×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

BOGOR MENUNGGU MOMENTUM

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

BOGOR MENUNGGU MOMENTUM

Pesatnya pertumbuhan Bogor didominasi oleh berkembangnya kawasan-kawasan perumahan di Kabupaten Bogor dengan posisi yang relatif lebih dekat dengan Jakarta.

Setelah pesatnya perkembangan di Tangerang dan Bekasi, dipastikan Bogor akan segera mendapatkan momentumnya. Bahkan beberapa pengembang besar mulai bersiap mengembangkan proyek skala besar disini untuk menjajal pasar perumahan di Bogor. Bogor dipastikan menyimpan potensi besar dengan rencana jaringan jalan Bogor Outer Ring Road (BORR) dan Bogor Inner Ring Road.

Dari rencana tiga seksi tahapan pembangunan BORR, dua diantaranya telah rampung. Beberapa titik yang dilintasi oleh BORR dipastikan akan segera melejit. Saat ini saja wilayah Bogor Utara telah lebih dahulu bertumbuh dan terus mengarah ke Bukit Cimanggu City, Taman Yasmin, dan Dramaga, Bogor.

Belum lagi rencana jalan tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) yang akan melintasi perumahan Rancamaya yang dipastikan akan menjadi alternatif utama perlintasan dari Bogor ke Sukabumi. Kemacetan yang terjadi di Ciawi ke arah Sukabumi saat ini, selain kondisi jalan yang tidak memadai, juga menunjukkan arus lalu lintas perdagangan yang semakin tinggi sehingga rencana jalan tol ini seharusnya segera terealisasi.

Jalan tol BORR seksi 2A sepanjang 1,95 km yang menghubungkan Kedung Halang-Kedung Badak tersebut merupakan kelanjutan dari tol BORR seksi I yang menghubungkan Sentul Selatan-Kedung Halang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Romeo Jan Enst Asisten Direktur Marketing Bogor Bukit Golf

“Pasar properti di kota Bogor saat ini kurang potensial terkait dengan makin menurunnya dukungan infrastruktur seperti jaringan jalan. Contoh sederhana saat ini dari Bogor Bukit Golf menuju CBD Jakarta melalui exit Tol Cimanggis membutuhkan waktu 2 bahkan 3 jam. Hal ini sebagai gambaran sederhana makin menurunnya fungsi jaringan jalan yang ada.

Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi banyak memberi manfaat pada sektor industri mengingat lokasi kegiatan industri banyak berada berada pada jalur tersebut. Namun pembangunan ruas Tol JORR 2 yang akan terkoneksi dengan Tol Cijago (Cinere-Jagorawi) menurut kami akan memberikan pilihan akses lain menuju Bogor.

Saat ini rumah tapak tipe 36/90 merupakan tipe paling banyak dibeli dengan rentang harga jual Rp. 600 juta-an.”

Henny Hendrawan  Marketing Director PT Suryamas Dutamakmur, Tbk

“Sebagai wilayah penunjang Jakarta yang paling nyaman dibanding Tangerang dan Bekasi. Hasil survei yang kami lakukan pada akhir 2013 di wilayah Bogor dan sekitarnya menunjukkan bahwa sebesar 65 % reponden lebih mengakomodir hunian tipe landed house dibanding hunian tipe lain.

Pada segmen middle-lower perkembangannya cenderung berada di sekitar jalur transportasi rel kereta api, hal ini tampak pada daerah Cilebut, Citayam sampai Depok. Segmen middle-middle berkembang di sekitaran Jagorawi. Sementara segmen middle-upper berkembang di daerah Cibinong sekitar Pemda menuju ke greater Sentul dan Ciawi.

Tol Bocimi pasti akan memberi pengaruh, namun Bogor Inner Ring Road bagi kami lebih signifikan bagi pertumbuhan Royal Tajur dan Rancamaya, kenapa? Kami me-launching Royal Tajur pada Juli 2012 dan mencatat penjualan yang sangat baik. Royal Tajur akan terus ekspansi yang membuat sisi selatan Royal Tajur dengan sisi Utara Rancamaya akan berhadapan dan hanya dipisahkan sungai yang berada tidak jauh dari Bogor Inner Ring Road.

Konsumen Royal Tajur sebanyak 60 % adalah end user dengan unit tipe 2 lantai, luas bangunan 120 m2, luas tanah 220 m2, yang berada pada harga Rp. 1,7 miliaran.”

Bukan hanya hunian yang menjadikan Bogor berkembang, sektor properti seperti hotel dan kondotel pun mulai berkembang di wilayah Bogor.

Besarnya pasar hunian di Bogor seharusnya menjadi perhatian pemerintah agar jangan sampai kawasan resapan berubah fungsi menjadi lahan komersial seperti yang menimpa Bupati Kabupaten Bogor soal kasus dugaan korupsi tukar-menukar kawasan hutan lindung di Kabupaten Bogor. Belum lagi kondisi jalan yang rusak di beberapa titik di Bogor (khususnya daerah perbatasan antar wilayah) yang sedikit banyak akan menghambat pertumbuhan perekonomian dan properti wilayah Bogor.

Zaldy Wihardja GM Marketing Vimala Hills Villa & Resort

“Fakta pertama: banyak sekali pengunjung resort kami di Bali yang datang jauh-jauh dari Jakarta. Fakta kedua: dari beberapa destinasi wisata terpopuler, Puncak mempunyai satu keunggulan dibandingkan yang lain yaitu jarak yang dekat dengan Jakarta. Dengan kondisi alamnya yang asri dan faktor demografi yang memberikan multiplier effect, merupakan jawaban dari kami untuk pengembangan Vimala Hills. Tipe 3 BR untuk tanah seluas 350 m2 dengan bangunan seluas 170 m2 merupakan tipe paling banyak dibeli dengan kisaran harga jual Rp. 3,5 miliaran.

Kami secara cermat melihat needs masyakarat di perkotaan. Bila beberapa waktu lalu ada back to the city yang kami terjemahkan melalui apartemen dan superblock, sekarang dibutuhkan needs balancing work and rest yang menjadi kebutuhan masyarakat perkotaan. Namun untuk mewujudkan hal tersebut infrastruktur mempunyai peran vital. Kami menyadari bahwa infrastruktur yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan, Tol Bocimi tentunya akan banyak membantu pertumbuhan pasar properti di kawasan Ciawi, Bogor.

Sebagai alternatif, beberapa developer yang berlokasi di Ciawi-Bogor-Puncak termasuk Vimala Hills bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Bogor telah memiliki rencana untuk memperbaiki dan mengembangkan infrastruktur jalan alternatif menuju kawasan Ciawi, Bogor, dan Puncak.”

Reindy Fransisco Pangau Marketing Director Bhuvana Condotel

“Perumahan middle-up ada di Bogor cukup banyak permintaannya. Selain itu perumahan high end bermunculan di Bogor seperti: Sentul City dan Rancamaya. Berangkat dari situ kita berpikir sudah waktunya Bogor mempunyai high end jenis kondotel yang high rise.

Arah perkembangan Bogor ke arah Puncak masih sangat berpotensi. Semakin padatnya suatu kota dan semakin sibuk penduduknya membutuhkan satu jawaban, yaitu liburan/rekreasi. Alternatif rekreasi adalah pergi ke Puncak. Itulah kenapa Puncak selalu macet karena orang-orang butuh udara segar, air segar, pemandangan alam, dan Puncak sebagai gerbang wisatanya.

Konsumen tebesar kami berasal dari Jakarta dan Bogor dan 70 % dari mereka adalah investor, tipe Studio merupakan unit yang paling banyak diburu, dengan harga mulai Rp. 900 jutaan. “

 

Andy Djunaedy Marketing Manager Bogor Botanical Residence

 

“Dulu landed house banyak dipilih masyarakat Kota Bogor, namun lambat laun tapi pasti akan beralih ke apartemen karena lahan makin mahal dan makin terbatas. Pada akhirnya pembangunan vertikal akan dilirik, apalagi pengembang besar seperti mulai masuk ke Bogor.

 

Perkembangan Kota Bogor masih tetap di pusat kota, hal ini tampak dengan melihat respon konsumen akan produk kami, penjualan dimulai Januari 2014 dan sampai  bulan Mei ini sebesar 50 % sudah laku, next development kami masih melakukan riset antara membangun tower kedua atau membangun commercial area sebagai pengembangan Botanical Residence.

 

Kendala eksternal pada pemerintah daerah (Pemerintah Kota Bogor -red), mereka seharusnya mulai mendorong konsep pembangunan vertikal, karena ketersediaan lahan di kota Bogor terbatas dan harganya makin mahal. Kendala internal lebih pada kinerja SDM kami, dan tekanan pada tingkat penjualan kami di tahun 2014 karena merupakan tahun pemilu.“

Ezzy - General Manager Aston Harper Puncak

“Puncak masih menjadi salah satu arah perkembangan Bogor. Di Bogor dan Puncak banyak hotel yang selalu penuh namun kami menemukan fakta bahwa hotel-hotel yang ada hanya dilengkapi dengan fasilitas convention seadanya meskipun kebutuhan MICE masih sangat tinggi disini. Kebanyakan konsep hotel di Bogor hanya peak di weekend, sementara Aston Harper Puncak menyediakan fasilitas MICE untuk week day dan fasilitas out-bond and waterpark untuk weekend.

Tipe produk kami yang paling banyak diminati adalah Tipe Superior 28 m2 dan Tipe Deluxe 33 m2 dengan harga mulai Rp. 900 jutaan. Sebesar 70 % telah terserap pasar.”

 

Hendy Tan - Sales Manager Bogor Mansion

 

“Pasar properti di Bogor sangat dinamis karena kebanyakan konsumen berasal dari Jakarta, mereka merasa Bogor adalah rumah kedua mereka, tempat untuk refreshing dan beristirahat. Tanpa disadari tempat tinggal yang dekat pusat Kota Bogor semakin sulit diperoleh dan mahal. Karenanya harga apartemen yang ada di Kota Bogor seharusnya lebih terjangkau.

 

Bogor Barat diperkirakan akan berkembang karena Bogor Timur ada Puncak dan Sentul yang selalu terbentur regulasi sebagai daerah resapan, Bogor Selatan ada Sukabumi yang belum berkembang, Bogor Utara sampai Depok cukup dinamis namun masih kurang dibandingkan Bogor Barat mengingat integrasinya ke arah Tangerang, Lebak, Bintaro, Karawaci dan Balaraja. Satu lagi yang perlu diingat bahwa Bogor akan dipecah, dimana akan ada Kabupaten Bogor Barat dengan ibu kota Kabupaten di Jasinga. “

Masrovi Ishak GM Bogor Icon

“Konsep apartemen di Kota Bogor saat ini merupakan solusi atas mahalnya harga tanah di yang ada di wilayah Kota Bogor. Apartemen tipe studio 26,45 m2 dengan harga mulai Rp. 300 jutaan banyak dicari oleh konsumen di Bogor Icon dengan fasilitas lengkap dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari pusat kota, sehingga harga yang ada sangat reasonable. Pembeli apartemen yang ada relatif berimbang antara investor dan end user.

Salah satu arah perkembangan Kota Bogor akan berada di sepanjang jalur Tol BORR 2 (Sentul Selatan-Dramaga) dan akan banyak berpengaruh pada perkembangan Bogor sisi utara. Selain itu Tol Bocimi juga akan akan terintegrasi dengan Tol BORR 2 ini.

Hal krusial yang harus segera ditangani pemerintah adalah dukungan untuk membenahi infrastruktur jalan. Kondisi infrastruktur jalan yang ada sudah tidak memadai, hal ini ditunjukkan dengan adanya kemacetan yang sudah menggangu. Peran pemerintah sangat diperlukan disini.“

 

 

Senin, 21 Juli 2014

Baca artkel berikut ini

Ishak Chandra

Virtual Office

NOMINASI PROYEK-PROYEK SKALA KOTA DI BODETABEK

 

 

 

You have no rights to post comments