Inilah Aturan Kepemilikan Asing di Vietnam

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

INILAH ATURAN KEPEMILIKAN ASING DI VIETNAM

Mulai 1 Juli 2015, Vietnam akan menggunakan regulasi kepemilikan properti oleh warga negara asing yang baru. Aturan ini membuka peluang bagi warga negara asing untuk memiliki properti di negara tersebut.
Berikut ini aturan kepemilikan properti bagi warga asing di Vietnam:

  1. Semua warga asing yang mendapatkan visa ke Vietnam diperbolehkan untuk membeli rumah di Vietnam.
  2. Semua pendanaan investasi dan bank asing, atau perusahaan asing yang memiliki kantor perwakilan di  Vietnam memenuhi syarat untuk membeli.
  3. Semua jenis properti residensial, termasuk kondominium, vila, dan rumah bandar (townhouse) dapat dimiliki—regulasi sebelumnya hanya berlaku untuk kondominium.
  4. Tidak ada batasan pada jumlah unit yang dapat dibeli, tetapi jumlah unit hunian yang bisa dimiliki warga asing tidak boleh melebihi 30% dari total unit di sebuah kompleks kondominium. Di sektor rumah tapak, warga asing tidak boleh memiliki lebih dari 250 unit properti dalam satu distrik—regulasi sebelumnya, warga asing hanya bisa membeli satu kondominium.
  5. Properti milik warga asing dapat disewakan, diwariskan, dan dijadikan agunan—aturan sebelumnya hanya dapat dihuni.
  6. Warga asing memiliki properti di Vietnam dengan status leasehold selama 50 tahun, dan dapat diperpanjang. Warga asing yang menikah dengan warga Vietnam berhak mendapat status kepemilikan freehold.

You have no rights to post comments