User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active

Cilegon Center Mall bakal menjadi destinasi baru masyarakat Cilegon dengan berbagai fasilitas yang lengkap. Mal ini berada di Cilegon Center, superblok pertama di Cilegon.

Setiap kali mendengar nama Cilegon, ingatan kita adalah pabrik baja Krakatau Steel. Maklum, di kota ini terdapat pabrik baja terbesar milik pemerintah yang berdiri sejak tahun 1970. Sebagai kota industri bukan berarti pertumbuhan propertinya stagnan. Kehadiran industri-industri besar yang nota bene menarik para pekerja masuk ke Cilegon, pada akhirnya membutuhkan residensial. Para pekerja butuh tempat tinggal yang dekat dengan lokasi pabrik.

Baca Juga :

Efek lanjutannya adalah hadirnya residensial mendorong kebutuhan properti komersial seperti mal/trade center untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di tahun 2007 pengamat properti Ali Tranghanda  yang masa itu masih sebagai Direktur Eksekutif Pusat Strategis Intelejen Property (PSIP) pernah memprediksi, selain sektor perumahan, yang berkembang di Cilegon berikutnya adalah sektor ritel seperti  trade center. Kini, setelah belasan tahun prediksi Ali Tranghanda, Cilegon kian tumbuh propertinya. Perumahan-perumahan baru terus bermunculan, yang akhirnya memunculkan kebutuhan properti yang menampung lifestyle masyarakat Cilegon. Inilah yang ditangkap oleh PT Yestar Karya Utama (YestarLand) dengan menghadirkan proyek mixed-use seluas 7 hektar dengan nama Cilegon Center.
Cilegon Center bakal menjadi superblok pertama di Cilegon yang terdiri dari hotel, mal, apartemen, pusat niaga, fasilitas kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Proyek yang berada di jantung Kota Cilegon ini digadang-gadang bakal menjadi destinasi baru untuk berbelanja, hiburan dan relax yang nyaman dan lengkap. Tahap awal pengembangan dimulai dengan pembangunan Cilegon Center Mall (CCM) di atas lahan 2 hektar dengan luas bangunan 67.741 meter persegi. Pembangunan CCM yang dimulai sejak akhir Agustus 2016 saat ini sudah menyelesaikan topping off.
“Ini bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan pusat perbelanjaan terlengkap dan paling modern di Kota Cilegon,” ujar Muljiono Hartono, CEO YestarLand.
Muljiono berharap kehadiran CCM dapat menjadi tempat yang nyaman bagi warga sekitar CCM dan Cilegon pada umumnya untuk dapat memanfaatkan fasilitas tersebut. CCM tidak sekadar sebagai fasilitas komersial namun juga dapat menjadi oase dan sekaligus tempat rekreasi belanja bagi warga Cilegon. “Cilegon adalah kota industri, sehingga membutuhkan sarana dan prasarana pendukung untuk publik, seperti hunian, fasilitas kesehatan dan pendidikan, termasuk pusat belanja,” kata Muljiono.
CCM  yang dikembangkan dengan konsep Green Architecture ini, menelan dana investasi tidak kurang dari Rp300 miliar dengan tinggi 7 lantai. Tersedia area parkir yang luas, supermarket, lobby mall, destinasi wisata dan belanja keluarga. Untuk mewujudkan mall yang lebih nyaman, Yestarland menggandeng perusahaan konsultan properti Cushman and Wakefield. “Melihat proses pembangunan yang berjalan hingga saat ini, kami optimis CCM dapat beroperasi pada awal bulan Juni 2018 mendatang,” tegas Muljiono.
Beberapa anchor tenant terkemuka yang memiliki reputasi brand terbaik dipastikan akan hadir di CCM. Seperti Cinema XXI yang rencananya membuka 5 studio, Best Denki, Kidzilla, Matahari Departement Store, Superindo, Ace Hardware, serta Informa. Ke depan akan ada 133 tenant yang akan mengisi Cilegon Center Mall. “Hingga saat ini occupancy tenant sudah terpenuhi 75 persen,” imbuh Muljiono.
CCM dibangun dalam kawasan niaga terpadu Cilegon Center dengan nilai investasi proyek sekitar Rp1 triliun. Proyek ini juga berda di tengah kawasan kota industri.  Keberadaan Cilegon Center sebut Muljiono, terinsiprasi dari semboyan kota Cilegon yaitu Cilegon Mandiri. “Setelah Cilegon Center Mall selesai, kami akan melanjutkan pembangunan proyek hotel, ruko, apartemen dan fasilitas lainnya seperti pusat kesehatan, juga sekolah dalam kawasan ini,” pungkas Muljiono. [Pius Klobor] ●

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Inilah apartemen pertama yang dibangun Sinar Mas Land di Surabaya. Rasakan sensasi tinggal di apartemen dengan ultimate living experience.
Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia. Wilayahnya yang relatif dekat dengan Indonesia Timur, menjadikan Surabaya pilihan bagi masyarakat Indonesia Timur untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Terlebih banyak universitas terkenal di Surabaya yang menjadi magnet pelajar dari luar Surabaya. Bisa dimaklumi kalau kemudian kota berjuluk “Kota Pahlawan” ini potensi properti residensial  sangat menjanjikan karena kebutuhan hunian terus meningkat.
Dengan cepatnya pertumbuhan penduduk dan lahan yang makin terbatas di Kota Surabaya, mau tidak mau pilihan pengembangan propertinya adalah apartemen. Cerita yang sama pernah terjadi di Jakarta. Sebagai kota besar kedua setelah Jakarta, wajar bila pengembang-pengembang nasional cukup agresif masuk ke kota yang memiliki simbol “ikan hiu dan buaya”. Salah satunya adalah Sinar Mas Land. Lewat kolaborasi dengan pengembang lokal, PT Borland Nusantara, Sinar Mas Land mengembangkan apartemen di atas lahan seluas 3,1 hektar dengan nama Klaska Residence di Jagir Wonokromo, Kota Surabaya.
Menurut Franky Najoan, CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Klaska Residence akan membawa warna baru hunian vertikal di Kota Surabaya. Pasalanya, hunian tersebut akan menyasar sebagian besar pasar Jawa Timur dengan harga lebih terjangkau, tetapi dengan fasilitas yang lebih modern. “Ini akan membuat semua orang bisa tinggal dan merasakan kenikmatan gaya hidup modern di Surabaya,” ujar Franky.

Klaska Residence berada di lokasi strategis dengan aksesibilitas terbuka dan berdekatan dengan sejumlah fasilitas serta sarana public. termasuk dekat dengan area retail, bisnis, dan lifestyle, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan di Kota Surabaya. Rencananya akan ada enam tower yang terintegrasi, dengan tiga tower untuk unit apartemen dan tiga tower lainnya akan dikembangkan untuk komersial, seperti soho, office, dan serviced apartment.
Untuk tahap awal tower yang akan dibangun adalah Tower Azure, yang sudah dipasarkan sejak 2016 lalu dan telah terserap hingga 80 persen. Tower Azure rencananya mulai serah terima pada tahun 2020. Saat ini harga per unit dipasarkan mulai Rp500 juta untuk tipe studio, hingga Rp1 miliar untuk tipe suite 2 bedroom.
Kebutuhan Lifestyle
Sebagai pengembang besar dengan puluhan proyek, Sinar Mas Land tentu tidak sekadar membangun apartemen. Ada nilai lebih yang melekat di setiap landed maupun apartemen yang dibangun Sinar Mas Land. Begitu juga dengan Klaska Residence, proyek senilai Rp3,5 triliun ini dibangun dengan mengusung konsep resort apartemen. Tersedia water facilities, serta dilengkapi dengan seven green level.
Konsep ini ditopang oleh berbagai fasilitas di area Klaska Residence, seperti thematic water facilities, jacuzzi, sauna, fitness center, sky jogging track, hanging garden, serta private library dan playroom.  “Kami ingin menyediakan semua yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat. Inilah hunian dengan ultimate living experience yang bisa dirasakan banyak orang karena harganya yang lebih terjangkau,” kata Franky.
Klaska Residence, lanjut Franky, lebih mengutamakan kebutuhan lifestyle yang didukung dengan smart unit system di tiap unitnya. Bagi generasi Mellenials smart home sudah menjadi kebutuhan tinggal di apartemen. Penghuni di Klaska Residence untuk menyalakan AC atau lampu di ruangan cukup dikontrol lewat gadget. Sistem ini juga terintegrasi dengan fitur anti-theft yang dipasang di pintu masuk setiap unit apartemen. Panic button juga tersedia di setiap unit yang berfungsi sebagai pemanggil bantuan jika terjadi keadaan darurat.
Proyek apartemen pertama Sinar Mas Land di Surabaya ini juga dipercantik dengan main entrance berukuran raksasa, dengan tinggi gate 8 meter dan bentang mencapai 25 meter. Selain itu, Kali Jagir di sepanjang proyek juga akan percantik yang diikuti dengan pelebaran Jalan Jagir Wonokromo menjadi ROW 35 meter. Belum lagi frontage road yang akan segera tembus ke Jalan Jagir Wonokromo. “Upaya kami ini akan membuat kawasan Klaska Residence menjadi semakin berkelas,” ujar Franky. [Pius Klobor] ●

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Apartemen eksklusif ini dibangun hanya 500 unit dengan harga mulai Rp40 juta per meter persegi. Potensi sewa berkisar 1.200-2.000 dollar Amerika.

Dalam bahasa Spanyol  Izzara berarti “bintang”. Gemerlap bintang di langit di waktu malam pasti memesona siapapun yang melihatnya. Mungkinkah ini yang dimaksud apartemen The Izzara hasil kolaborasi Alila Group dengan Grage Group, yang memancarkan pesona bak bintang di langit. Atau, lokasinya yang layak mendapat bintang karena berada persis di simpang susun TB Simatupang, Jakarta Selatan. Persimpangan jalan yang menghubungkan beberapa wilayah strategis di Jakarta dan beberapa wilayah penyangga.
Lokasi The Izzara makin menggeliat setelah adanya ruas Tol Depok-Antasari (Desari) yang menghubungkan pusat bisnis Jakarta Selatan mengarah Depok, Jawa Barat. Selain itu, keberadaan Tol Ulujami-Puri (JORR W2) dengan akses langsung ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta juga semakin menambah prestis The Izzara. Belum lagi hadirnya massal Mass Rapid Tranport (MRT) Bunderan HI-Lebak Bulus dan rencana pengembangan MRT Lebak Bulus-Kuningan. “Koridor ini akan menjadi sentra bisnis terbaru Jakarta, the next CBD setelah Sudirman,” ujar Widyawati Supandi, General Manager- Marketing and Sales The Izzara.

Baca Juga :

Berdiri di atas lahan 3,5 hektar, apartemen strata tittle dengan dua menara eksklusifnya nantinya akan terintegrasi dengan satu menara perkantoran (SIMA Office Tower). Kawasan ini dikembangkan dengan mengedepankan konsep green dengan hanya 20 persen lahan untuk bangunan. Selebihnya difungsikan sebagai lahan hijau dengan fasilitas pendukung seperti dua kolam renang besar, fitness center, jogging track, yoga garden, taman bermain anak, sistem keamanan 24 jam, ruang parkir di 5 basement yang mamu menampung lebih dari 600 kendaraan. Serta jaringan koneksi internet berkecepatan tinggi.
Private Lift
The Izzara hanya merangkum 500-an unit hunian yang terdiri dari 226 unit di North Tower setinggi 25 lantai dan 297 unit di South Tower setinggi 28 lantai. Kedua menara menyediakan beberapa tipe berbeda, yakni tipe 1 bedroom (64-71 m2) dan 2 bedroom (99-147 m2) berada di North Tower, kemudian tipe 2 bedroom (99-147 m2) dan 3 bedroom serta penthouse (176-199 m2) berada di South Tower. Bahkan di South Tower dilengkapi dengan fasilitas private lift.
Sejak resmi dipasarkan pertama pada tahun 2015 lalu, sudah sekitar 80 persen unit terjual dengan perbandingan 60 persen end user dan sisanya investor. Tingginya peminat apartemen di Izzara, sebut Winarti Indrajaya, Executive Director The Izzara, lantaran lokasi apartemen yang paling strategis dibanding apartemen lainnya di koridor yang sama. “Kami apartemen pertama di koridor TB Simatupang dan berada di lokasi yang paling strategis dari yang lain,” ujar Winarti.
The Izzara juga menjadi produk investasi yang sangat menjanjikan. Apalagi banyak ekspatriat yang juga beraktivitas di koridor TB Simatupang ini. Winarti meyakinkan para investor, membeli The Izzara bakal mendapatkan keuntungan besar dari bisnis sewa mereka. “Rata-rata nilai sewa hunian di sekitar TB Simatupang berkisar antara 1.200-2.000 dollar AS per bulan,” katanya.
Saat ini unit apartemen The Izzara dipasarkan dengan kisaran harga di Rp40 juta per meter persegi atau naik dari Rp21 juta per meter persegi dari saat awal dipasarkan. Beberapa unit terutama di lantai 2-6 kedua menara sudah mulai diserahkan kepada konsumen. “Proses pre-handover kepada konsumen secara parsial sudah kami lakukan. Selanjutnya di akhir Februari ini, kami akan lanjutkan untuk lantai 7-10,” terang Widyawati. Adapun pembangunan apartemen ditargetkan rampung pada kuartal dua tahun 2018. [Pius Klobor]

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

the-project-Trans-Park-Juanda-35-0Satu lagi superblok besutan Trans Property dengan konsep lifestyle untuk wisata keluarga. Kampus The London School of Public Relations bakal melengkapi TransPark@Juanda - Bekasi.

TransPark@ Juanda merupakan satu dari dua superblok yang dikembangkan Trans Property, anak usaha dari CT Corp. Satunya lagi adalah TransPark@ Cibubur yang lebih dulu dikembangkan. Dibangun sejak November 2017, lokasi TransPark @Juanda persis di Jalan Juanda, simpang tiga Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi. Lokasi yang strategis, karena hanya berjarak 100 meter dari Stasiun Commuter Line Bekasi Timur. Dekat ke Stasiun LRT Bekasi Timur, exit Tol Bekasi Barat dan exit Tol Bekasi Timur.

Salah satu kekuatan dari Trans Property adalah konsep yang kuat dari proyek yang dikembangkan. Konsep yang kuat bisa menjadi pembeda dengan pengembang lainnya. TransPark @Juanda mengusung konsep lifestyle yang menjadi destinasi wisata keluarga. Keluarga menjadi unsur penting agar orang betah tinggal di superblok. Di Zaman Now ini, era digital adalah keharusan. Untuk itu, Trans@Park Juanda mengadopsi berbagai selera era digital dan teknologi kekinian.

Di atas lahan 4,8 hektar, TransPark@Juanda dikembangkan dengan menelan investasi Rp3 miliar. Sebagai superblok, proyek milik konglomerat Chairul Tanjung ini akan diisi apartemen, hotel, perkantoran, pusat perbelanjaan dan kampus perguruan tinggi The London School of Public Relations (LSPR). Akan ada lima tower apartemen dengan lebih dari 5000 unit. PT Adhi Persada Gedung (APG) selaku kontraktor menargetkan pembangunan proyek superblok ini kurang dari 36 bulan, sehingga pada akhir 2019 seluruh kegiatan pembangunan di superblok ini sudah rampung. Namun untuk kampus LSPR ditargetkan selesai sekitar September 2018, sehingga kegiatan penerimaan mahasiswa baru bisa dimulai di September 2018. Tower LSPR dibangun dengan kapastitas yang dapat menampung lebih dari 7.000 mahasiswa.

Fasilitas serta wahana terbesar dan pertama di Indonesia menjadi kelebihan dari TransPark @Juanda, seperti waterpark yang terintegrasi langsung dengan apartemen. konektivitas ini memungkinkan penghuni untuk bebas menggunakan fasilitas waterpark. Fasilitas hiburan lainnya adalah Trans Studio yang akan menghadirkan berbagai hiburan keluarga. Kemudian Snow Town, satu-satunya wahana bermain salju terbesar pertama di Indonesia.
“Nantinya anak-anak bisa bermain salju dan membuat boneka salju atau bola salju. Dan kami pun akan membangun café dan restoran di tengah konsep Snow Town tersebut,” ujar Ronald Cassidy, Direktur Marketing Trans Property.

Antri Orderan

Seiring target rampungnya TransPark@ Juanda di akhir tahun 2019, sejumlah infrastruktur pun diprediksi mulai beroperasi. Hal ini tentunya akan semakin meningkatkan nilai jual dan investasi proyek ini. Adapun commuter line rute Cikarang yang melintasi stasiun Bekasi Timur sudah beroperasi Oktober 2017 lalu. Kemudian Tol Becakayu (Bekasi - Cawang - Kampung Melayu) seksi 1B dan 1C juga baru diresmikan pengoperasiannya 3 November 2017 lalu. Menyusul kemudian adalah kereta ringan LRT Bekasi – Cawang yang akan selesai pada 2019. “Potensi sewa sangat bagus, di mana ada kampus di situ tentu ada demand. Untuk tipe studio seperti orang sewa kos-kosan, apalagi mahasiswa LSPR yang mencapai 7.000-an orang,” ucap Ronald meyakinkan.

the-project-Trans-Park-Juanda-35-1Terbukti, animo tinggi pemburu properti sudah terlihat sejak diperkenalkan November 2017 lalu. Antrian calon pembeli memaksa pengembang untuk segera melepas penjualan perdana. Padahal rencana awal baru akan dipasarkan di awal 2018. Tower Jade sebagai tower apartemen pertama pun langsung ludes sebanyak 350 unit dari total 700 unit disaat groundbreaking. Ada tiga tipe yang tersedia, yakni studio, 2 bedrooms, dan tipe 3 bedrooms dengan harga mulai Rp280 juta. “Luar biasanya adalah orderan sudah antri. Sehingga saat itu kami buka penjualan, tetapi terbatas hanya ke teman-teman kami,” kata Ronald.

Setelah sebulan dilego di pasar, penjualan tower pertama tersebut sudah mencapai sekitar 90 persen. Pengembang pun berencana mulai memasarkan kembali tower kedua di awal 2018. “Planning kami di Januari 2018 kami akan launching penjualan tower kedua. Dan di akhir 2018, sebanyak 5 tower sudah harus habis terjual,” ungkapnya.
Ronald optimis mencapai terget tersebut, apalagi minat tinggal dan investasi masyarakat Bekasi juga Jakarta dan sekitarnya masih sangat tinggi. Sementara harga pun kini sudah mencapai Rp300 juta untuk tipe studio. TransPark@Juanda direncanakan mulai serah terima ke konsumen di akhir 2020. [ADV]

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Di atas lahan 100 hektar, APL bangun landed menyasar segmen menengah dan mengah atas. Pembangunan infrastruktur yang pesat, berimbas pada tingginya permintaan properti di Bandung.

“Bandung Selatan di waktu malam berselubung sutra mega putih/Laksana putri lenggang kencana duduk menanti akan kekasih...”

Sepenggal bait dari lagu “Bandung Selatan di Waktu Malam” yang mengisahkan indahnya kawasan selatan Kota Bandung. Ibarat kekasih, Anda dinanti untuk datang dan tinggal di Bandung Selatan yang indah, dengan barisan pegunungan Malabar yang memesona mata. Bila Agung Podomoro Land kemudian hadir dengan Podomoro Park di Bandung Selatan, tentu bukan semata-mata karena keindahan alamnya seperti terlukis dalam lagu ciptaan Ismail Marzuki ini.

Ada beberapa fakta yang membuat PT Agung Podomoro Land, Tbk (APL) membangun landed Podomoro Park di hamparan lahan seluas 100 hektar di Buah Batu, Bandung Selatan. Menjawab pertanyaan mengapa APL membangun landed di Bandung Selatan, Agung Wirajaya, Assistant Vice President Head of Strategic Residential Marketing Division PT Agung Podomoro Land, Tbk punya jawaban. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di Bandung sedang tumbuh pesat, baik di Bandungnya sendiri maupun dengan kota lain, seperti Jakarta.

Tercatat, rencana pembangunan kereta api cepat Bandung-Jakarta. Pembangunan tol cikampek 2 (elevated) yang sedang berjalan. Yang terbaru diresmikannya tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) sepanjang 10,5 km di Kabupaten Bandung. Pembangunan infrastruktur yang massif ini memberikan dampak positif untuk Kota Bandung. Bahkan, bila kereta api cepat Bandung-Jakarta selesai, akan membuat dua kota ini tidak ada jarak lagi, yang membuat Bandung menjadi kota megapolitan. “Ini sebuah potensi pasar baru, sekarang bagaimana kita menyambut wacana pemerintah menjadikan Jakarta-Bandung sebagai kota megapolitan,” ujar Agung.

Ditambah lagi hadirnya bandara internasional Kertajati yang akan dioperasikan tahun 2018 bakal mendongkrak kunjungan wisawatan asing ke Bandung. Dengan bandara Kertajati akan lebih banyak wisatawan mancanegara singgah ke Bandung. Artinya, bakal ada capital inflow baru yang bakal masuk ke Bandung dari kunjungan wisatawan asing. Satu lagi yang tidak bisa diabaikan adalah Kota Bandung sendiri yang semakin padat karena pertumbuhan kota yang pesat. Akibatnya, kemacetan dan polusi di Kota Bandung yang makin parah. “Ini mendorong orang Bandung sendiri perlu tempat yang lebih baik. Bandung Selatan menjadi pilihan untuk tempat tinggal,” ujar Agung.

Rumah Danau

Dengan luas lahan 100 hektar, rencananya akan dibangun sekitar 3 ribu landed dengan berbagai tipe. Suasana lingkungan yang nyaman tentu menjadi perhatian APL. Untuk itu sekitar 50 persen dari lahan yang ada akan menjadi kawasan hijau, danau dan area terbuka. Ini dimaksudkan agar lingkungan Podomoro Park tampak lega. Maklum, biasanya pengembang hanya menyediakan 40 persen untuk lahan hijau. Untuk area komersial di Podomoro Park akan tersedia lahan 10 hektar.

   

Segmen yang disasar adalah menengah dan mengah atas. “Kami masih mengakomodir segmen menengah dengan membangun unit yang kecil dengan harga terjangkau,” ujar Agung. Tipe terkecil ukuran 6x15 dengan range harga Rp1,3 miliar hingga Rp1,4 miliar. “Tidak perlu kaget dengan harga ini untuk Bandung  karena di sekitar Podomoro Park harganya juga sudah tinggi-tinggi,” lanjutnya. 

Salah satu daya tarik dari Podomoro Park adalah adanya danau buatan. Danau yang fungsinya untuk rekreasi dan penampungan air hujan ini lebar kanalnya bisa sampai 30 meter. Di pinggir danau tersedia jogging track yang tersambung, jembatan. Di titik-titik tertentu disiapkan spot seperti gazebo dan bench untuk tempat istirahat setelah jogging. Akan ada fasilitas lain semacam dermaga untuk kano, area komersial semacam restoran di tengah danau. Fasilitas danau ini tentu tidak dilewatkan begitu saja. Pihak pengembang membangun rumah yang langsung terakses ke danau yang disebut Rumah Danau. “Kami membangun Rumah Danau. Artinya, rumah tersebut punya akses langsung ke danau,” ujar Agung.

Rumah Danau ini masuk kelas preimum  dengan tipe terbesar 9x22, range harga mulai dari Rp3,6 miliar sampai Rp3,8 miliar. Bahkan, untuk Rumah Danau yang berada di hook dengan harga hampir Rp6 miliar terserap pasar.  Rencananya ada tiga tahap pengembangan Podomoro Park dengan total pengembangan selama 10 tahun. Untuk pengembangan tahap pertama kemungkinan sekitar 1000 unit landed.  “Pengembangan kami disebutnya integrated landed housing yang cukup massif karena sekalipun 100 hektar tapi punya fasilitas sendiri, area komersial sendiri,” ujar Agung. [Hendaru]