×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

GOLDEN PROPERTY AWARDS 2015

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

GOLDEN PROPERTY  AWARDS 2015 

RAFFLES HOTEL, CIPUTRA WORLD 1 JAKARTA

250 NOMINATOR

65 PEMENANG KATEGORI
6 GOLDEN TROPHY

 

PROJECT CATEGORY

Low Cost Housing Development (Program FLPP)
Medium Scale Development Project (25 - 100 ha)
Large Scale Development Project (100 - 500 ha)
Township Development Project (> 500 ha)
Urban Living Apartment
Commercial Superblock

 

DEVELOPER CATEGORY

Public Listed Property Company
State-Owned Enterprise & Subsidiaries
Property Brand
Supporting Bank In Property

 

BANKING CATEGORY

PROPERTY AGENT CATEGORY

PROPERTY FIGURE

Lifetime Achievement
Influential Property Professional
Influential Property Figure in Marketing
Influential Property Figure in Banking

SPECIAL AWARDS

MEDIUM SCALE DEVELOPMENT (25 – 100 ha)

KATEGORI MEDIUM SCALE DEVELOPMENT PROJECT

Penilaian untuk kategori Medium Scale Development Project melibatkan 15 nominator yang diikutsertakan dalam penyeleksian awal di semua wilayah survei dengan hanya 4 proyek yang berhak menjadi pemenang yang terbagi di masing-masing wilayah.

Tidak semua wilayah mempunyai wakil pemenangnya karena tidak mempunyai nilai cukup untuk lolos.

Selain kriteria yang ada, penekanan penilaian dilakukan dengan melihat konsep pengembangan yang terintegrasi antara pemukiman, komersial, dan fasilitas lainnya dalam sebuah kawasan.

Aeroworld8 merupakan pengembangan terpadu seluas 100 ha yang terintegrasi dengan kawasan Citra Garden City, Kalideres, Jakarta yang dikembangkan oleh PT Ciputra Residence.

Tak hanya menyediakan kawasan hunian, Aeroworld 8 juga merupakan kawasan bisnis komersial terpadu dengan konsep ecoculture yang lokasinya sangat berdekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dengan kekuatan konsep yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar memberikan keunggulan bagi proyek untuk menempati pemenang dalam kategori Best Medium Scale Development Project wilayah Jakarta.

Serpong Jaya merupakan salah satu proyek pengembangan perumahan dari PT Jaya Real Property di Jalan Puspitek Raya, Serpong.

Dengan konsep The Natural Beauty, Serpong Jaya dikembangkan sebagai hunian hijau modern di atas lahan seluas kurang lebih 44 hektar dengan rencana keseluruhan 5 cluster.

Pergerakan pasar perumahan di wilayah Serpong yang mengarah ke wilayah Puspitek telah membentuk permintaan dan persaingan ketat di wilayah ini. Dari sekian banyak proyek yang ada di wilayah sekitar, Serpong Jaya masih lebih unggul dan berhak atas Best Medium Scale Development Project wilayah Banten.

Podomoro City sebagai proyek superblok diatas lahan 21 ha garapan Agung Podomoro Group merupakan superblok dengan berbagai jenis pengembangan yang saling terintegrasi sehingga menjamin kesinambungan proyek sebagai sebuah kawasan superblok dengan komunitas dari mulai segmen menengah sampai atas.
Jenis pengembangan berupa apartemen menengah (Mediterania Garden 1 dan 2), apartemen atas sampai mewah disertai dengan office dan komersial Central Park Mall memberikan tingkat sinergi diantara jenis pengembangan tersebut yang memberikan nilai tambah dibandingkan proyek sejenis sehingga layak sebagai  Best Commercial Superblock untuk Sustainable Development wilayah Jakarta.

Tangcity BusinessPark telah menjadi kawasan yang terintegrasi di CBD Tangerang di antara jalan Jenderal Sudirman, Jalan Perintis Kemerdekaan dan jalan M. Yamin ini menjadikan Tangcity BusinessPark sebagai basis ekonomi, perdagangan dan bisnis ritel yang kuat sekaligus dapat disebut sebagai model dari pembangunan superblok di Banten.

Kekuatan sinergi peruntukan dalam sebuah kawasan mengantarkan TangCity sebagai Best Commercial Superblock wilayah Banten.

Newton The Hybrid Park merupakan integrasi antara beberapa jenis peruntukan: Newton Residence, Newton Citywalk, Newton Meeting Mall dan Newton Hotel.

Dengan luas area 3,1 ha lokasi mempunyai posisi strategis, dapat dicapai sangat dekat dari pintu tol Buah Batu, yang terletak di kawasan utama di wilayah ini dengan optimalisasi lahan yang baik.

Dengan rencana pembangunan berbagai jenis pengembangan yang saling terintegrasi dalam wilayah ini membuat proyek dinobatkan menjadi Best Commercial Superblock wilayah Bandung.

PUBLIC LISTED PROPERTY COMPANY

KATEGORI PUBLIC-LISTED PROPERTY COMPANY

Penilaian terhadap perusahaan properti yang sudah go-public dilakukan dengan analisis terhadap kinerja keuangan perusahaan berdasarkan laporan tahunan publikasi tahun 2014 dan publikasi per 31 Maret 2015.

 

Beberapa kriteria penilaian didasarkan pada Asset Value, Equity, Revenue, Profit, dan Growth. Pergerakan saham properti yang tinggi 2-3 tahun terakhir ternyata mulai mencerminkan pelemahan kinerja pendapatan di beberapa perusahaan pengembang memasuki tahun 2015. Dengan mempertimbangkan prospek yang ada, maka telah dilakukan penilaian untuk memperlihatkan perusahaan-perusahaan pengembang yang diyakini akan tahan selama pelemahan pasar berlanjut.

 

Penilaian dilakukan secara independen dan bebas konflik dan telah menghasilkan 5 besar perusahaan pengembang yang berhak atas Top 5 Public-Listed Property Company dalam Golden Property Awards 2015.

PT Lippo Karawaci Tbk

PT Lippo Karawaci Tbk. memiliki portfolio kontribusi properti 60 persen, Rumah Sakit 18 persen, Commercial 15 persen, Asset Management sebesar 7 persen. Asset Management berupa pengelolaan mal, hotel dan REIT (Real Estate Investment Trust) di Singapura. Secara keseluruhan recurring income itu 55 persen, EBITDA 45 persen. Kondisi dengan recurring income besar dapat dikatakan sebagai strategi defensive yang tetap memberikan keuntungan disaat pasar sedang melemah dengan mempertahankan penerimaan recurring yang ada. 

PT Ciputra Development Tbk

PT Ciputra Development Tbk. adalah perusahaan properti yang dikomandoi oleh DR. (HC) Ir. Ciputra dan keluarga. Perusahaan yang didirikan dengan nama PT Citra Habitat Indonesia ini mengubah namanya menjadi PT Ciputra Development tahun 1990. Dan pada tahun 1994 tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), diikuti oleh dua anak perusahaan, PT Ciputra Surya Tbk. (CTRS) pada tahun 1999 dan PT Ciputra Property Tbk. (CTRP) pada tahun 2007. Proyek yang dikembangkan tersebar tidak hanya di Jawa melainkan luar Jawa bahkan luar negeri melalui International City Holdings Pte, Ltd., Ciputra Group antara lain Ciputra Hanoi International City (Vietnam), Grand Phnom Penh International City (Kamboja), dan Grand Shenyang International City (China). 

PT. Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)

Sejak tahun 2008, Perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan nama PT. Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Pada tahun 2010 melakukan Penawaran Umum Terbatas I untuk mengakuisisi PT Duta Pertiwi Tbk. (DUTI), PT Sinar Mas Teladan, dan PT Sinar Mas Wisesa. Langkah ini ditempuh untuk memperbesar nilai Perusahaan dan menciptakan diversifikasi portofolio serta pendapatan. Hingga akhir Desember 2014, kapitalisasi pasar Perusahaan telah mencapai Rp33,16 triliun.

PT Pakuwon Jati Tbk

PT Pakuwon Jati Tbk. adalah sebuah pengembang properti di bidang ritel, perumahan, komersial dan perhotelan yang lebih berkonsentrasi pada pasar Jakarta dan Surabaya. Didirikan pada tahun 1982 dan tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya sejak tahun 1989. Pakuwon Jati adalah pelopor konsep superblok di Indonesia dengan beberapa proyek pengembangan proyek prestise skala besar antara lain Tunjungan City (Surabaya), Pakuwon City Township (Surabaya), Gandaria City, dan Kota Kasablanka. PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 27,7% sepanjang tahun 2014 dengan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp3,87 triliun per akhir Desember 2014.

PT Agung Podomoro Land Tbk

PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) didirikan pada 30 Juli 2004 dengan nama PT Tiara Metropolitan Jaya. Pada tahun 2010, para pemegang saham menyelesaikan restrukturisasi perusahaan dengan menggabungkan enam proyek pengembangan beserta holding company dalam kendali APLN. APLN tidak lain merupakan entitas di bursa dari Agung Podomoro Group (APG).

Kejeliannya mengembangkan apartemen membuat nama Agung Podomoro melejit bahkan ketika pengembang lain masih tiarap akibat krisis moneter Indonesia 1998. Dalam perkembangan selanjutnya Agung Podomoro telah dapat disejajarkan dengan para pengembang besar lainnya dengan pengembangan beberapa superblok dan mulai merambah pasar luar Jawa.

(JKT,2/9/2015)

You have no rights to post comments