×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

DISTRICT PERFORMANCE RATING BEKASI

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

DISTRICT PERFORMANCE RATING BEKASI

District Performance Rating dilakukan untuk melihat seberapa besar tingkat perkembangan dan potensi wilayah yang ada.

Penilaian dilakukan terhadap beberapa faktor yaitu : Arah Perkembangan, Pertumbuhan Lokasi, Economic Base, Aksesibilitasdan Jaringan Jalan, Posisi Lokasi, Citra Lokasi, Resistensi Bencana Alam.

Dalam penilaian wilayah yang dilakukan, Bekasi terdapat dua pusat pertumbuhan utama yaitu Bekasi Barat dan Cikarang. Masing-masing wilayah telah berkembang dan melebar ke wilayah sekitarnya.

Bekasi Utara dan Bekasi Selatan berpotensi untuk berkembang lebih tinggi. Sedangkan Bekasi Timur dan Tambun relatif masih menunggu waktu untuk berkembang. Meskipun demikian aktifitas pembangunan saat ini di Bekasi Timur mulai menggeliat

Romeo Jan Enst -
Ass. Dir Marketing Grand Pondok Ungu

“ Sampai saat ini penjualan rumah tapak tidak terpengaruh. Segmen konsumen kami mayoritas merupakan pasar limpahan yang tidak terserap pesaing kami karena tingginya harga produk mereka.

Konsumen Kota Bekasi masih memilih rumah tapak, disamping itu properti jenis ruko mencatat permintaan yang sangat tinggi yang tidak bisa kami penuhi. Banyak kebijakan pemerintah yang berdampak pada penjualan kuartal IV/2013. Penjualan kami menurun 30% dan kuartal I/2014 penjualan kami baru pulih naik 30%.

Rumah tapak tipe 36/78 sampai 45/112 merupakan tipe paling banyak dibeli dengan rentang harga jual Rp. 300 - 500 juta dimana 80% adalah end-user. “

Suwondo  -
Jatisari Permai Bekasi

“ Kemacetan yang terjadi di Bekasi dirasakan telah mengganggu. Simpul-simpul kemacetan berada pada pintu-pintu tol Kota Bekasi yang merupakan area konsentrasi pengembangan properti di Kota Bekasi. Dengan munculnya proyek-proyek apartemen saat ini di Bekasi tidak terlalu berpengaruh untuk penjualan rumah tapak. Konsumen masih memilih rumah tapak sebagai pilihan pertama. Hal itu mengingat positioning harga kami masih lebih bagus dari apartemen, dimana 95% adalah end-user”.

Selain meningkatnya BI rate dan regulasi dari Bank Indonesia untuk batasan uang muka, tingkat penjualan kami secara umum menurun sebesar 30%. Pada kuartal I/2014 kami mencatat masih terjadi penurunan namun lebih dikarenakan pasokan kami terbatas, meskipun permintaan di segmen harga Rp. 500 juta-an meningkat. Saat ini di Jatisari Permai rumah tapak tipe 45/90 dengan rentang harga jual Rp. 400 - 500 juta merupakan tipe yang paling banyak diminati konsumen. ”

Ading Sholahudin - Supervisor Marketing Metland Tambun

“ Tren apartemen di Bekasi baru dimulai. Beberapa tahun lalu pasar apartemen terkonsentrasi di Bekasi barat, saat ini lokasi apartemen hampir merata di Bekasi.
Bila beberapa tahun yang lalu rumah tapak merupakan pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat Bekasi, saat ini konsumen di segmen harga Rp. 200-300 juta banyak yang melirik apartemen karena sulit untuk mencari rumah tapak pada segmen harga tersebut. Untuk segmen menengah atas permintaan relatif masih ke rumah tapak. Khusus di wilayah Tambun, segmen menengah atas memang terbatas namun masih berpeluang. Tipe 90/105 – 140/120 dengan rentang harga Rp. 800 juta – 1,3 M banyak ditawarkan di Metland Tambun dan profil konsumen kami sebesar 70% adalah end-user. ”

Rabu, 18 Juni 2014

Baca Juga Artikel dibawah ini

Hati-Hati Pasar Latah

Sebaran Harga Tanah Tidak Merata

Mixed-Use Development

You have no rights to post comments