×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

SEGERA HENTIKAN RENCANA AKUISISI BTN

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

SEGERA HENTIKAN RENCANA AKUISISI BTN

Alasan rencana akuisisi Bank BTN oleh sesama bank BUMN yaitu Bank Mandiri, dinilai banyak  kejanggalannya oleh para pelaku bisnis perumahan. Bahkan ada yang berniat menggugat pemerintah dan Kemeneg BUMN bila akuisisi itu dilaksanakan juga. Beberapa kejanggalan yang ada selama ini adalah bahwa penggantian direksi BTN dengan menghadirkan 2 direksi baru dari Bank Mandiri, dilakukan sebelum surat rencana akusisi dikeluarkan. Dengan demikian saat ini terdapat 3 orang direksi eks Bank Mandiri di BTN. Dimana sebelumnya Meneg BUMN berkomentar belum berencana untuk melakukan akusisi BTN.

Apakah ada tekanan dari pihak lain kepada direksi BTN sehingga sampai saat ini tidak ada upaya dari direksi BTN untuk melakukan perlawanan. Namun demikian aksi penolakan keras justru terjadi dari para karyawan Bank dengan pangsa pasar KPR rumah tersebut. Hal yang berbeda dilakukan oleh para direksi BTN sebelumnya. Dan yang lucunya, rencana akusisi bertepatan sebelum pilpres. Ada apa sebenarnya ? Karena bila dilihat rapor BTN saat ini tidaklah buruk sehingga tidak ada urgensinya mengakuisisi BTN. Dan apakah Bank Mandiri merupakan satu-satunya bank yang berhak mengakuisisi BTN ? Beberapa alasan yang dilontarkan pemerintah dan Meneg BUMN, Dahlan Iskan memperlihatan dalam posisi mencari-cari dan mengada-ada. Alasan akusisi dalam rangka kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2020, dinilai terlalu mengada-ada. Indonesia Property Watch sempat berkomentar bahwa dengan akuisisi yang ada malah akan memperburuk porto folio bank BUMN di segmen menengah bawah dengan pasar yang sangat besar. Karena dikhawatirkan dengan akuisisi yang ada, maka fokus BTN sebagai sumber pembiayaan rumah murah akan bergeser.

Alasan lain yang dikemukakan adalah dengan akuisisi BTN adalah untuk membuat BTN makin besar dalam penyaluran kredit perumahan murah. Hal ini yang menggambarkan ketidakpahaman pemerintah dalam melihat sistem perumahan nasional. Tersendatnya penyaluran rumah rakyat bukan semata-mata kesalahan BTN, melainkan sistem perumahan yang tidak berjalan baik dibawah komando Kementerian Perumahan Rakyat.

Ali Tranghanda
Indonesia Property Watch

Senin, 21 April 2014

 

You have no rights to post comments