BUNGA KPR MASIH AKAN TURUN, PASAR BERSIAP!

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Turunnya BI Rate ke level 6,75 persen dari sebelumnya 7,5 persen seharusnya dapat memicu penurunan suku bunga KPR menjadi satu digit. Berdasarkan pantauan Indonesia Property Watch, saat ini Suku Bunga Dasar (SBDK) masing-masing Bank masih berada di 2 digit. Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) bank yang masih belum turun sangat disayangkan karena pasar sangat mengharapkan penurunan suku bunga ini akan memicu konsumen untuk merealisasikan pembelian propertinya, apalagi tren suku bunga diperkirakan masih akan turun.

Bahkan Bank BTN sekalipun yang menjadi market leader KPR dan dikenal sebagai ‘bank perumahan’ seharusnya dapat menerapkan bunga yang lebih rendah dibandingkan bank lainnya. “Bank BTN sebagai bank perumahan harus menjadi pelopor untuk menurunkan suku bunga KPR. Saat ini bahkan BTN masih memberikan suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan bank lain dan bertolak belakang dengan visi bank BTN sebagai bank perumahan,” ujar Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch.

Namun ternyata tidak semudah itu suku bunga KPR turun, karena ada sejumlah bank yang mempunyai cost of fund tinggi dengan rata-rata Non Performing Loan (NPL) yang juga meningkat. Tingginya suku bunga di Indonesia saat ini bahkan tertinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Dengan lending rate di Indonesia yang rata-rata 12,5 persen, maka real lending rate yang ada setelah dikurangi inflasi masih berkisar 6,3 persen. Margin suku bunga dibandingkan deposito pun masih berkisar 5 persen.

Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) Bank di Indonesia

Perbandingan Suku Bunga di Beberapa Negara Tetangga

Sumber : Diolah dari berbagai sumber, 2016

Untuk membantu bank menurunkan biaya dana dan menjaga likuiditas, Bank Indonesia bulan November 2015 melakukan pelonggaran moneter melalui penurunan giro wajib minimum (GWM) dari 8 persen menjadi 7,5 persen. Diharapkan bank-bank bisa memangkas suku bunga kreditnya seiring dengan penurunan cost of fund. Hal ini akan memberikan stimulus bagi peningkatan pasar properti yang saat ini belum pulih sepenuhnya. Berdasarkan riset yang dilakukan Indonesia Property Watch diperlihatkan bahwa setiap penurunan 1% suku bunga KPR akan meningkatkan potensi pasar KPR sebesar 4-5%. Dengan adanya potensi penurunan suku bunga sampai akhir tahun 2016 akan memberikan potensi peningkatan pangsa pasar KPR 10% - 25% dibandingkan tahun 2015. Pasar properti akan mulai bersiap untuk pulih kembali.l

You have no rights to post comments