×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

ADU STRATEGI SAMBUT 2018

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Bank-bank pasang target pertumbuhan kredit KPR sambut optimisme di 2018. BCA punya tiga strategi mendongkrak KPR. Bagaimana dengan bank lain. 

Bank Indonesia (BI) memrediksi harga properti residensial dan harga properti lainnya akan terus mengalami kenaikan pada tahun 2018. Perkiraan tersebut tercermin dari hasil survei harga properti residensial pada triwulan IV 2017, dimana secara triwulanan meningkat sebesar 0,55 persen (quarter to quarter/qtq). Jumlah ini sedikit lebih tinggi dibandingkan 0,5 persen qtq pada triwulan sebelumnya.
Sedangkan secara tahunan pun indeks harga properti juga meningkat lebih tinggi dari triwulan sebelumnya, yakni dari 3,32 persen year on year (yoy) menjadi 3,5 persen yoy. BI juga menyebutkan, pertumbuhan harga ini terjadi pada semua tipe rumah, terutama pada rumah tipe menengah yang naik sebanyak 0,79 persen qtq.

Baca juga :

Sejalan dengan itu, beberapa perbankan nasional juga mensinyalir pertumbuhan positif pada tahun ini. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memandang pangsa pasar properti sepanjang tahun 2017 sudah lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk ini, BCA optimis propsek pasar properti akan lebih baik lagi dan terus meningkat di tahun 2018 ini. “Kredit perumahan tentunya tidak bisa lepas dari kondisi bisnis properti itu sendiri. Dengan semakin membaiknya bisnis properti, maka otomatis pembiayaan kredit untuk perumahan juga meningkat,” ujar EVP Konsumer BCA Felicia Mathilda Simon, kepada Property and The City.
Meski tidak merinci secara detail pencapaian kredit pemilikan rumah (KPR) tahun 2017. Namun secara garis besar diungkapkan bahwa pertumbuhan BCA mencapai 2 digit, atau dengan pertumbuhan di atas rata-rata pertumbuhan industri.  “Sehingga kami targetkan pertumbuhan kredit perumahan BCA tahun 2018 ini sekitar 10 persen sampai 12 persen,” sambung Felicia.


Untuk mencapai target tersebut, setidaknya ada tiga strategi yang akan dilakukan oleh Bank BCA, yakni bersinergi dengan mitra strategis yaitu seluruh kantor cabang BCA, Developer Kerja Sama, dan Broker Kerja Sama. Strategi berikutnya, yakni produk dan program yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Strategi ketiga adalah memberikan layanan end to end yang terbaik.
Walaupun punya harapan tinggi bisnis properti akan lebih baik di 2018, BCA masih tetap mempertahankan beberapa produk BCA yang menjadi andalan. Seperti Program Fix and Cap yang disebutnya akan memberikan kepastian suku bunga kepada nasabah untuk periode yang panjang. Fitur produk ini memiliki dua periode yakni Fix, dimana nasabah dikenakan suku bunga tetap selama periode tertentu. Sementara periode Cap dimana selama periode ini nasabah dapat memperoleh kepastian suku bunga karena ada batas maksimal suku bunga yang dikenakan dibandingkan suku bunga floating yang berlaku.
“Secara umum, produk KPR yang paling diminati adalah KPR Konvensional, dimana setiap bulan nasabah memiliki kewajiban membayar angsuran sampai dengan jangka waktu tertentu,” kata Felicia.
Dalam rangka HUT BCA ke-61, KPR BCA memberikan Program Bunga Spesial KPR BCA Fix 2 tahun sebesar 5,61 persen efektif p.a. dan Cap 3 tahun berikutnya sebesar 6,61 persen p.a. efektif, dengan syarat pengendapan dana sebesar 5 kali angsuran awal.
Bagaimana dengan Bank BTN yang core business-nya di sektor pembiayaan perumahan. BTN meyakini pertumbuhan dari KPR subsidi tahun ini akan tumbuh 19 persen secara yoy menjadi Rp25 triliun. Adapun untuk non subsidi, ditargetkan tumbuh sebesar Rp21 triliun atau sekitar 28 persen secara yoy. Salah satu strategi untuk mencapai target tersebut, yakni melalui produk KPR Zero.
Adapun melalui program tersebut akan memberikan keringanan untuk debitur yang hanya membayar cicilan bunga saja untuk dua tahun pertama (grace period pokok). Sementara dari sisi bunga KPR, tahun ini BTN masih mematok 8 persen fixed 3 tahun dan 9 persen fixed 5 tahun. [Pius Klobor]