IS REAL ESTATE TECH DISRUPTION THE END OF THE PROPERTY AGENT?

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Dalam sebuah headline portal berita luar negeri terpampang judul “Is real estate tech disruption the end of the property agent?” Sebuah topik perubahan yang mengangkat tema disruption dalam bisnis properti.
Dalam sebuah dunia yang berubah cepat menyusul kemajuan perkembangan teknologi yang super cepat memastikan banyak pola bisnis yang juga berubah, bahkan tidak sekadar pola, melainkan fundamental bisnis menjadi berubah drastis. Beberapa pihak meramalkan bakal adanya profesi yang terlempar dan terancam hilang. Para unskilled labour akan terhempas digantikan robot dan mesin dengan teknologi terkini. Para teller menjadi tidak diperlukan dengan banyaknya layanan self-service - tidak hanya di perbankan – juga mulai memasuki dunia ritel supermarket. Meskipun tidak secepat yang dibayangkan, namun perlu menjadi pemikiran tersendiri.
Bagaimana dengan dunia properti? Dengan semakin berkembangnya start up properti dengan aplikasi teknologi yang terus berkembang, dipercaya akan mengubah pola distribusi pemasaran produk properti dari konsumen ke developer dengan perantara agen atau broker properti. Konsumen akan semakin cepat terlayani dan mencari berulang kali tanpa keluhan dari sebuah portal jual beli properti. Namun apakah portal ini akan menggantikan para agen pemasaran? Jawabnya “ Tidak!”

Baca juga :

Bahkan di luar negeri yang sudah super canggih pun, para agen properti tetap mendapat tempat bagi konsumen. Perubahan besar terjadi untuk barang bergerak yang dipindahtangankan termasuk fashion, gadget, elektronik, makanan, minuman, dan lainnya. Namun dengan karakter properti yang unik dengan banyaknya unsur terkait di dalamnya termasuk masalah legalitas, kepemilikan, bahan bangunan, dan lainnya membuat para konsumen mau tidak mau harus tetap melihat ‘barang’ tersebut.
Disruption yang terjadi mengubah banyak hal seperti berkurangnya penggunaan mesin faksimili, berkurangnya kartu-kartu ucapan, bertambahnya belanja online, dan banyak hal yang cepat berubah. Namun dalam dunia properti, disruption malah akan mengurangi beban para agen pemasaran untuk menjelaskan dan menyeleksi properti yang diminat oleh konsumen. Karenanya dampak yang paling ringan akibat disruption ini adalah profesi dalam bidang properti. Sebuah transaksi properti menjadi unik karena adanya sentuhan kepercayaan (trust) yang tidak dapat digantikan dengan teknologi. Jadi bila ada pertanyaan “Is real estate tech disruption the end of the property agent?”, maka sekali lagi jawabannya tetap “Tidak”. ●

You have no rights to post comments