×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Bisnis Pariwisata Akan Menjadi Primadona

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Rakornas Kepariwisataan ke-4 pada 6 dan 7 Desember 2016 di Ballroom Hotel Sultan Jakarta mengangkat tema “Indonesia Incorporated, Meraih Target 15 Juta Kunjungan Wisatawan mancanegara dan 265 Juta Perjalanan Wisatawan Nusantara Tahun 2017”. Ini untuk pertama kali Kementerian Pariwisata mengumumkan Indeks Pariwisata Indonesia (IPI). Penyusunan indeks ini mengacu pada Travel and Tourism Competitive Index yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia untuk mengukur kesiapan daerah tujuan wisata. Denpasar menduduki peringkat IPI tertinggi dengan skor 3,81 dari rentang skala 0 sampai 5.

Berikut 10 kabupaten kota dengan peringkat tertinggi Indeks Pariwisata Indonesia.

  • Kota Denpasar, 3,81
  • Kota Surabaya, 3,74
  • Kota Batam, 3,73
  • Kabupaten Sleman, 3,72
  • Kota Semarang, 3,59
  • Kabupaten Badung, 3,55
  • Kota Bandung, 3,39
  • Kabupaten Banyuwangi, 3,30
  • Kabupetan Bogor, 3,27
  • Kabupaten Bantul, 3,22

Pencapaian ini tidak lepas dari peran pemerintah untuk menggenjot pariwisata yang diperlihatkan dengan meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia. Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ini, bisnis pariwisata diperkirakan akan meningkat termasuk jasa perjalanan sampai ketersediaan akomodasi di semua kelas hotel bintang.

Wisatawan Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rekor baru dalam sepanjang sejarah sektor pariwisata Indonesia. Dalam satu bulan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Tanah Air melebihi satu juta kunjungan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia bulan Agustus 2016 lalu mencapai 1,03 juta kunjungan. Jumlah ini naik 17,68 persen dibanding Juli tahun lalu yang hanya 877.584 kunjungan. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, jumlah kunjungan wisatawan asing meningkat 20,4 persen. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut di sepanjang tahun 2017.

Menurut Sasmito Hadi Wibowo, peningkatan kunjungan wisatawan asing ini disebabkan oleh dua faktor eksternal dan internal. Faktor internalnya adalah kampanye yang intensif oleh pemerintah ke berbagai negara. Selain itu, banyak atraksi yang disajikan masyarakat lokal di tempat pariwisata. Ini mampu memancing minat warga asing datang ke Indonesia. Sementara salah satu faktor eksternalnya adalah kondisi udara di Australia sangat dingin pada bulan lalu. Itu sebabnya, banyak penduduk Australia yang wisatawan dari negara tersebut datang ke Indonesia, karena jaraknya juga tidak terlalu jauh. Sebaliknya cuaca yang sangat panas terjadi di Arab. Sementara warga Arab masih mengurangi kunjungan ke Eropa.

Berdasarkan data per September 2016, Bali masih memiliki komposisi terbesar masuknya wisatawan mancanegara ke Indonesia sebesar 44,15% baru kemudian melalui Bandara Soekarno-Hatta sebesar 24,16%.

Program 1.000 Homestay

Percepatan program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menitikberatkan sektor pariwisata diperkirakan akan menggenjot penerimaan devisa dalam negeri. Banyaknya potensi wisata yang belum tergarap dengan baik memberikan peluang bagi para investor untuk melakukan investasi di sektor pariwisata.

Selain itu pemerintah juga sedang menggiatkan program 1.000 homestay yang akan dibangun di beberapa tempat wisata dan KEK untuk mendorong ekonomi masyarakat lokal di tempat-tempa wisata yang ada yang akan dikelola oleh masyarakat. Konsepnya adalan pariwisata kerakyatan sehingga mendorong masyarakat berperan aktif. Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Kemen-PU PR, BTN, dan swasta yang akan menjadi kontraktornya. Karena untuk kepentingan pariwisata, maka desain arsitektur rumah itu harus menonjolkan adat. Pembiayaannya pun relatif ringan. Masyarakat yang akan membangun homestay akan dibantu pembiayaannya dari bank BUMN dengan biaya yang murah dengan skema membayar uang muka 1 persen, dan bunga fixed 5 persen, dengan tenor hingga 20 tahun.

Melihat tren pariwisata dengan segala potensi yang ada, saat ini telah banyak investor yang mulai berinvestasi memanfaatkan peluang yang ada. Di beberapa potensi lokasi wisata seperti Belitung, Tanjung Lesung, Banyuwangi, Sumenep, Lombok, dan beberapa lokasi lainnya tengah diincar para investor di sektor pariwisata dengan berbagai konsep wisata yang ditawarkan. (AT)

You have no rights to post comments