×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

GOLDEN PROPERTY AWARDS THE HIGHEST LEVEL

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

GOLDEN PROPERTY AWARDS THE HIGHEST LEVEL

 TheHighestLevel

Indonesia Property Watch (IPW) sukses menyelenggarakan Golden Property Awards (GPA) 2015. Event perdana penghargaan di bidang properti yang dihelat di Raffles Hotel, Ciputra World 1, Jakarta, Rabu 26 Agustus, dihadiri tidak kurang dari 350 orang. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc. juga hadir di antara tiga begawan properti, DR (HC) Ir. Ciputra (founder Ciputra Group), Mochtar Riady (founder Lippo Group), serta Trihatma K. Haliman (Chairman Agung Podomoro Group). Sementara Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Maurin Sitorus dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Lazarus juga hadir bersama Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy, Ketua Umum DPP Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Eddy Ganefo, Ketua Umum DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Hartono, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk., Maryono dan Presiden Direktur Bank BCA, Jahja Setiaatmadja, serta Direktur Utama Perum Perumnas, Himawan Arief Sugoto.

Sebagai lembaga riset dan konsultan properti yang berpengalaman, IPW menitikberatkan penghargaan tersebut berdasarkan penilaian dan riset sesuai dengan kriteria yang terukur, teruji, dan independen.
CEO IPW Ali Tranghanda mengatakan, sejak Mei 2015 tim kerja (task force) IPW telah melakukan penilaian terhadap 250 nominator yang terbagi dalam beberapa wilayah survei, yakni Jakarta, Banten, Bekasi, Bogor, Cikarang, Karawang, dan Bandung. “Proyek yang dinilai termasuk perumahan komersial sampai perumahan sederhana. Ini juga sekaligus dalam rangka memberikan dukungan untuk Program Sejuta Rumah yang sedang digalakan pemerintah,” ujarnya.

Adapun beberapa kategori yang dinilai adalah proyek berdasarkan skala pengembangan, kategori perusahaan pengembang termasuk public-listed company, dan tokoh. Selain itu, GPA 2015 juga mempertimbangkan aspek inovasi dengan adanya kategori khusus inovatif dengan konsep ‘Breaktrough Innovation’. Sementara mekanisme assesmen dilakukan dengan penilaian sesuai empat kriteria yaitu Location, Development, Marketing, dan Management. “Ditambah analisis mengenai kinerja keuangan untuk public-listed company. Selain itu dilakukan poling di media sosial dan interview terhadap responden dari berbagai kalangan dengan metode non-random purposive sampling,” terang Ali.

Hingga akhir Juli 2015, tim IPW telah menyelesaikan penilaian untuk menetapkan 65 pemenang di setiap kategori. “Nantinya para pemenang ini bersaing untuk memperebutkan hanya untuk enam peraih Golden Trophy,” tegas Ali. Keputusan pemenang tersebut juga melibatkan delapan experts panel dari kalangan akademisi, wartawan senior, pengamat, APERSI, AREBI, REI dan HUD Institute.

Dan akhirnya, ajang apresiasi yang berhasil menghadirkan tiga ‘naga’ properti ini pun mengumumkan para pemenang yang telah bekerja keras, membangun dan melahirkan beragam kreatifitas dan inovasi dalam pengembangan proyeknya. Mereka adalah yang terbaik, yang mampu bertahan bahkan dapat meningkatkan kinerja mereka meskipun dalam kondisi properti dan ekonomi yang sedang melambat.

“GPA akan memberikan inspirasi dan semangat kepada kita semua dalam rangka penyediaan rumah. Selamat kepada para penerima award,” Mochamad Basoeki Hadimoeljono -
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

 

“Kalau kita tidak punya integritas, maka profesionalisme dan entrepreneurship akan membunuh usaha kita. Kalau kita sukses tanpa integritas, kejujuran, maka sukses itu hanya sementara.” - Ir. Ciputra

“Dengan kondisi ekonomi yang sedang melambat seperti sekarang ini, kita bisa melihat yang bertahan itu yang mana. Hanya pengembang yang bisa membidik pasar dengan cermat, dengan kreatifitas dan inovasi yang akan bisa bertahan,” kata Ali.

Dolar memang sedang memamerkan kedigdayaannya, dan Rupiah pun tak kuasa menghadapi itu. Tidak hanya pelaku bisnis properti yang merasakan efek dari tekanan ini. Namun malam itu, semua pelaku bisnis yang hadir di depan bentangan digital screen berukuran 25 meter dan bertuliskan Golden Property Award 2015 itu, satu dalam keyakinan, senada dengan Ali Tranghanda, bahwa di ujung semua ini telah menanti masa kejayaan properti yang tidak akan lama lagi terwujud nyata.

Dalam mewujudkan pasar properti yang solid diperlukan entrepreneurship dalam diri para pelaku bisnis properti, seperti yang dibeberkan oleh Ciputra saat memberikan wejangan “Manajemen Perusahaan Properti dan Entrepreneurship”. Ditegaskan pentingnya entrepreneurship dalam pengelolaan bisnis properti. “Seperti tadi kata saudara Ali,” katanya, mengutip pernyataan Ali Tranghanda. “Dalam keadaan susah seperti sekarang ini, dapat dilihat, mana perusahaan yang unggul dan tidak unggul. Biasanya perusahaan yang memiliki entrepreneurship itu akan bertahan lama, karena dia mempunyai wawasan yang luas, dia dapat meramalkan apa yang akan terjadi. Tetapi perusahaan yang tidak punya entrepreneurship akan goyah,” katanya.

Selain entrepreneurship, menurut Ciputra, integritas dan profesionalisme juga menjadi unsur penting yang saling berkaitan erat dalam membangun dan mengembangkan sebuah bisnis properti, apalagi dalam menghadapi suasana ekonomi seperti sekarang ini. “Tanpa itu semua, kita hanya akan berjalan seperti biasa, begitu-begitu saja,” tegasnya. Meski demikian Ciputra optimis, pasar properti Indonesia akan tetap berpeluang, sekalipun ekonomi sedang lesu. “Sekarang memang daya beli sedang turun, tapi kita tidak boleh berhenti berinvestasi,” katanya lagi.

Mochtar Riady, pendiri kerajaan bisnis Lippo mengamini optimisme ini dengan mengatakan, “Properti merupakan salah satu penggerak ekonomi dari sebuah bangsa. Karenanya, pemerintah harus mendorong industri properti yang produktif agar bisa menjadi penggerak ekonomi nasional.” Dengan pembangunan proyek-proyek infrastruktur dan megaproyek lainnya, Mochtar menegaskan keyakinannya, “Dalam 10 tahun yang akan datang, saya yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan kurang dari 10 persen,” kata Mochtar saat memaparkan “Overview Perekonomian dan Properti Indonesia”.

Bahkan saking berpotensinya bisnis properti di Indonesia, Mochtar menyamai dengan Shenzhen - sebuah kota dengan kemajuan mencengangkan di wilayah Propinsi Guan Dong, Tiongkok. Dalam hal ini, Karawang, Bekasi adalah Shenzhen-nya Indonesia. “Di mana tempat di Indonesia yang produksi satu juta mobil dalam setahun? Itu adalah di Karawang, Bekasi. Di mana tempat yang bisa produksi 10 juta sepeda motor? Itu adalah Karawang dan Bekasi. Maka sesungguhnya kalau untuk melukiskan hal ini, Karawang dan Bekasi ini berupa apa? Jawaban saya simple, bahwa itu adalah Shenzhen of Indonesia.”

LIFETIME ACHIEVEMENT :
Mochtar Riady - Founder Lippo Group
DR (HC) Ir. Ciputra- Founder Ciputra Group
Trihatma K. Haliman - Chairman Agung Podomoro Group

TOKOH PENGGERAK PROGRAM SEJUTA RUMAH :
DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono (Menteri PUPR),  Maryono (Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk.), Eddy Hussy (Ketua  Umum DPP REI), Eddy Ganefo (Ketua Umum DPP APERSI), Himawan Arief Sugoto (Direktur Utama Perum Perumnas), diapit oleh Ali Tranghanda (CEO Indonesia Property Watch) dan Trihatma K. Haliman
 (Chairman Agung Podomoro Group)

 (Jkt,8/10/2015)

 

You have no rights to post comments