Joe Hartanto

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

JOE HARTANTO

MENDULANG EMAS TAMBANG PROPERTY

Joe Hartanto adalah seorang entrepreneur dan investor properti yang mengawali kedua profesinya tersebut dari nol. Joe, begitu panggilan akrabnya, sempat berkali-kali jatuh bangun dalam perjalanan hidupnya. Begitu pula halnya ketika memulai investasi di bidang properti, ia pernah mengalami berbagai kegagalan. Namun, saat ini, ia telah berhasil memiliki porto folio investasi properti yang menghasilkan passive income sehingga aset-aset propertinya saat ini telah bekerja untuknya sebagai mesin uang (cash machine). Sebutan yang juga dipakainya dalam memperkenalkan teknik investasi properti yaitu Property Cash Machine.

Memiliki porto folio investasi properti memang bukan hal yang luar biasa bagi kebanyakan orang yang telah sukses. Namun memulainya kadang sulit. Joe telah menyadari dan membuktikan bahwa semua orang dengan keterbatasan yang ada, bisa berinvestasi properti bila mengetahui inti dari investasi properti itu sendiri tanpa harus mengeluarkan modal banyak, dan bahkan terkadang mendapat tambahan modal untuk mengembangkan usahanya yang lain.

Apa yang membuat Anda memilih bidang properti dalam perjalanan hidup Anda ?

Karena investasi properti sifatnya cenderung pasif, mudah, aman, dan membuat enak tidur ha..ha..ha..

Apa latar belakang ide munculnya Property Cash Machine ?

Karena mempunyai tujuan memiliki passive income yang didapat melalui investasi properti.

Sebelum membuat Property Cash Machine, bidang usaha apa yang Anda geluti ?

Cukup banyak juga...mulai dari trading, sales, sampai pendidikan musik, dan retail.

Siapa yang paling berjasa dalam mencetuskan Property Cash Machine ?

Ibu dan istri saya, serta belajar banyak dari guru-guru saya seperti Robert T. Kiyosaki dan Robert G. Allen.

Sebenarnya apa itu Property Cash Machine ?

Property Cash Machine adalah sebuah sistem membangun kekayaan dan passive income yang awalnya saya praktekan sendiri.

Dan ketika sudah berhasil mempraktekan untuk diri sendiri, kemudian saya memiliki keinginan dan misi lebih jauh untuk membagikan sistem ini dengan mengajarkannya melalui buku dan program training pada masyarakat luas, baik yang bersifat motivasi, inspirasi maupun teknis properti dan sisi finansialnya.

Apakah keunikan Property Cash Machine ?

Di program training investasi properti dengan sistim Property Cash Machine kami mengerti dengan pasti bahwa menguasai hal-hal yang sifatnya teknis sangat penting, tapi memiliki mindset investasi yang benar juga sangat penting dan kedua hal ini kami kombinasikan lagi dengan faktor ke-3 yaitu pentingnya praktek. Jadi di program training investasi properti dengan sistem Property Cash Machine kami bukan hanya sekedar menjelaskan detil hal-hal yang sifatnya teknis saja, tapi juga menyiapkan peserta dengan mindset atau pola pikir yang benar  dan mensinergikan serta menambahkannya dengan berbagai simulasi praktek, diskusi, dan bimbingan kepada para alumni training setelah training selesai dilaksanakan.

Sudah berapa banyak anggota Property Cash Machine ?

Saat ini kurang lebih hampir 2000-an alumni Property Cash Machine di seluruh Indonesia.

Apakah ada hambatan dalam mensosialisasikan Property Cash Machine ?

Hambatan terbesar datang dari diri saya sendiri, karena tipe diri saya awalnya cenderung introvert, tidak banyak bicara, tidak nyaman berada di kerumunan orang banyak dan tidak pandai bicara di hadapan publik.

Apa pengalaman atau kondisi terberat yang pernah Anda alami dalam hidup Anda ?

Saat saya ‘jatuh’, mengalami kegagalan dalam usaha atau bangkrut, saya berusaha untuk bangkit kembali dengan mengelola hal-hal yang awalnya kurang mendukung, menjadi hal-hal yang mendukung saya untuk menjadikan saya pribadi yang lebih baik.

Apa pengalaman yang paling menyenangkan/membahagiakan selama ini ?

Saat pertama kali berhasil melakukan sesuatu yang tadinya saya anggap sulit untuk dilakukan, yaitu membeli properti tanpa keluar modal sendiri, dapat modal, dan malah dapat penghasilan rutin dari properti tersebut.  Dan lebih senang lagi ketika kemudian teman-teman alumni program training Property Cash Machine berhasil juga mengikuti apa yang saya ajarkan yaitu membeli properti tanpa keluar modal sendiri, dapat modal dan malah dapat penghasilan rutin dari properti tersebut.

Siapa saja yang Anda harapkan ikut dalam Property Cash Machine ?

Semua orang yang ingin dan yakin bahwa dirinya layak memiliki penghasilan pasif dari investasi properti, semua orang yang ingin memiliki kehidupan finansial yang lebih baik lagi melalui sistim investasi Property Cash Machine.

Apa yang diharapkan dari terbentuknya sistim Property Cash Machine ?

Semakin menyentuh kehidupan banyak orang di Indonesia, bahkan di luar Indonesia.

Pencapaian yang telah dicapai ?

Berbicara mengenai investasi properti dengan sistim Property Cash Machine ini di mancanegara, seperti Kuwait, Malaysia, Singapura, Hongkong dan kota-kota mancanegara lainnya.

Adakah obsesi Anda yang masih ingin dicapai ?

Rencananya, bersama istri saya tahun 2015 melakukan perjalanan pendakian untuk mencapai Annapurna, di pegunungan Himalaya, Nepal.

Hampir di setiap acara, Anda selalu menggunakan baju kemeja putih, apakah itu warna favorit Anda ? Kenapa ?

Ha..ha..ha..Karena saya ini orangnya simple, apa adanya, jadi supaya mudah, ya udah pilih kemeja putih saja. Kenapa warnanya putih, karena putih itu warna yang jujur apa adanya, kotor sedikit saja sudah terlihat, dan itu mencerminkan kepribadian saya yang selalu tampil apa adanya.

Makanan favorit Anda ?

Saya vegetarian sudah sejak 2001, hampir 14 tahun. Jadi makanan favorit saya ya... buah-buahan, sayur-sayuran, ditambah tahu dan tempe ha..ha..ha.

Apakah hobi Anda ?

Meditasi, membaca, belajar hal-hal baru, olahraga jogging, yoga, bersepeda, naik gunung.

Apakah harapan Anda untuk bisnis properti di tanah air ?

Semua orang Indonesia bisa memiliki properti sebagai sarana investasi.

Hal-hal lain yang ingin disampaikan?

Nasib itu ditangan kita sendiri, mau menjadi baik atau buruk hidup kita, ya kita sendiri yang tentukan.

Rabu, 23 April 2014

You have no rights to post comments