MODERNCIKANDE, SMART CITY YANG TERINTEGRASI

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Kehadiran MCIE sebagai kawasan terintegrasi dipastikan akan mendongkrak properti di Serang.

Pergerakan kawasan industri di barat Jakarta, khususnya di Kabupaten Serang memang tidak seagresif di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Beberapa perusahaan besar masih lebih memilih Cikarang, bukan sekadar karena akses, melainkan karena fasilitas yang lebih lengkap dalam satu kawasan. Namun masifnya pembangunan yang belakangan dikembangkan dalam kawasan ModernCikande Industrial Estate (MCIE), akan menjadikannya sebagai kawasan percontohan di Serang.

Baca JugaTerlengkap di Banten, ModernCikande Raih Penghargaan di PIA Awards 2017

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, kawasan industri di Serang relatif masih tersebar, tidak dalam satu kawasan yang terintegrasi sehingga pergerakannya pun lebih lambat. “Akses relatif baik, masalahnya kawasan industri di Serang tidak dalam satu kawasan yang terintegrasi. Tapi ModernCikande akan membuat industri lebih terintegrasi,” kata Ali.

MCIE dikembangkan oleh PT ModernCikande Industrial Estate, anak usaha dari PT Modernland Realty Tbk, sejak tahun 1991. MCIE merupakan kawasan industri terluas di barat Jakarta, yang mencapai 3.175 hektar, bahkan ada potensi penambahan 200-300 hektar. Saat ini sudah lebih dari 200 perusahaan nasional dan multinasional dalam kawasan MCIE, baik di bidang makanan dan minuman, chemical, steel, metal product and smelter, juga home and building materials.

Integrasi

Berbagai fasilitas dan sarana terus dibangun dalam MCIE sebagai kawasan modern dan terintegrasi. Beberapa yang sudah ada, seperti komplek pertokoan, klinik kesehatan, kantor pos, perbankan, infrastrukur, dan teranyar adalah hotel Swiss-Belinn ModernCikande yang direncanakan akan beroperasi akhir tahun ini.

MCIE juga tengah merampungkan pembangunan kota pintar atau smart city seluas 100 hektar. Di dalamnya nanti akan ada pusat data, pabrik elektronik, dan pusat inkubasi untuk perusahaan rintisan atau start up. Konsep smart city tersebut, nantinya berupa bangunan-bangunan yang berfungsi sebagai tempat produksi, gudang, dan kantor.

“80 persen infrastruktur sudah siap dalam mendukung smart city ini,” tegas Operational General Manager MCIE, I Wayan Satia.

Berkembangnya MCIE juga ditandai dengan minat investasi yang terus meningkat, bahkan jumlah customer baru juga semakin bertambah. Sepanjang tahun lalu MCIE sukses menjual lahan seluas 28,5 hektar, dan tercatat sebagai penjualan tertinggi, sebagaimana laporan Colliers International Indonesia. Kini, lahan tersisa dalam kawasan MCIE seluas 1500 hektar.

MCIE berada di lokasi yang terbilang stragis, di daerah Cikande Serang, Banten, atau sekitar 68 km dari Jakarta, 75 km dari Pelabuhan Tanjung Priok, dan 50 km dari Bandara Bandara Internasional Soekarno-Hatta. MCIE juga tidak begitu jauh menuju 3 pelabuhan besar, yakni Ciwandan, Cigading, dan Merak Mas. Saat ini MCIE dapat diakses melalui tol Jakarta-Merak dengan pintu keluar tol Ciujung. Dengan akan beroperasinya pintu tol Cikande tahun ini, maka akses dari MCIE hanya 900 meter. [Majalah Property And the City edisi 33/2017 / Pius Klobor] l