×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

PODOMORO PARK - BUAH BATU - BANDUNG CINTA BERSEMI DI BANDUNG SELATAN

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Di atas lahan 100 hektar, APL bangun landed menyasar segmen menengah dan mengah atas. Pembangunan infrastruktur yang pesat, berimbas pada tingginya permintaan properti di Bandung.

“Bandung Selatan di waktu malam berselubung sutra mega putih/Laksana putri lenggang kencana duduk menanti akan kekasih...”

Sepenggal bait dari lagu “Bandung Selatan di Waktu Malam” yang mengisahkan indahnya kawasan selatan Kota Bandung. Ibarat kekasih, Anda dinanti untuk datang dan tinggal di Bandung Selatan yang indah, dengan barisan pegunungan Malabar yang memesona mata. Bila Agung Podomoro Land kemudian hadir dengan Podomoro Park di Bandung Selatan, tentu bukan semata-mata karena keindahan alamnya seperti terlukis dalam lagu ciptaan Ismail Marzuki ini.

Ada beberapa fakta yang membuat PT Agung Podomoro Land, Tbk (APL) membangun landed Podomoro Park di hamparan lahan seluas 100 hektar di Buah Batu, Bandung Selatan. Menjawab pertanyaan mengapa APL membangun landed di Bandung Selatan, Agung Wirajaya, Assistant Vice President Head of Strategic Residential Marketing Division PT Agung Podomoro Land, Tbk punya jawaban. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Bandung sedang tumbuh pesat, baik di Bandungnya sendiri maupun dengan kota lain, seperti Jakarta.

Tercatat, rencana pembangunan kereta api cepat Bandung-Jakarta. Pembangunan tol cikampek 2 (elevated) yang sedang berjalan. Yang terbaru diresmikannya tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) sepanjang 10,5 km di Kabupaten Bandung. Pembangunan infrastruktur yang massif ini memberikan dampak positif untuk Kota Bandung. Bahkan, bila kereta api cepat Bandung-Jakarta selesai, akan membuat dua kota ini tidak ada jarak lagi, yang membuat Bandung menjadi kota megapolitan. “Ini sebuah potensi pasar baru, sekarang bagaimana kita menyambut wacana pemerintah menjadikan Jakarta-Bandung sebagai kota megapolitan,” ujar Agung.

Ditambah lagi hadirnya bandara internasional Kertajati yang akan dioperasikan tahun 2018 bakal mendongkrak kunjungan wisawatan asing ke Bandung. Dengan bandara Kertajati akan lebih banyak wisatawan mancanegara singgah ke Bandung. Artinya, bakal ada capital inflow baru yang bakal masuk ke Bandung dari kunjungan wisatawan asing. Satu lagi yang tidak bisa diabaikan adalah Kota Bandung sendiri yang semakin padat karena pertumbuhan kota yang pesat. Akibatnya, kemacetan dan polusi di Kota Bandung yang makin parah. “Ini mendorong orang Bandung sendiri perlu tempat yang lebih baik. Bandung Selatan menjadi pilihan untuk tempat tinggal,” ujar Agung.

Rumah Danau

Dengan luas lahan 100 hektar, rencananya akan dibangun sekitar 3 ribu landed dengan berbagai tipe. Suasana lingkungan yang nyaman tentu menjadi perhatian APL. Untuk itu sekitar 50 persen dari lahan yang ada akan menjadi kawasan hijau, danau dan area terbuka. Ini dimaksudkan agar lingkungan Podomoro Park tampak lega. Maklum, biasanya pengembang hanya menyediakan 40 persen untuk lahan hijau. Untuk area komersial di Podomoro Park akan tersedia lahan 10 hektar.

   

Segmen yang disasar adalah menengah dan mengah atas. “Kami masih mengakomodir segmen menengah dengan membangun unit yang kecil dengan harga terjangkau,” ujar Agung. Tipe terkecil ukuran 6x15 dengan range harga Rp1,3 miliar hingga Rp1,4 miliar. “Tidak perlu kaget dengan harga ini untuk Bandung  karena di sekitar Podomoro Park harganya juga sudah tinggi-tinggi,” lanjutnya. 

Salah satu daya tarik dari Podomoro Park adalah adanya danau buatan. Danau yang fungsinya untuk rekreasi dan penampungan air hujan ini lebar kanalnya bisa sampai 30 meter. Di pinggir danau tersedia jogging track yang tersambung, jembatan. Di titik-titik tertentu disiapkan spot seperti gazebo dan bench untuk tempat istirahat setelah jogging. Akan ada fasilitas lain semacam dermaga untuk kano, area komersial semacam restoran di tengah danau. Fasilitas danau ini tentu tidak dilewatkan begitu saja. Pihak pengembang membangun rumah yang langsung terakses ke danau yang disebut Rumah Danau. “Kami membangun Rumah Danau. Artinya, rumah tersebut punya akses langsung ke danau,” ujar Agung.

Rumah Danau ini masuk kelas preimum  dengan tipe terbesar 9x22, range harga mulai dari Rp3,6 miliar sampai Rp3,8 miliar. Bahkan, untuk Rumah Danau yang berada di hook dengan harga hampir Rp6 miliar terserap pasar.  Rencananya ada tiga tahap pengembangan Podomoro Park dengan total pengembangan selama 10 tahun. Untuk pengembangan tahap pertama kemungkinan sekitar 1000 unit landed.  “Pengembangan kami disebutnya integrated landed housing yang cukup massif karena sekalipun 100 hektar tapi punya fasilitas sendiri, area komersial sendiri,” ujar Agung. [Hendaru]