Medan Perang Bekasi

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Medan Perang Bekasi

“ Dari 23 buah pusat perbelanjaan di Bekasi atau seluas lebih kurang 900.000 m2, sebesar 50,3% terkonsentrasi di Bekasi Barat dan Bekasi Selatan “

Aktifitas pembangunan properti Bekasi tertinggi dibandingkan wilayah lainnya.
Kekuatan basis industri menjadi faktor keunggulan dibandingkan wilayah penyangga Jakarta lainnya.

Kota Bekasi sebagai salah satu daerah penyangga Jakarta, perlahan tapi pasti telah menunjukkan peningkatan yang fantastis, baik dari perkembangan harga tanah sampai pada gaya hidup perkotaan.

Selain akses jalan dari arah Jakarta Timur yang berbatasan langsung dengan Bekasi, wilayah ini terhubung dengan akses dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui empat gerbang tol akses yaitu Pondok Gede Barat, Pondok Gede Timur, Bekasi Barat, dan Bekasi Timur. Selain itu tol Lingkar Luar Jakarta dengan empat gerbang tol akses yaitu Jati Warna, Jati Asih, Kalimalang, dan Bintara membuat Bekasi tumbuh sebagai sebuah kekuatan ekonomi. Di wilayah Bekasi Barat, telah berkembang dari dulu sebagai pusat bisnis dan perdagangan. Bahkan Untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang menghubungkan Pusat Kota dengan Bekasi Utara, pengembang Summarecon Bekasi bekerja sama dengan pemerintah daerah membangun jalan layang sepanjang 1 km. Belum lagi  rencana jalan layang Bulak Kapal di Jalan Joyomartono, Bekasi Timur untuk mengatasi kemacetan disana.

Munculnya pusat-pusat perbelanjaan yang berkumpul di mulut exit tol Bekasi Barat memberikan gambaran meningkatnya daya beli masyarakat Bekasi. Tidak kurang dari 23 pusat perbelanjaan dengan luas 900.000 m2 tersebar di Bekasi sampai Cikarang, dimana sebanyak 50,3% terkonsentrasi di Bekasi Barat dan Bekasi Selatan. Sebut saja Metropolitan Mal, Bekasi Cyber Park, Bekasi Junction, Bekasi Square, Living Bekasi, Mega Bekasi, Grand Metropolitan, dan Mal Summarecon Bekasi.

Dengan basis ekonomi perindustrian yang kuat, Bekasi yang dulu secara umum dikenal sebagai kawasan perumahan segmen menengah bawah telah berkembang ke tingkatan yang lebih tinggi. Pesatnya pertumbuhan Bekasi yang didukung tidak hanya oleh basis industri telah mendongrak peningkatan harga tanah. Para pengembang mulai beralih melirik Bekasi setelah sebelumnya wilayah Serpong disesaki oleh proyek-proyek properti. Bahkan saat ini aktifitas pembangunan di Bekasi relatif mengalahkan Serpong.

(Dadang Mulyana – Kabag Fisik dan Prasarana Bappeda Bekasi) “ Dinas Perhubungan Kota Bekasi mencatat sampai dengan tahun 2013 terdapat 19 lokasi kemacetan yang terjadi di Kota Bekasi dan sekarang monorel muncul sebagai wacana untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kemacetan di Bekasi seharusnya dipandang sebagai konteks regional, karena juga disebabkan oleh lalu lintas orang-orang yang bekerja di Jakarta. Beberapa rencana transportasi dapat digambarkan :

Jalur monorel Cawang – Bekasi Timur yang merupakan hasil kerjasama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Kota Bekasi, untuk melayani masyarakat Bekasi dari dan ke Jakarta dengan dukungan pihak swasta (konsorsium Adhi Karya, Jasa Marga, Telkomsel, dan PT INKA)
APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway Transjakarta) dan Busway. Untuk tahun ini Busway baru dari Jakarta sampai Kota Harapan Indah. APTB dan Busway merupakan kerjasama perencanaan antara Kementerian Perhubungan, Bappenas, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Pemerintah Kota Bekasi. “

Rabu, 11 Juni 2014

Baca juga Artikel dibawah ini

Bekasi Banjir Apartemen

Hati-Hati Pasar Latah (Liputan Bekasi)

 

 

You have no rights to post comments