Daniel Kundjono Adam

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Daniel Kundjono Adam

Ia menata hidupnya dengan disiplin dan teratur seolah pintalan benang yang perlahan menjadi sebuah kain yang indah. Semuanya terpola dengan baik. Karakter yang kuat terbentuk dalam kepribadiannya. Sosok ibu selalu menginspirasi perjalanan hidupnya. Dengan visi jauh ke depan, membawanya untuk memimpin perusahaan semen terbesar di Indonesia. Dia lah seorang Daniel Kundjono Adam, Direktur Komersial di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

Satu jam waktu yang sangat singkat untuk berfoto sekaligus wawancara dengan Daniel Kunjono Adam. Pria berperawakan sedang yang selalu tampil dengan wajah ceria dan semangat, seolah menjadi bagian dari hidupnya. Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang Direktur Komersial di PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., ia menyempatkan diri untuk berpose sambil wawancara dengan tim foto dan jurnalis dari Majalah Property and The City.

Di ruangan yang cukup luas kami disambut oleh pria berdarah Tionghoa ini. Keramahan yang alamiah terlihat dari raut wajah dan suaranya. Aksen Jawa Tengah masih terdengar dari tutur kata yang disampaikannya.

“Sebenarnya ini bukan ruangan saya lagi” katanya, sambil mempersilahkan kami untuk bersiap-siap mengambil foto dirinya.  
“Tapi saya masih sering kesini untuk beberapa hal. Rasanya seperti di rumah sendiri kalau di ruangan ini,” lanjutnya.
Tidak heran memang, karena belasan tahun Daniel menempati ruangan tersebut sebelum ia menjabat sebagai Direktur Komersial.

Dengan langkah santai dia menghampiri jendela lalu membuka tirainya, seketika sinar matahari menembus kaca jendela di ruangan itu. Dari sana terlihat jelas gedung-gedung pencakar langit dan aktifitas kendaraan yang padat di Jalan Sudirman, Jakarta. Selain meja kerja, lukisan-lukisan dan lemari yang cukup besar menghuni ruangan itu, tampak juga satu set sofa yang ditata dengan apik untuk menerima para koleganya.

“Saya memulai karir dari bawah. Waktu itu kantornya belum disini, gedung yang sekarang ini belum ada,” kenangnya sambil berusaha mengingat masa awal bergabung dengan Indocement. Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan dunia properti.  Sejak tahun 2002 dipercaya oleh manajemen untuk memimpin Sales and Marketing Division. “Baru di tahun 2013 saya diminta oleh manajemen untuk memegang jabatan sebagai Direktur Komersil sampai sekarang.” Ceritanya kemudian terhenti ketika suara telepon genggamnya berbunyi. Dengan ramah ini meminta ijin untuk menerima telepon.

Sesi kedua kemudian berlanjut... Kami melanjutkan ke sesi foto. Kali ini di ruangan yang berbeda. Sambil berjalan menuju lokasi foto di lantai 22 Gedung Indocement Tower, kami melanjutkan wawancara.  Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan lantang.

Berpose di depan kamera, bukan hal yang biasa baginya, namun juga tidak sulit untuk mengikuti arahan dari pengarah gaya. Coat berwarna hitam dari Mazzimmo Duti yang dikenakan menambah elegant tampilannya pagi itu, dilengkapi dengan jam tangan silver bermerk Rolex dan sepatu pantofel Bally warna hitam menjadi satu kesatuan yang sempurna di depan kamera.

“Anda selalu kelihatan ceria dan bersemangat Pak Daniel?” tanya tim penasaran.
“Saya memang selalu berusaha seperti itu, orang-orang malah bilang saya orangnya berapi-api dan pantang menyerah,”  jawabnya sembari melirik ke kami dengan ekspresi yang memperlihatkan kalau ia setuju dengan pendapat itu.

Bisa di bilang separuh dari hidup pria penyuka mobil Eropa ini ia dedikasikan untuk berkarir di PT. Indocemet sampai hari ini. “Suatu hari kelak saya juga pengen jadi pengusaha sukses, tentunya di bidang properti, entah itu jadi pengembang, kontraktor atau bahkan dua-duanya. Lumayan kan teman-teman banyak di properti jadi akan lebih mudah nantinya”.

Target lain dari Daniel adalah menjadi pengajar setelah tidak menjabat lagi di Indocement. Untuk itu ia akan mengambil pendidikan tambahan lagi agar  bisa mewujudkan keinginannya. Daniel memang pria yang sangat aktif dan punya visi jauh ke depan. Ia menata hidupnya dengan teratur seolah pintalan benang yang perlahan menjadi sebuah kain yang indah. Semuanya terpola dengan baik. Karakter yang kuat terbentuk dalam kepribadiannya. Semasa kecil di kampung halaman, ia bermain dengan temannya layaknya anak-anak waktu itu, ditemani tujuh saudaranya.

Sosok Ibu selalu menginspirasi perjalanan hidupnya. Di hari minggu biasanya sang Ibu mengumpulkan kedelapan anaknya untuk makan bersama. Makanan kesukaan keluarga mereka adalah rujak buah.

Pada momen-momen seperti itulah ibu dari Daniel kecil bercerita dan memberi nasehat kepada Daniel kecil dan saudara-saudaranya. Semuanya itu terpatri dalam sanubarinya sehingga membimbingnya menjadi salah satu ujung tombak perusahaan terkemuka di Indonesia. Dari sebuah desa kecil di Jawa Tengah, Daniel kecil kini menjelma menjadi sosok yang matang dan penuh wibawa. Bahkan menjadi pribadi yang cukup diperhitungkan di ibukota.

Kini Hari-harinya disibukkan dengan aktivitas yang  padat, dari satu meeting ke meeting yang lain. Sebagai salah satu pucuk pimpinan di perusahaan, ia  dituntut untuk mengetahui dan mengikuti perkembangan dunia properti tanah air juga mancanegara. Baginya dunia Properti adalah bisnis yang sangat menjanjikan dan masih akan berkembang terus ke depan. “Masih banyak kota-kota besar di Indonesia selain Jakarta yang cukup menjanjikan. Sejauh infrastruktur dibenahi, properti juga pasti akan berkembang,” jelasnya.

”Indonesia sangat menarik seperti gadis cantik, secara ekonomi juga baik. Perhatikan saja sekarang banyak investor-investor yang datang kesini, mulai dari Korea, China, mereka paling banyak belanja properti. Karena apa? Selain capital gain harga properti kita masih jauh lebih murah di banding negara-negara lain”.
”Dengan negara tetangga, Singapura masih lebih punya daya tarik,” katanya. “ Malaysia menurut saya juga cukup baik. Bisa dibilang berimbang dengan kita bahkan beberapa daerah di Malaysia cukup bagus. Jadi kalau kita gak hati-hati, Malaysia bisa lebih menarik daripada kita,“ paparnya sambil mengangkat kedua tangannya.

Hari-harinya masih terus berlanjut dengan pencapaian-pencapaian yang akan ia raih. Meskipun begitu suami dari Amelia Budiman dan Ayah dari Benita, Joan dan Carmeli ini masih menyiapkan waktu berkualitas untuk keluarganya. Dukungan dari keluarganya sangat ia rasakan dalam pencapaian karirnya.

“Mereka semua sangat men-support saya bahkan hal-hal terkecil.” Di hari libur dia selalu menyempatkan diri untuk keluarganya atau sekedar bersepeda menikmati hobby barunya itu.  Semoga target-target yang sudah di rencanakan olehnya bisa tercapai seiring dengan perkembangan yang diharapkan industri properti tanah air.

“Biarkanlah itu semua mengalir seperti air, bertiup seperti angin, dan bersinar seperti matahari,” tuntasnya.
(ron)

9 Juni 2014

You have no rights to post comments