuk ke dalam rumah,” katanya.

Kelima, warna.

Pada tahun ini warna yang lebih disarankan adalah lavender, atau warna ungu. Elemen api yang agresif disebut akan membuat orang juga jadi lebih agresif. Maka warna lavender akan lebih menenangkan, sehingga dapat menyeimbangkan semua.

“Fengshui percaya dengan aliran energi, sehingga semua harus seimbang. Jangan sampai cuma agresif tapi harus ada tone down-nya,” terang Wiendy.

Meski begitu, sambungnya, warna-warna tersebut juga harus disesuaikan fungsi dan kegunaan sebuah ruangan. “Jadi kalau ruangan istirahat, maka warna disesuaikan. Jangan pakai warna ruangan kerja di ruang istirahat, karena akan merubah energinya sendiri dalam ruangan itu.”

Keenam, tanaman hias.
Entah karena kepercayaan akan sebuah keberuntungan, atau hanya sekadar sebagai hiasan saja, kebanyakan orang masih meletakkan tanaman hias di dalam rumah. Padahal menurut fengshui, sangat disarankan agar tanaman hias tidak diletakkan di dalam rumah, apalagi tanaman berduri. Wiendy bilang, tanaman hias berduri akan membawa energi yang kurang baik dalam rumah tersebut.

“Kalaupun jika ada tanaman dalam rumah, baiknya malam hari dikeluarkan saja karena energi yang masuk akan terserap ke dalam tanah di pot bunga. Padahal energi itu seharunya terus berputar, kalau tidak akan berubah menjadi energi yang buruk yang dipercaya akan memperburuk keadaan dalam rumah tangga tersebut,” katanya.

Ketujuh, ruang makan.
Ruang makan juga harus lebih tinggi daripada ruang lainnya. Ini karena, jika ada semut atau lainnya akan lebih susah menjangkau karena lebih tinggi. Selain itu, ruangan tinggi akan lebih mudah pula untuk menghalau serangga.

“Jadi sebenarnya semua saran dari fengshui tersebut bisa dipahami dan diterima secara logis,” tegas Wiendy. [pio]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here