PODOMORO GOLF VIEW CIMANGGIS

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Inilah hunian dengan konsep TOD yang saat ini sedang tren di jalur LRT. Saat ini penjualan Podomoro Golf View sudah masuk ke menara 4 yaitu Guarea.

Seperti juga pengembang yang lain, Agung Podomoro Land melihat prospek yang menjanjikan dengan pesatnya pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Jakarta. Salah satunya adalah infrastruktur jaringan kereta ringan Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor yang bakal terkoneksi dengan Mass Rapid Transit (MRT). Adanya LRT kemudian memunculkan hunian dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), yaitu hunian yang terintegrasi dengan LRT. Penghuni cukup berjalan kaki dari tempat tinggalnya menuju stasiun LRT.


Tidak sedikit pengembang yang berlomba-lomba mengincar lahan di sekitar LRT untuk membangun hunian dengan konsep TOD. Salah satu pengembang yang beruntung adalah PT Agung Podomoro Land, Tbk (APL) dengan proyeknya superblok Podomoro Golf View (PGV). Apartemen strata title ini dibangun di atas lahan seluas 60 hektar, di daerah Cimanggis, Depok. Di titik ini disebut-sebut bakal dibangun stasiun LRT jalur Jakarta-Bogor.
“Orang dengar Cimanggis, rasanya memang jauh. Dan baru kami pengembang besar yang ada di sana. Sehingga kami meyakinkan konsumen supaya confidence dan don’t worry,” kata Alvin Andronicus, Assistant Vice President Marketing APL. Menurutnya, Sebanyak 25 menara apartemen bakal menjulang dengan total unit mencapai 37.000 unit.
Walaupun dengan konsep TOD, tetapi kesan eksklusif cukup melekat di PGV dengan dikelilingi tiga lapangan golf sekaligus, yaitu Emeralda Golf Club, Jagorawi Golf and Country Club, dan Riverside Golf Club. Hunian dengan konsep TOD menyasar keluarga muda, atau generasi milenial yang aktivitas kerjanya di tengah kota. Generasi milenial tidak lagi terpaku mencari landed house, tetapi sudah terbiasa tinggal di apartemen. “Saat ini market yang cukup potensial adalah kalangan milenial. Kami terus mengedukasi mereka,” ujar Alvin
Menurut Alvin, generasi milenial adalah generasi yang sangat ekspresif, dengan karir plan-nya yang matang, terutama di usia antara 27-37 tahun. Namun di sisi lain, mereka juga sangat konsumtif, sehingga banyak yang belum berpikir bagaimana caranya memiliki hunian sendiri.  “Apalagi meroketnya harga properti juga sering tidak terkejar dengan kondisi income mereka saat ini. Jadi, perlu membuat suatu sistem yang bisa mengedukasi mereka,” tegasnya.
Tinggi Peminat
Diluncurkan pada Desember 2015, PGV langsung direspon pasar. Ini terlihat dari langsung terserapnya sekitar 3 ribu unit apartemen di tower Balsa, Cordia dan Dahoma. “Sampai hari ini 3 tower blok sudah sampai lantai 19,” jelas Alvin. APL selanjutnya menjalin kerja sama dengan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung) merampungkan pembangunan tahap pertama ini. Bahkan saat ini pihak pengembang juga tengah merampungkan pembangunan landmark PGV yang ditargetkan rampung September mendatang.
Tingginya permintaan ini mendorong APL mulai Bulan Mei kemarin membuka penjualan menara ke-4, yakni Guarea. Sebanyak 1.200 unit dipasarkan dan telah terjual hingga 50 persen. Ada tiga tipe yang tersedia di menara Guarea yaitu studio (22 m2),  tipe 2 bedroom (36 m2 dan 37 m2), dan 3 bedroom (52 m2). Saat ini unit terkecil di PGV harganya sudah mencapai Rp267 juta atau sekitar Rp11 jutaan per meter persegi. Harga ini naik dari penjualan awal di kisaran Rp198 juta per unit atau Rp9,4 jutaan per meter persegi.
Fasilitas tentu menjadi faktor penting orang memilih tinggal di apartemen. PGV juga dilengkapi berbagai fasilitas seperti jogging track, komersial area. Termasuk area tematik food and beverage riverside yang dibangun di bantaran sungai Cikeas sepanjang 2 km. Semua ini akan dipadukan dalam kawasan hijau, berlabel eco living yang akan menghadirkan nuansa alam dalam kawasan ini. Ditargetkan serah terima apartemen tahap pertama tahun 2019, seiring beroperasinya LRT Jakarta-Bogor. (Pius Klobor)