5 GEDUNG ‘MIMPI’ TERTINGGI di INDONESIA

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

5 GEDUNG ‘MIMPI’ TERTINGGI di INDONESIA

Impian manusia untuk menjadi yang paling unggul juga terlihat dari perlombaan membangun gedung pencakar langit setinggi-tingginya. Tidak peduli berapa banyak biaya yang dikeluarkan hanya untuk dapat memberikan sebuah pengakuan yang luar biasa dari eksistensi manusia.

Tidak hanya di luar negeri, ternyata di Indonesia pun telah banyak rencana pembangunan gedung sebagai icon paling fenomenal dari aspek ketinggian.

Berdasarkan riset yang dilakukan Majalah Property and The City, terekam 5 Gedung Pencakar Langit Tertinggi yang masih menjadi impian untuk hadir di Indonesia, yaitu : The Signature Tower, Menara Jakarta, Pertamina Tower, BUMN Tower, dan Astra Tower.

THE SIGNATURE TOWER

The Signature Tower yang berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) rencananya memiliki ketinggian gedung mencapai 111 lantai. Dengan luas lahan 45 hektar proyek ini dikemas dengan konsep superblok. Gedung yang digadang-gadang menjadi gedung tertinggi ke-5 di dunia ini akan memakan biaya US$ 1 miliar atau setara Rp 9 triliun.

Gedung itu akan dibangun di lot 6 kawasan SCBD yang merupakan proyek prestisius PT. Grahamas Adisentosa (anak usaha Artha Graha). Dalam pembangunannya menggandeng Smallwood, Reynolds, Stewart, Stewart and Associates Inc. (SRSSA) dan PDW Architects (PT. Pandega Desain Weharima) sebagai arsiteknya. Mahkota gedung berbentuk nanas merupakan adopsi dari konsep Candi Borobudur dimana daun-daun mahkota akan menggambarkan Hari Kemerdekaan Indonesia,17 Agustus 1945 dan Pancasila. Secara kontruksi ketinggian bangunan ini mencapai 638 meter, pembangunannya direncanakan selesai pada tahun 2020.


MENARA 

JAKARTA

Pembangunan Menara Jakarta berawal dari gagasan Presiden Soeharto pada tahun 1997 dengan latar belakang sebagai lambang kebesaran Jakarta. Pada waktu itu menara yang akan dibangun tersebut diharapkan menjadi menara tertinggi di Asia.

Menara Jakarta atau Menara ICT (Information and Communication Technology) rencananya dibangun di area seluas 306.810 m2 di Bandar Baru Kemayoran, gedungnya sendiri memilik luas 40.550 m2 dengan tinggi 558 meter. Saat itu Menara Jakarta yang dirancang dan disupervisi oleh desainer konstruksi Prof. DR Wiratman Wangsadinata,

Gedung ini akan difungsikan sebagai: gedung podium setinggi 17 lantai, restoran berputar, mal besar, kafe, taman hiburan, museum sejarah Indonesia, hotel, ruang serba guna/konferensi, perkantoran, pusat pameran, pusat pendidikan dan pelatihan, pusat multimedia disertai pemancar siaran radio dan televisi, pusat olah raga, pusat perdagangan dan bisnis.

 

 

   
 

PERTAMINA TOWER

Pertamina Tower atau Pertamina Energy Tower pada tahun 2013 secara resmi telah dimulai pembangunannya dengan dilakukannya  peletakan batu pertama atau groundbreaking. Proyek pembangunan gedung ini melibatkan Skidmore, Owings & Merrill LLP (SOM) sebagai main consultant dan Turner International sebagai project management consultant, keduanya terlibat dalam penggarapan proyek fenomenal gedung tertinggi di dunia, Burj al Khlifa, Dubai - Uni Emirat Arab. Dari dalam negeri proyek ini melibatkan PT. Airmas Asri sebagai konsultan arsitek dan PT. Wiratman & Associates sebagai konsultan struktur.

Dibangun dengan konsep zero-energy building, gedung ini nantinya akan mampu memenuhi sekitar 80 % kebutuhan energinya sendiri melalui beberapa teknologi energi terbarukan (panas bumi, cahaya matahari, angin, dan air) melalui teknologi: deep well geothermal, wind tunnel yang terletak di puncak Pertamina Tower, photovoltaic panels (solar panels) pada permukaan atapnya. Selain itu juga ada fasilitas pengolahan air bersih mandiri dan sekitar 55% lahannya akan digunakan sebagai kawasan resapan air.

 
   

BUMN TOWER

Tidak lama lagi Indonesia akan memiliki ikon properti kebanggaan milik BUMN. Jika BUMN Malaysia mempunyai ikon properti, Menara Petronas, maka Indonesia akan memiliki BUMN Tower. Wacana tower tertinggi milik BUMN ini lahir pertama kali pada awal 2011. Menteri BUMN kala itu, Mustafa Abubakar mengeluarkan ide untuk mendirikan satu bangunan yang menjadi pusat berkumpulnya perusahaan-perusahaan milik pemerintah.

Pembangunan tower ini bahkan telah didiskusikan bersama begawan properti Indonesia, Ciputra yang akan menelan biaya hingga Rp 5 triliun. Sebelumnya beberapa lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan BUMN Tower adalah lahan milik PT. Rajawali Nusantara Indonesia, bekas lapangan udara Kemayoran, kawasan Gedung Artha Loka, serta Patra Jasa milik PT. Pertamina. Namun tampaknya lokasi milik PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) seluas 14 hektar terpilih menjadi lokasi pembangunannya.

 

ASTRA TOWER

Dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektar , raksasa otomotif di Tanah Air ini berencana membangun Astra Tower dengan menggandeng perusahaan asing, Hong Kong Land. Pembangunan menara itu akan dibangun di lahan milik PT. Toyota Astra Motor, oleh karena itu perseroan melalui PT. Menara Astra telah membeli tanah seluas 7.930 m2 dari perusahaan afiliasi PT. Toyota Astra Motor senilai Rp 432,3 miliar.

Astra berencana membangun gedung 47 lantai yang dibangun di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, yang diperkirakan selesai tahun 2017 dan nantinya akan menjadi kantor pusat perseroan. Astra tower dikembangkan secara terpadu dengan kawasan residensial di atas tanah seluas 2,4 hektar. Astra Tower akan menjadi International Grade A Office dengan standar Green Building peringkat platinum, atau peringkat tertinggi yang selama ini ada di Jakarta.

Jakarta,13/3/2015

 

 

 

You have no rights to post comments