×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Program Perumahan Capres Cawapres Masih Dangkal

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

DANGKALNYA PROGRAM PERUMAHAN PASANGAN CAPRES-CAWAPRES

Berdasarkan pengamatan Indonesia Property Watch, Program perumahan yang dibeberkan oleh kedua pasangan capres cawapres masih dinilai dangkal. Bahkan bila dilihat lebih detil, program perumahan hampir boleh dikatakan tidak ada. Tidak ada program yang khusus membahas sektor perumahan karena sampai saat ini masalah perumahan masih digabungkan dengan sektor lainnya. Semua capres-cawapres membeberkan visi misi yang masih melangit dan belum membumi.

Perlu disadari oleh kedua pasangan bahwa sektor perumahan merupakan salah satu dari sektor yang termasuk dalam kebutuhan pokok, yaitu sandang, pangan, papan (perumahan). Kesejahteraan suatu negara tidak terlepas dari seberapa besar masyarakatnya mempunyai hunian. Karena sektor perumahan seharusnya dapat menjadi prioritas dalam pencanangan program kerja pasangan capres-cawapres.

Saat ini permasalahan perumahan sudah sangat kompleks dan pemerintah tidak dapat emngendalikan harga tanah. Naiknya harga tanah yang tidak terkendali menjadi penyebab angka back log perumahan semakin besar. Semakin lama angka tingkat kebutuhan masyarakat yang tidak mempunyai rumah semakin tinggi. Minimnya informasi dan kompetensi pasangan capres-cawapres yang ada untuk menangani perumahan dikhawatirkan menjadikan sektor perumahan kembali menjadi anak tiri seperti yang terjadi pada dua kali periode SBY. Pasangan Jokowi-JK seharusnya dapat memberikan nilai lebih dengan program kampung deret dan rusunawanya yang telah diimpementasikan Jokowi di DKI Jakarta. Sedangkan pasangan Prabowo-Hatta sampai saat ini belum terlihat mengarah ke program perumahan. Prabowo-Hatta sempat melemparkan isu akan membangun 2.000 tower rusunami, namun tidak diikuti dengan bagaimana cara merealisasikan hal tersebut. Karenanya siapapun bisa bicara target namun tanpa program yang jelas dan pemahaman kendala lapangan yang ada, maka isu itu akan terhenti sebagai wacana. Karenanya kesiapan tokoh yang kompeten di sektor perumahan harus dipersiapkan sejak dini oleh kedua pasangan ini, agar dapat diperjuangkan.

Ironisnya lagi, melihat hasil pemilu legislatif belum lama ini, tidak terlihat tokoh properti yang masuk Senayan. Artinya sektor perumahan sangat kecil peluangnya untuk dibahas oleh tokoh-tokoh yang ada yang dipertanyakan kompetensinya di bidang perumahan.

Perumahan jangan dipandang sebagai sebuah bisnis semata yang luput dari prioritas pasangan capres-cawapres. Karena sebenarnya pemerintah menjadi penanggung jawab utama sebagai amanah UUD 1945 sebagai penyedia perumahan rakyat yang sampai saat ini masih terabaikan.

Ali Tranghanda

Indonesia Property Watch

Senin, 6 Juni 2014

You have no rights to post comments