Investasi di Alter Ego, Lima Tahun Balik Modal

2
528
Apartemen Skandinavia
Apartemen Skandinavia [Pius]

Alter Ego merupakan bagian dari pengembangan apartemen Skandinavia dalam kawasan mixed use Tangerang City yang dibangun oleh PT Pancakarya Griyatama.

Alter Ego terdiri dari beberapa tipe dengan banderol harga mulai dari Rp989 juta untuk tipe 2 kamar tidur junior. Kemudian untuk tipe 2 kamar tidur corner dijual Rp1,5 miliar, sementara tipe 3 kamar tidur corner Rp2,4 miliar.

Norman Eka Saputra, Direktur PT Pancakarya Griyatama mengatakan, dengan segala fasilitas dan jaminan kenyamanan yang ada, Alter Ego sangat menjanjikan bagi investor. Kata dia, ada ceruk pasar terutama untuk short medium stay sehingga investor bisa menyewakan kembali, seperti melalui platform Air BnB atau lainnya.

“Potensinya sangat besar sekali dari segi income, apalagi dengan ukuran unit yang cukup luas. Artinya kalau orang traveling dengan 2 anak, tanpa harus membayar dua kamar hotel. Dimana standar kami tidak kalah dengan bintang 4. Bahkan di atas standar Novotel,” kata Norman.

Lebih rinci, Norman menjelaskan, jika tinggal di Novotel Tangerang dengan biaya Rp1,1 juta per malam maka harus menyewa dua kamar tidur. Sebab luasan Novotel sekitar 32-36 meter persegi tidak bisa menampung hingga 4 orang, hanya maksimal 3 orang saja. Tapi kalau di Alter Ego dengan luas 45 meter persegi, sudah bisa menampung hingga 5 orang.

“Ini kemudian memberikan suatu keuntungan investasi yang besar sekali,” tegas Norman.

Saat ini okupansi di Novotel year to date 92,81 persen. Norman mengasumsikan jika di Alter Ego hanya 80 persen saja dan dengan sewa per malam Rp800 ribu, dikali dengan 24 hari per bulan maka dalam setahun yang dihitung cukup 11 bulan, pendapatan sewa sudah mencapai Rp250-270 juta.

“Bayangkan, return sendiri sampai Rp20 juta per bulan. Sehingga dalam 11 bulan saja, maka return bisa mencapai antara Rp250-270 juta untuk apartemen dengan harga saat ini Rp1,050 miliar. Dengan demikian, maka dalam 5 tahun konstan, tanpa kenaikan okupansi yang saya asumsi 80 persen dan tanpa kenaikan harga saat ini, maka sudah balik modal. Itu hanya income dari sewa,” katanya.

Ini belum termasuk apresiasi akan propertinya sendiri yang diprediksi antara 5-6 persen untuk rata-rata wilayah Jabodetabek. Artinya dalam 5 tahun tersebut akan ada apresiasi 25-30 persen.

“Jadi dalam 5 tahun itu, tidak hanya balik modal tetapi ada ekses 30 persen dari apresiasi nilai properti. Berarti dengan catatan tadi, maka return-nya antara 22-23 persen,” cetus Norman.

Rencananya, Alter Ego, Skandinavia akan dikelola oleh operator hotel Fika sebagai leisure hotel dan long stay untuk business traveler. Ini juga menjadi pembeda dengan Novotel Hotel sebagai business hotel yang sudah ada dalam kawasan yang sama.

Adapun 1 tower Skandinavia merangkum sebanyak 1.065 unit. Saat ini tersisa sebanyak 450 unit, terdiri dari 420 unit Alter Ego dan 30 unit Skandinavia tahap I.

Sebanyak 60 persen pembeli adalah warga Tangerang dan sekitarnya, 30 persen dari Jakarta dan 10 persen luar kota. Penjualan Alter Ego, Skandinavia ditargetkan akan sold out hingga akhir 2019.

Apartemen skandinavia menghabiskan dana investasi sekitar Rp650 miliar, sementara total keseluruhan Tangerang City dan infrastruktur pendukungnya mencapai Rp2 triliun.

Dari total lahan Tangerang City seluas 10 hektar, 7,6 hektar digunakan untuk pengembangan properti, sisanya sebagai ruang terbuka hijau dan badan jalan. Sementara yang sudah terbangun TangCity Mall, TangCity Business Park dan Novotel Hotel Tangerang. [Pius Klobor]

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here