×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Ary dan Harapannya pada Kompetisi Konstruksi LafargeHolcim Awards

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Penghargaan berbasis desain konstruksi berkelanjutan untuk kota dan lingkungan kembali digelar oleh LafargeHolcim Foundation for Sustainable Construction. Ary Indra, pemenang ketiga Holcim Awards National Competition 2015 untuk Kategori Utama pun mengungkapkan sejumlah harapan besarnya.

“Ajang ini sangat menarik untuk mengedepankan karya yang mungkin sederhana, tapi sebenarnya punya dampak luar biasa secara positif terhadap konteksnya,” ujar Principal Architect Aboday kepada Property and The City, beberapa waktu lalu.

[Baca: Dibuka! Sayembara Bangun Kota dan Lingkungan Berhadiah $2 Juta]

Sebagaimana diketahui, ajang penghargaan yang sebelumnya dikenal dengan Holcim Awards ini kembali akan digelar untuk ke-5 kalinya. Sayembara ini akan membagikan total hadiah sebesar 2 Juta dolar Amerika untuk para arsitektur, desainer, dan juga masyarakat umum yang memiliki konsep membangun sebuah kota dan atau lingkungan.

“Kompetisi ini bertujuan untuk mencari proyek unggulan dari para profesional maupun ide berani dari generasi muda yang menggabungkan konsep konstruksi berkelanjutan dengan keunggulan arsitektur. Kompetisi ini akan menilai ide-ide terbaik untuk mengatasi tantangan saat ini, seperti urbanisasi dan peningkatan kualitas hidup,” ujar Oepoyo Prakoso, Sustainable Development Manager - Holcim Indonesia & LafargeHolcim Awards 5th Cycle Country Coordinator kepada media di Jakarta, Kamis (27/10/2016) lalu.

Ary pun berharap agar kegiatan ini semakin benyak melibatkan peserta, terutama yang berasal dari daerah. Menurutnya, Indonesia yang luas ini memiliki potensi yang sangat besar dalam mendukung pengembangan arsitektur.

“Sayangnya mahasiswa atau arsitek daerah selalu kurang memiliki kesempatan untuk berkompetisi secara bebas dan berada satu level dengan arsitek kota-kota yang selama ini dianggap sebagai pusatnya perputaran industri arsitektur,” kata Ary yang menang melalui karyanya Beranda Jakarta @ Museum Nasional.

[Baca: Arsitek Adalah Profesi, Bukan Sekedar Hobi]

Menurut pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 25 Mei 1971 ini, LafargeHolcim Awards akan memberi pengertian baru bahwa karya arsitektur yang peduli lingkungan tidak hanya berbicara tentang alam, tapi juga manusia, ekonomi dan bahkan keberlanjutan teknologi di dalamnya.

Tidak Oversupply

Ary sendiri memandang positif terhadap berbagai kegiatan kompetisi yang digelar bagi para arsitek Indonesia. “Asal tidak oversupply dan tujuannya jelas,” tegas Ary.

Bahkan lebih bagus lagi, sambungnya, jika sebuah kompetisi dapat memberi penghargaan pada karya yang akan atau sudah terbangun karena sebenarnya esensi arsitektur adalah membangun dan mewujudkan ide.

Melalui sebuah kompetisi yang diselenggarakan, kata Ary, para arsitek dapat belajar berkompetisi dan mengeluarkan ide dengan efisien dan obyektif yang tajam. “Sebuah kompetisi juga tentunya dapat membantu para calon arsitek untuk menterjemahkan keinginannya menjadi ide dengan clarity yang jelas,” terang Ary.

Meski demikian bagi Ary, dengan semakin banyaknya seorang arsitek mengikuti sebuah kompetisi juga belum tentu dapat menambah kemampuannya dalam berkarya.

“Kompetisi ide tentunya akan berbeda bobotnya dengan kompetisi yang memberi penghargaan pada karya yang terbangun. Dan kemampuan arsitek dalam berkarya biasanya meningkat kalau semakin banyak karyanya yang diwujudkan, bukan sekadar dalam tataran ide,” pungkas Ary.

Pendaftaran LafargeHolcim Awards telah dibuka sejak 4 Juli 2016 dan akan berakhir pada 21 Maret 2017. Kompetisi ini dibagi dalam lima wilayah geografis, masing-masing wilayah akan dinilai oleh juri dan tim ahli dari wilayah tersebut. Indonesia yang termasuk dalam wilayah Asia Pasifik akan dinilai oleh dewan juri yang diketuai oleh Donald Bates, Chair of Architectural Design dan Profesor dari the University of Melbourne serta Direktur dari LAB Architecture Studio, Australia.

Para pemenang akan diumumkan pada pada pertengahan 2017 dan secara otomatis lolos ke kompetisi LafargeHolcim Awards global pada 2018. [pio]

You have no rights to post comments