×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Central Business District tak Sekedar Pusat Bisnis

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

CENTRAL BUSINESS DISTRICT TAK SEKEDAR PUSAT BISNIS

Central Business District (CBD) kerap diidentikkan sebagai pusat kota. Akan tetapi, banyak kota terutama yang memiliki sejarah panjang memiliki kawasan CBD jauh dari pusat kota, bahkan memiliki beberapa CBD dalam satu kota.

Kawasan pusat bisnis alias Central Business District (CBD) merupakan pusat komersial dan bisnis di sebuah kota. Di kota-kota besar, CBD juga merupakan kawasan finansial, karena di sinilah transaksi keuangan skala besar terjadi. 
Umumnya, CBD sebuah kota memiliki properti ritel dan perkantoran dalam jumlah yang signifikan, serta memiliki kepadatan lebih tinggi dibanding kawasan lain di kota tersebut. Biasanya di CBD inilah dibangun gedung tertinggi di kota itu. Secara geografis, CBD sering diidentikkan dengan pusat kota, akan tetapi dua konsep tersebut berbeda. Pasalnya, banyak kota memiliki CBD yang terletak jauh dari pusat kota atau pusat komersial. 
Sebagai contoh, pusat kota London meliputi kota bersejarah London dan kota abad pertengahan Westminster, sedangkan The City of London dan daerah Docklands dianggap sebagai dua kawasan CBD. 

Mexico City juga memiliki pusat kota bersejarah dari era kolonial: Centro Histórico, yang memiliki dua CBD, yakni Paseo de la Reforma - Polanco dan Santa Fe. 
Di Taipei, Taiwan, daerah sekitar stasiun kereta api utama dianggap sebagai pusat kota bersejarah, sementara area Xinyi di Timur stasiun kereta api dijadikan sebagai CBD Taipei saat ini. Kawasan ini menjadi distrik keuangan dan pusat perbelanjaan, serta lokasi Taipei 101, gedung tertinggi di Taipei.
Bentuk dan jenis dari CBD umumnya mencerminkan sejarah kota. Kota yang menerapkan pembatasan ketinggian bangunan, biasanya memiliki bagian kota bersejarah yang terlepas dari distrik keuangan dan administrasi. 
Sementara itu, di kota-kota baru yang tumbuh cepat, seperti di Barat Amerika Utara, sebuah daerah pusat kota sering kali memiliki banyak bangunan pencakar langit. Kawasan CBD di kota seperti ini, selain berperan sebagai pusat kota, juga menjadi kawasan bisnis dan keuangan. 
CBD biasanya memiliki populasi penduduk yang sangat kecil, karena kawasan ini hanya padat di saat hari dan jam kerja. Sebagai contoh, penduduk Kota London menurun dari lebih dari 200.000 jiwa pada tahun 1700 menjadi kurang dari 10.000 jiwa saat ini. 
Akan tetapi, di kota-kota yang lebih baru, seperti di Australia dan Kanada—termasuk di Jakarta—populasi di daerah CBD meningkat, lantaran banyak profesional dan pebisnis muda pindah ke apartemen di pusat kota.
Berikut ini profil beberapa central business district dunia yang ada di Amerika, Asia, Eropa, dan Australia:
Midtown Manhattan

Midtown Manhattan, New York, merupakan CBD terbesar di Amerika Serikat dengan luas area mencapai 518 hektar. Properti di kawasan yang memisahkan Lower Manhattan dengan Upper Manhattan ini pun tergolong paling laris manis di dunia. 
Tak hanya itu, Midtown—nama tenar kawasan ini—merupakan lokasi beberapa gedung ikonik, seperti Empire State, Gedung Chrysler, dan Markas Besar PBB. Daerah ini juga memiliki area komersial yang terkenal di dunia, seperti Rockefeller Center, Broadway, dan Times Square. 
Jika Lower Manhattan adalah pusat keuangan, Midtown adalah pusat komersial, hiburan, dan media di AS. Midtown Manhattan juga merupakan pusat keuangan yang berkembang dan menduduki peringkat kedua di bawah Lower Manhattan.
Daerah ini menjadi lokasi bagi warga dan komuter yang bekerja di kantor, hotel, dan perusahaan ritel—serta wisatawan dan pelajar yang datang.
Beberapa daerah, seperti Times Square dan koridor Fifth Avenue, memiliki banyak toko ritel. Times Square sendiri adalah pusat dari teater Broadway yang mahsyur itu. Sementara, Avenue of the Americas merupakan markas dari tiga televisi terbesar di AS.

La Défense, Paris

La Défense (baca: la de fas) adalah distrik bisnis utama dari kawasan Metropolitan Paris dan Île-de-France, yang berada di sebelah Barat Paris.
Dengan luas area 560 hektar, La Défense merupakan CBD terbesar di Eropa. Di sini terdapat 72 gedung dan pencakar langit, 180.000 pekerja yang mengisi 3,5 juta meter persegi ruang perkantoran. La Défense juga memiliki tidak kurang dari 1.500 kantor pusat perusahaan, termasuk 15 dari 50 perusahaan top di dunia. 
Sebagai pusat bisnis, La Défense hanya memiliki 25.000 penduduk tetap dan 45.000 siswa. La Défense juga dikunjungi sekitar 8.000.000 wisatawan setiap tahun. 
The City, Sydney

CBD Sydney, yang populer dengan nama ‘The City’, adalah pusat komersial utama di pinggir kota Sydney, New South Wales, Australia. Kawasan ini melebar ke Selatan sekitar 3 kilometer, hingga ke Sydney Cove, lokasi bersejarah tempat permukiman pertama pandatang Eropa. 
The City merupakan pusat keuangan dan ekonomi terbesar di Australia dan pusat kegiatan ekonomi di Asia-Pasifik. Kawasan ini mempekerjakan sekitar 13% dari tenaga kerja di Sydney dan pada kurun 2011 – 2012 menghasilkan income USD64,1 miliar dari barang dan jasa. 
Tak hanya secara ekonomi, The City juga menjadi pusat kehidupan malam dan hiburan di Sydney. Daerah ini juga merupakan lokasi beberapa bangunan dengan arsitektur memukau.

CBD Beijing
CBD Beijing adalah pusat bisnis keuangan, media, dan servis di Beijing, Cina. CBD Beijing menempati kawasan seluas 399 hektar di Distrik Chaoyang, sebelah Timur Ibukota Tiongkok tersebut. 
Saat ini, CBD Beijing tengah menikmati pembangunan dalam skala besar. Kawasan ini digadang akan menjadi salah satu pusat keuangan internasional yang paling penting di Cina. 
Selain itu, CBD Beijing pun berubah menjadi pusat bisnis media. Pasalnya, kawasan ini telah menjadi markas bagi beberapa stasiun TV ternama, seperti Beijing Television Station (BTV) dan China Central Television (CCTV).
Dalam delapan tahun, sejak pemerintah memutuskan untuk mempercepat pembangunan kawasan ini, CBD Beijing telah menarik 117 perusahaan ‘Fortune 500’ yang bergerak di bisnis keuangan, media, teknologi informasi, konsultasi, dan industri jasa. Bahkan, lebih dari 60 persen perusahaan PMA di Beijing berkantor di CBD.

     
 
 

(Jakarta,6/4/2015)

You have no rights to post comments