GRAND KAMALA LAGOON KEKUATAN UTAMA DI KONSEP

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Kekuatan utama dari Grand Kamala Lagoon ada di konsep, yaitu green dan lagoon. Rasakan sensasi tinggal di kota yang berada di tengah lagoon.

Tidak mudah membangun proyek sekelas mixed-use, selain butuh lahan yang luas dan dukungan dana yang besar, juga pengembang yang berpengalaman. Maklum, di dalam mixed-use development terdiri dari berbagai bangunan mulai dari apartemen, mal, office, hotel dan berbagai fasilitas penunjang yang serba lengkap. Di antara sekian banyak proyek mixed-use di Jakarta dan sekitarnya, salah satunya yang meramaikan pasar properti adalah Grand Kamala Lagoon.
Dirancang oleh master planner terkenal yaitu DDG (Development Design Group), Grand Kamala Lagoon (GKL) yang dikembangkan oleh PT PP Property and Realty, anak usaha dari PT PP (persero) Tbk, berlokasi di Kalimalang, Bekasi. Di atas lahan 25 hektar, kawasan GKL akan dihuni apartemen, rumah sakit, sekolah, sport center, area komersial, retail, town house, perkantoran, hotel dan children educative park.
Tidak sekadar proyek mixed-use, nilai lebih dari GKL adalah kombinasi antara elemen air (water) berupa lagoon yang dapat memberikan kesejukan dan ketenangan, serta sinergi konsep green environmet dan green development. Konsep ini menjadi komitmen pengembang dalam menyelaraskan kehidupan dengan alam sekitar. GKL sejak awal dibangun memang sudah memiliki lagoon. Pihak pengembang menyebut kalau pengembang lain mengklaim punya lagoon, GKL punya city, yaitu kota yang memiliki lagoon. Bangunan yang ada di air, seperti bunga teratai. Ini konsep utama yang paling kuat yang melekat di GKL.


Green development menjadi sisi penting lain dari GKL yaitu tidak ingin merusak alam, mengeksploitasi air tanah, dan pastinya saving energy. Ada beberapa langkah yang dilakukan GKL untuk mengeksploitasi saving energy, seperti pemakaian listrik di apartemen. Selama ini pemakaian listrik di apartemen terbanyak digunakan untuk AC. Besarnya pemakaian AC karena ruangan yang panas saat siang hari. Yang dilakukan GKL adalah bangunan dibuat agak serong agar tidak terkena langsung sinar matahari.
Satu lagi yang menyerap energi listrik besar adalah pemakaian lampu penerangan. Untuk itu, GKL akan memakai lampu LED untuk menghemat listrik. GKL juga akan memiliki energi yang terbarukan, seperti memakai fotocel, kincir angin yang jauh lebih murah. Dengan kemampuan menghemat energi, konsumen akan melihat keunggulan GKL di konsep yaitu kota masa depan yang ada sekarang.
Tol Becakayu
Akses tol ibarat jembatan emas yang mampu mengangkat satu kawasan dari tidak ada apa-apa menjadi sangat berarti. Sejauh pinggir Jakarta bila ada akses tol, propertinya akan tetap diburu. Sudah ada contoh, beberapa kawasan yang semula tidak dilirik, langsung melesat begitu ada akses tol. Pengembang pun berani mengembangkan  produknya di kawasan yang sudah ada akses tol. Akses tol yang diyakini bakal mendongrak properti di Kota Bekasi adalah tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau disingkat Becakayu.
Tol Becakayu saat ini sedang dalam tahap finishing dan siap dioperasionalkan dalam waktu dekat. Selama ini Jalan Raya Kalimalang menjadi langganan macet setiap hari karena menjadi salah satu akses utama Jakarta-Bekasi. Kini dengan kehadiran tol Becakayu akan memberi kemudahan bagi penghuni apartemen GKL yang memiliki lokasi kerja di Kota Jakarta. Mereka bisa lebih cepat untuk mencapai Jakarta tanpa melewati rute kemacetan yang selama ini terjadi.
Hal menarik dari GKL adalah dibangunnya  jembatan iconic sebagai akses utama menuju lokasi GKL. Jembatan tersebut memiliki nama Kamala Lagoon Bridge (GKL Bridge). Jembatan ini membentang selebar 350 meter melewati tol, dilengkapi jalur pedestrian dan jalur sepeda selebar 3 meter. GKL Bridge akan menjadi akses menuju kawasan GKL dan sekitarnya. GKL sebagai sebuah kawasan hunian yang lengkap menyediakan segalanya bagi penghuni mulai dari lokasi, akses transportasi, fasilitas, yang berujung pada kenyamanan bagi penghuni. (Hendaru) l