×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Jakarta Grade A Office Market Trend

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

JAKARTA GRADE A OFFICE MARKET TREND

Perlambatan ekonomi dan ekspansi bisnis nasional yang kurang agresif selama ini berdampak negatif terhadap permintaan selama kuartal pertama 2014. Meskipun optimisme yang kuat terhadap prospek ekonomi jangka panjang Indonesia, perusahaan dan investor mengambil langkah wait and see untuk mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global dan regional termasuk Pemilu di Indonesia yang dijadwalkan pada bulan April dan Agustus tahun ini. Akibatnya, permintaan kantor selama periode ini tetap terbatas dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Terkait dengan meningkatnya biaya penyewaan (sebagai akibat dari pertumbuhan harga sewa yang tinggi seperti yang terlihat dalam dua tahun terakhir), beberapa tenant juga telah memutuskan untuk menunda rencana ekspansi mereka.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa sejumlah penyewa pindah ke bangunan yang wlebih terjangkau. Permintaan ruang kantor terbesar pada triwulan ini sebagian besar berasal dari perbankan, energi, asuransi, travel, dan perusahaan jasa yang membutuhkan ruang untuk rencana ekspansinya, relokasi kantor atau pembentukan perusahaan baru

Permintaan sewa selama kuartal ini terutama terjadi di gedung-gedung baru seperti DBS Tower dan World Trade Center II, mengingat rendahnya ketersediaan ruang gedung perkantoran di sekitar kawasan segitiga emas Jakarta saat ini.

Secara keseluruhan, kekosongan pasar sedikit menurun menjadi sekitar 4% pada akhir Maret 2014.

Harga Sewa

Dengan pertumbuhan permintaan yang terbatas dan rendahnya antusias yang ada di pasaran, kebanyakan gedung mematok harga sewa yang sama dengan triwulan sebelumnya. Dalam beberapa kasus, malah bersedia untuk memberikan insentif dan fleksibilitas bagi calon penyewa yang prospektif untuk menyewa ruang kantor. Di akhir kuartal, sewa bersih rata-rata di gedung-gedung investment grade di Jakarta tercatat sebesar USD 350 per meter persegi per tahun, naik hanya sebesar 1,0 % dari kuartal sebelumnya, yang merupakan kenaikan terendah per kuartal sejak 2011.

Biaya penyewaan saat ini (yaitu sewa dan service charge) dianggap berada di kisaran atas oleh sejumlah penyewa. Setelah periode pertumbuhan harga sewa yang tinggi, harga sewa yang ditawarkan saat ini telah mencapai dua kali lipat dibandingkan tiga tahun lalu. Hal ini telah memicu relokasi beberapa penyewa untuk menyewa gedung perkantoran yang lebih terjangkau seperti yang terlihat dalam beberapa kuartal terakhir. Akibatnya, para pemilik gedung perkantoran menjadi lebih berhati-hati melakukan penyesuaian harga sewa mereka  untuk mempertahankan tingkat huniannya.

OUTLOOK

Pertumbuhan ekonomi dan prospek bisnis Indonesia masih terlihat cukup baik di masa depan. Namun, kenaikan suku bunga, depresiasi rupiah dan ketidakpastian ekonomi Amerika serta pemulihan ekonomi global dapat menghambat pertumbuhan ekonomi tahun 2014. Karenanya diperkirakan perlambatan pasar akan terjadi sepanjang tahun 2014. Di
sisi lain, tidak akan ada penyelesaian proyek baru pada tahun 2014. Keterbatasan permintaan dan pasokan baru yang sangat rendah pada tahun 2014 cenderung untuk menjaga tingkat kekosongan pada tingkat yang rendah.

Permintaan akan meningkat secara bertahap pada tahun 2015 dan seterusnya, bersamaan dengan penambahan pasokan baru gedung perkantoran yang signifikan. Penyerapan akan terjadi pada periode 2015 sampai 2018, dengan rencana penambahan ruang perkantoran sekitar 900.000 meter persegi pada periode tersebut.

Kamis, 17 Juli 2014

Baca Juga artikel dibawah ini

Virtual Office

3 BUAH GRATIS 1

You have no rights to post comments