JANGAN GANGGU BTN (LAGI) DENGAN ISU AKUISISI

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

JANGAN GANGGU BTN (LAGI) DENGAN ISU AKUISISI

BTN sebagai bank yang aktif dalam penyaluran pembiayaan perumahan murah tentunya menjadi strategis karena mempunyai pangsa pasar yang sangat besar. Tentunya hal ini menjadi incaran bagi pihak lain untuk dapat menguasai BTN. Belum lagi bila Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) disahkan DPR, maka BTN sebagai kandidat utama dalam penyaluran dana tersebut. Sebelumnya sempat beberapa kali BTN diterpa isu akusisi oleh sesama bank BUMN. Isu akuisisi ini kembali menerjang BTN. Saat ini sepertinya lebih serius dengan diluncurkannya surat ke BTN oleh Meneg BUMN untuk perubahan pemegang saham BTN.

Indonesia Property Watch melihat tidak ada urgensinya sesama bank BUMN saling mengakuisisi, apalagi BTN sudah memposisikan diri sebagai bank perumahan rakyat. Bila terjadi akuisisi, malah akan melemahkan posisi BTN dalam market leader penyaluran KPR rumah murah. Secara porto folio BUMN pun tidak akan baik. Segmentasi bisnis bank BUMN lain yang berbeda dengan bank BTN dikhawatirkan menjadi momok terganggunya core bisnis perumahan nasional, karena dari culture akan berbeda. Ini membuktikan bahwa pemerintah tidak tanggap dan tidak paham mengenai kondisi pasar perumahan khususnya rumah menengah bawah. Pantas saja bila kondisi pasar perumahan nasional kita akan menjadi carut marut.

Yang pasti bila berhubungan dengan pasar perumahan, maka isu ini tidak relevan. Skenario yang mungkin terjadi adalah mengeruk dana masyarakat dari pasar saham karena naiknya saham BTN di pasar modal. Rumor akuisisi saja telah membuat saham BTN meroket. Potensi ini dapat digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk memperoleh dana segar dari masyarakat untuk kepentingan tertentu. Tanpa mau terlalu jauh mengenai hal ini, namun sangat disayangkan isu ini digulirkan menjelang pilpres 2014. Apakah ada hubungannya ? Silakan menganalisis dengan segala kemungkinan yang ada.

Dengan akuisisi yang ada pelemahan BTN sebagai housing bank menjadi semakin tajam. Sedangkan di sisi lain kita membutuhkan keberadaan housing bank ditengah pasar perumahan murah yang mempunyai kekurangan (backlog ) sangat besar hampir 21,7 juta unit sampai tahun ini.

Karenanya sebaiknya pemerintah dapat lebih melihat fungsi BTN saat ini dalam pengaruhnya terhadap kondisi pasar perumahan rakyat dan tidak semata-mata keuntungan yang dipercaya hanya untuk kepentingan golongan dan bukan kepentingan rakyat. Jangan ganggu BTN dalam kontribusinya menyalurkan KPR ke perumahan murah mengingat masih banyak PR pemerintah yang seharusnya mendukung BTN sebagai housing bank bukan malah mengganggu kinerjanya.

Ali Tranghanda
Indonesia Property Watch

Rabu, 16 April 2014

You have no rights to post comments