×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Virtual Reality Technology

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Tahun 90-an kalau mau membeli rumah,  Anda  harus datang langsung ke lokasi untuk melihat kondisi bangunan. Sekarang dengan teknologi Virtual Reality (VR) Anda bisa membeli rumah tanpa harus berkunjung ke lokasi. Virtual Reality merupakan teknologi yang dapat membuat pengguna dapat berinteraksi dengan lingkungan yang disimulasikan komputer. Diperkirakan teknologi ini akan banyak digunakan oleh pencari properti untuk menemukan properti impian mereka.

Tidak akan lama lagi perusahaan real estate akan banyak menggunakan teknologi inovatif ini. Dengan alat ini investor akan mendapatkan kesempatan bisa mengetahui tentang properti yang ingin mereka beli dan kemudian berpikir untuk berinvestasi.

Namun, teknologi VR  ini membutuhkan biaya sangat mahal. Untuk mengantisipasinya sebagian besar perusahaan properti melakukan pengambilan foto rumah beserta isinya dengan menggunakan kamera panorama 3D.  Diprediksikan pada tahun 2025, mencari dan membeli properti menjadi sangat mudah. Bahkan dengan menggunakan VR  ini, Anda bisa membeli properti di negara lain tanpa harus repot-repot pergi ke negara yang bersangkutan. Anda bisa melakukannya di dalam rumah sambil menyeruput kopi dan menonton televisi.

Anda masih ingat kacamata Virtual Reality yang terbuat dari kertas kardus yang resmi dibagikan oleh Google kepada peserta Google I/O beberapa waktu silam. Google Cardboard merupakan headset virtual reality yang terbuat dari lipatan potongan kardus. Kini, VR telah bertransformasi menjadi teknologi canggih untuk memudahkan konsumen membeli rumah.

Apa itu Virtual Reality (VR)? VR adalah teknologi visual yang bertujuan untuk membuat penggunanya seolah-olah sedang mengalami sebuah pengalaman  nyata. Sebagai contoh sebuah tur virtual yang membuat seolah-olah Anda sedang mengunjungi sebuah museum, melihat setiap benda yang dipamerkan, melihat langit-langit yang megah, sampai memperhatikan detail lantai hanya dengan menggerakkan kepala.

CEO Google mengatakan bahwa hampir semua smartphone berukuran 4-5 inch yang compatible dengan Google Cardboard, memiliki fitur sensor Accelorometer dan Gyroscope yang berfungsi untuk headtracking agar Anda bisa melihat sekeliling sampai 360 derajat.
Sejumlah perusahaan teknologi di dunia kini juga sudah menciptakan Device VR futuristik. Beberapa diantaranya bahkan sudah beredar dan dijual di Indonesia. Managing Director portal properti global Lamudi Indonesia, Mart Polman mengatakan bahwa tidak akan lama lagi perusahaan real estate akan banyak menggunakan teknologi VR.

“Apa yang kita lihat sekarang adalah dengan menggunakan alat ini investor akan mendapatkan kesempatan untuk bisa mengetahui tentang properti yang ingin mereka beli dan kemudian berfikir untuk berinvestasi. Ke depannya nanti Anda akan melihat orang-orang akan bertransisi dengan melihat properti secara online dari portal properti dan melakukan transaksi jual beli dari rumah,” katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Sebelum digunakan sebagai alat untuk memonitor rumah dari jarak jauh, teknologi VR sudah merambah dunia produksi game. Kecenderungan manusia yang ingin melihat dan menikmati rumah yang akan mereka beli, menjadikan teknologi  VR akan banyak diminati oleh perusahaan pengembang properti.PROPERTYTREND24

Industri teknologi VR ini akan menjadi ladang keuntungan bukan hanya bagi para produsennya, tetapi juga sebagai provit making bagi perusahaan pengembang properti. Teknologi realitas virtual ini benar-benar  menawarkan sudut pandang menarik. Si pemakai VR ini akan merasakan sensasi berada dalam rumah yang akan mereka beli dan mengetahui detail sudut-sudut rumah. Teknologi realitas virtual ini  akan memainkan peran penting dalam masa depan industri perumahan dan properti. Beberapa produsen perangkat realitas virtual seperti Oculus Rift, HTC Vive, dan Sony Playstation VR akan meraup pendapatan hingga 895 juta Dolar Amerika Serikat tahun ini. Dan sebentar lagi keuntungan ini juga akan dinikmati oleh sejumlah perusahaan pengembang properti di Indonesia.

Dalam industri perfilman, teknologi VR  baru digunakan untuk tujuan promosi. Sebagai contoh adalah video pendek realitas virtual yang dibuat untuk film fiksi ilmiah. Bukan tidak mungkin, teknologi VR ini akan membuat pengembang lebih hebat lagi dalam menjual seluruh produk propertinya.

Dalam satu tahun terakhir ini, Virtual Realty (VR) sudah mulai dikenal secara  luas. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaannya. VR merupakan hardware rumit dan harus digunakan sesuai fungsinya. Anda harus dapat menyesuaikan fit dari headset dan ini tidak selalu mudah, seperti mengencangkan atau melonggarkan tali, ditambah memperbaiki jarak fokus, atau bahkan jarak mata. Pengguna VR tidak bisa melihat sekitar Anda. VR menuntut penggunanya untuk berdiri, merunduk atau  duduk. Silakan mencoba! l

You have no rights to post comments