MENUNGGU PERGERAKAN BEKASI ke UTARA

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

MENUNGGU PERGERAKAN BEKASI ke UTARA

BekasiArea Bekasi terus memberikan perubahan  diwarnai dengan mulai melebarnya konsentrasi pertumbuhan tidak sebatas Bekasi Barat namun telah melebar ke arah Timur dan Utara. Rencana koneksi aksesibilitas akan menjadi pemicu Bekasi untuk bersaing dengan wilayah lain.

Kaum urban, meskipun perlahan, mulai memilih Bekasi sebagai alternatif tempat tinggal utama dengan perbaikan infrastruktur dan aksesibilitas saat ini dalam lingkungan The Greater Jakarta. Bekasi, menjadi strategis di antara pusat bisnis dan industri sebagai econimic base wilayah yang sangat tinggi. Masalah aksesibilitas di wilayah Bekasi masih dirasakan kurang dibandingkan daerah penyangga lainnya. Namun demikian dengan  rencana-rencana aksesibilitas yang ada diperkirakan Bekasi akan menjadi salah satu wilayah dengan pendekatan transportasi masal sebagai Transit Oriented Development (TOD). Para pengembang pun terus membidik kawasan ini sebagai garapan bisnis dan investasi yang potensial. Bekasi Utara sebagai salah satu arah perkembangan wilayah Bekasi terus tumbuh menjadi lingkungan modern.

Melihat potensi yang begitu besar akan pengembangan Bekasi ke depannya, pemerintah juga getol membangun, membuka, dan mengembangkan sejumlah akses baru ke wilayah itu. Infrastruktur dan moda transportasi dibenahi dan menjadi prioritas pengerjaan.

Salah satu wilayah di Bekasi yang juga mengalami dampak positif dari berbagai kemajuan tersebut, yakni Bekasi Utara. Kawasan ini terus tumbuh diantara pusat-pusat industri skala nasional dan internasional. Bekasi Utara kini belum sepenuhnya terkoneksi dengan wilayah-wilayah sekitarnya melalui akses jalan tol maupun kereta api.

Salah satunya Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Cikunir-Jatiasih-BSD (Bumi Serpong Damai). Adanya jalan tol tersebut semakin memudahkan masyarakat Bekasi yang akan menuju Cilincing, Tanjung Priok, Karawang, dan Cikampek, tanpa perlu keluar gerbang tol Cawang-UKI. Sementara lintasan kereta api listrik atau commuter line pun kian memadai dengan pembangunan dua rel ganda yang melewati Stasiun Bekasi di wilayah Bekasi Utara.
Transit Oriented Development
Salah satu proyak pembangunan infrastruktur yang getol dilakukan adalah penambahan rel ganda menuju Bekasi yang langsung ditangani Kementerian Perhubungan. Proyek double-double track (DDT) Manggarai-Bekasi-Cikarang sepanjang 20 kilometer sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat Bekasi. Rencananya, rel ganda ini akan mulai beroperasi pada 2018.

Kepala Stasiun Bekasi Rohman pada pertengahan April 2015 lalu mengungkapkan jumlah penumpang Kereta Rel Listrik di Stasiun Bekasi terus mengalami peningkatan. Kini Stasiun Bekasi menempati urutan ketiga pengguna KRL terbanyak setelah Stasiun Bogor dan Stasiun Tanah Abang. Setiap harinya setidaknya sebanyak 30 ribu orang menggunakan KRL tersebut. Padahal sebelumnya Stasiun Bekasi berada di posisi kelima.

Masih seputar peningkatan aksebilitas transportasi dari dan menuju ke wilayah Bekasi adalah kembali akan dilaksanakannya pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang sempat mandek. Tidak hanya itu, Jalan Raya Kalimalang juga akan diperlebar sehingga bisa dilalui Bus Transjakarta. Tol Becakayu akan dibangun sepanjang 21 kilometer. Pembangunan tol itu terdiri atas dua seksi, yaitu Seksi Kasablanka-Jaka Sampurna sepanjang 11 kilometer dan Seksi Jaka Sampurna-Duren Jaya sepanjang 10,04 kilometer.

Pembangunan jalan Tol Becakayu yang dibarengi dengan pelebaran jalan Kalimalang tentu akan menjadi solusi mengurai kemacetan di Jalan Raya Kalimalang yang terus meningkat setiap hari.

Dan ini pun akan semakin dipermudah dengan rencana pembangunan jalur busway dari Setu (JORR 2), melintasi Jalan Siliwangi dan Tol Bekasi menuju Jakarta. Belum lagi rencana pembangunan jalan Tol Jatiasih-Setu (JORR 2).

Beberapa akses jalan tol baru yang juga telah masuk dalam rencana pembangunan dari dan menuju Bekasi, yakni Tol dalam kota JORR 2, dan tol di Selatan kota Bekasi. Tol dalam kota JORR 2 terkoneksi dari arah Cibubur-Cileungsi-Setu Babelan hingga ruas JORR 1di daerah Cakung. Sementara tol Selatan Kota Bekasi nantinya terhubung dengan JORR 1 dan JORR 2.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga tengah mempersiapkan pembangunan Jalan Arteri Utara yang melintasi wilayah Utara Kabupaten Bekasi. Meski masih terkendala pembebasan tanah di sejumlah titik, namun pemerintah optimis proyek jalan sepanjang 23 kilometer ini dapat segera terlealisasi demi terwujudnya Bekasi Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Menunggu Koneksi

Bekasi Utara saat ini merupakan salah satu arah pelebaran dari Bekasi yang masih terkonsentrasi di Bekasi Barat. Selain Bekasi Timur, Bekasi Utara menjadi lebih diuntungkan dengan peta rencana aksesibilitas yang ada mulai dari kereta api komuter, dalan tol, dan perbaikan infrastruktur yang ada.

Rencana perlintasan tol Cibitung-Cilincing di Utara Bekasi akan memberikan koneksi yang lebih dekat dengan Bekasi Utara. Meningkatnya pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada sektor transportasi dari dan menuju Bekasi Utara ditangkap sejumlah pengembang sebagai peluang bisnis dan investasi yang kian menjanjikan. Tercatat beberapa pengembang besar telah menancapkan pondasi bisnisnya di kawasan tersebut.

Pengembang seperti ISPI Grup ternyata telah melirik wilayah ini jauh-jauh hari dengan mengembangkan Mutiara Gading City seluas 300 hektar yang diklaim akan dilalui rencana Tol Cibitung-Cilincing di dalam lokasi pengembangnnya.

Selain itu tidak hanya landed, proyek apartemen  Metropolitan Park pun hadir sebagai apartemen pertama di Jalan Lingkar Utara Bekasi. Apartemen yang dibangun oleh PT Starindo Kapital Indonesia (SKI) di atas lahan seluas 1,7 hektar ini menawarkan sejumlah kemudahan dengan hadirnya berbagai fasilitas dan sarana prasarana di sekitarnya. Apalagi, semakin terbukanya akses dari dan menuju kawasan itu, tentu semakin meningkatkan pula nilai investasi properti. Nilai lahan yang sudah semakin meningkat menjadikan proyek ini sebagai salah satu alternatif bagi kaum komuter ataupun masyarakat sekitar.

Menuju ke Selatan, masih di kawasan Bekasi Utara, juga telah hadir Summarecon Bekasi yang dirancang sebagai compact city sebuah kota modern di atas lahan seluas lebih dari 240 ha. Summarecon Bekasi akan menjadi pusat komersial terkemuka untuk kawasan Bekasi dan sekitarnya. Dibangunnya kawasan permukiman baru ini diprediksi akan menimbulkan bangkitan dan tarikan pergerakan baru. Denyut nadi properti mulai dirasakan meskipun belum secara nyata, namun perlahan tapi pasti dengan semua realisasi pembangunan aksesibilitas dan infrastruktur yang ada, maka nilai investasi pun akan kian melambung.

Jika semua akses telah terkoneksi dari dan menuju Bekasi dengan sejumlah mega proyek infrastruktur, seperti rel ganda kereta listrik dan sejumlah jalan tol, maka tidaklah dipungkiri, kawasan Bekasi, khususnya Bekasi Utara akan menjadi kawasan ekonomi baru yang akan diperhitungkan. Karena hal ini juga yang terjadi di wilayah-wilayah lain setelah koneksi aksesibilitas terealisasi.(Jkt,13/7/2015)

You have no rights to post comments