Investasi 1 Triliun, SouthCity Kembangkan Hunian Coliving Pertama di Indonesia

0
162
Hunian Coliving Pertama di Indonesia
CEO & Direktur SouthCity, Peony Tang (kiri) menjelaskan konsep hunian The Parc Apartment di sela acara Grand Launching The Parc di Pacific Place, Jakarta, Sabtu (27/4/2019)./ Foto: dok. SouthCity.

PT Setiawan Dwi Tunggal, pengembang kawasan hunian terpadu SouthCity seluas 55 hektar, segera mewujudkan konsep hunian coliving pertama di Indonesia, yakni The Parc Apartment. Tidak tanggung-tanggung, pengembang menggelontorkan dana sebesar Rp1 triliun untuk membangun hunian vertikal yang berada di Pondok Cabe tersebut.

The Parc yang juga masih berada di kawasan Cinere, Selatan Jakarta ini akan dibangun sebanyak 1.701 unit. Apartemen dibangun di lahan seluas 1,5 hektar, dimana nantinya konsep coliving akan tercermin dari 70% area yang didedikasikan sebagai fasilitas bersama, ruang rekreasi dan area hijau yang terintegrasi dengan area superblock SouthCity.

Baca: THE PARC, SOUTHCITY: BRO, DI SINI BISA NABUNG DP

“Kami mendesain The Parc apartemen menjadi sebuah manifestasi dari kehidupan komunal. Kami menyediakan kesempatan bagi penghuni untuk saling berbagi dan berkolaborasi, namun tetap mengutamakan privasi, fungsi dan kenyamanan,” ujar CEO & Direktur SouthCity, Peony Tang saat Grand Launching The Parc di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

Tidak sekadar sebuah hunian, lanjut Peony, The Parc juga sebuah tempat untuk melahirkan inspirasi terbaik dan membangun hubungan yang bermakna.

“The Parc menjadi tempat untuk saling berhubungan dalam komunitas dan didesain untuk berbagi kehidupan dengan orang lain untuk kehidupan yang lebih baik,” kata dia.

Cicilan Mulai Rp99.000

The Parc Apartment terdiri dari 3 tower setinggi 13 lantai yang direncanakan sebanyak 1.701 unit. Adapun sebanyak 392 di tower pertama sudah terjual hingga 60%. Pengembang pun segera membuka penjualan tower kedua.

“Kami menargetkan penjualan hingga 80% tahun ini dan setelah itu akan mulai memasarkan tower dua,” kata Stevie Jaya, Associate Director SouthCity.

Untuk memudahkan konsumen, utamanya kaum milenial memiliki hunian di The Parc, pengembang telah menyediakan skema pembayaran ringan. Cukup hanya dengan cicilan sebesar Rp99.000 per hari, konsumen sudah bisa memiliki hunian prestisius tersebut.

Baca: DESARI: PROPERTINYA MENGALIR DERAS

Tower pertama yang direncanakan mulai dibangun pada akhir tahun ini menyediakan 3 tipe, yakni Studio (22,55 m2), 1 Bedroom (30,06-36,66 m2) dan 2 Bedroom (45,10 m2). Saat ini, The Parc dibandrol dengan harga promo dan terjangkau mulai dari Rp357 juta sampai dengan Rp707 jutaan per unit. Konstruksi tower pertama ditargetkan akan selesai pada akhir tahun ini.

Gandeng GoWork

the parc grand launching
Kanan ke Kiri: Agus Soegiarto, Shareholder; Igianto Joe, Shareholder; Sukardi Tandiono, Shareholder; Peony Tang, President Director; dan Stevie Faverius Jaya, Sales and Marketing Associate Director./ Foto: dok. SouthCity

Dalam upaya menyediakan fasilitas untuk berkolaborasi, SouthCity juga menggandeng GoWork, penyedia jasa coworking space yang sudah memiliki nama di Indonesia. Dalam kerjasama ini, GoWork selaku operator akan mengadakan berbagai kegiatan komunitas, menyediakan fasilitas coworking space, dan juga fasilitas lain yang memungkinkan penghuninya berbagi dan berkolaborasi.

Peony menyebutkan GoWork memiliki pengalaman dalam menyediakan 35.000 meter persegi coworking space yang tersebar di 17 lokasi di Indonesia. GoWork juga memiliki komunitas yang berjumlah lebih dari 9.000 anggota lewat platform aplikasi.

“Salah satu kunci kekuatan GoWork adalah semangat berkolaborasi. Kerjasama strategis ini adalah yang pertama di Indonesia. Kami berharap dengan kerjasama ini kami pun turut memenuhi semangat SouthCity dalam mengembangkan hunian dengan filosofi work, life and play,” sambung Vanessa Li, CEO GoWork.

Tujuan diadakannya kerjasama ini adalah untuk memastikan para penghuni bisa menikmati keuntungan dari coliving. Dimana coliving, lanjut Peony tak sekadar berbagi fasilitas umum, tetapi merupakan personafikasi dari kolaborasi dan komunitas, cara bagi para penghuni untuk berbagi ketertarikan, sumber daya dan impian dengan penghuni lain untuk mencapai tujuan hidup yang lebih terarah.

“Kami yakin, konsep coliving akan mengubah wajah industri properti dalam banyak hal, sama seperti konsep ekonomi berbagi telah mengubah dunia bisnis. Untuk memenuhi kebutuhan kaum milenial, pengembang harus lebih inovatif dan terbuka terhadap perubahan, untuk sektor properti, artinya harus bisa mengintegrasikan konsep live, work and play, dalam produknya,” tegas Peony.

Investasi Properti

Selain itu, berkaca dari Uber dan Airbnb, yang telah lebih dahulu mengembangkan konsep ekonomi berbagi, SouthCity juga menggandeng PropertiAnda.com. Sebuah perusahaan digital yang mengembangkan konsep investasi properti melalui dana bersama (crowdfunding).

Sebagai informasi, PropertiAnda.com merupakan pengembangan model fintech yang menawarkan platform layanan proptech (property technology) berbasis crowdfunding untuk berinvestasi pada aset properti. Layanan ini mengakomodasi beberapa orang untuk membeli sebuah properti secara bersama-sama mulai dari Rp500.000, mendapatkan income dari biaya sewa properti dan menjual investasi tersebut kapan saja.

Baca: Damai Putra Group dan Bank Mandiri Berikan Bunga Spesial untuk Milenial

“Sejarah menyebutkan bahwa properti merupakan investasi yang konsisten, stabil dan dapat memberikan kesempatan untuk masyarakat yang ini berinvestasi jangka panjang, tanpa harus memiliki modal besar, konsultan properti atau kurang likuiditas,“ terang William Suwandi, Co-Founder Properti Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here