Rina Renville Principal De’stijl Design Consultant

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

MENJAGA KEPERCAYAAN dan KREATIVITAS

Sempat hijrah ke negeri orang, kini terus berkarya dengan kreativitasnya di tanah air.

Merencanakan profesi sesuai passion tentunya mengasyikan. Inilah yang dilakukan Rina Renville, Principal De’stijl Design Consultant. Selepas bangku sekolah menengah atas, ibu dari dua anak ini pun memilih dan akhirnya diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Fakultas Seni dan Desain. Setelah lulus, Rina pun mulai menapaki karirnya di bidang desain interior pada tahun 1996.

Sayang saat sedang menikmati pekerjaan dan mulai meretas mimpinya, Indonesia dilanda krisis moneter. Studio tempatnya bekerja sepi order dan Rina mengaku saat itu sedang asyik-asyiknya berkarya. “Akhirnya saya coba melamar di perusahaan desain interior luar negeri. Akhirnya diterima di Suying Design Pte Ltd, Singapura, dimana saat itu negara tersebut tak terlalu banyak bermasalah akibat krisis moneter yang melanda beberapa negara di Asia,” jelas Rina menerangkan.

Hasil karya itu sifatnya relatif dan memiliki kesulitan yang berbeda-beda dan tetap memperhatikan unsur detail hingga estetikanya. Klien pun bisa puas dengan mengatakan ini ruangan atau rumah yang mencerminkan dirinya.

Setelah beberapa tahun bekerja dan menetap di negeri orang, Rina pun pulang ke tanah air. Dirinya mengaku telah cukup belajar dan menimba pengalaman terkait profesinya dan mulai membuka kantor sendiri. Berawal dari rumah, kini kantornya berada di ruas jalan utama Ibu Kota dengan bendera PT. Destijl Cipta Kreasi. “Sempat kagok juga dan memang harus belajar terus karena semua urusan mulai dari penawaran hingga masalah invoice dan lainnya diurus sendiri. Akhirnya (studio -red) hingga kini terus berkembang,” terang Rina sambil tersenyum.

Rina sadar profesi yang dilakoninya adalah bagian dari pekerjaan jasa. Untuk itu memberikan service lebih ke klien adalah sebuah keharusan karena yang dinilai dan dilihat adalah karya. Dan klien pertama Rina adalah teman dan keluarganya. Dari sinilah portofolionya terus bertambah dan kepercayaan pihak luar pun mulai timbul.

Sebagai penyedia jasa konsultasi dan desain interior, berbagai proyek telah dikerjakannya seperti resort & villa, residential, apartment, office, hospital, café & commercial, exhibition, dan accessories. Beberapa proyek besar antara lain : kantor Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, kantor Angkasa Pura, Hampton Residence, Pertamina Pusat, The Green Ancol, dan masih banyak lagi. Rancangan Karya De’stijl juga ada di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Kemang Medical Care Hospital, yang dikerjakan pada 2008 lalu. Karya ini berhasil ‘menggondol’ dua penghargaan, yakni penghargaan Interior Design of the Year-Commercial Livingetc Indonesia Design Award 2010, dan Asia Pacific Interior Design Awards for Elite “Excellent Award”-Professional Excellence in Interior Design Commerce Category di Beijing China pada 2009.

Selain memberikan hasil maksimal dalam karyanya, Rina juga berargumen bahwa hal penting yang harus dijaga adalah terus mengeksplorasi kreativitas dan bekerja dengan profesional. Terkait kreativitas, Ia selalu mendapat sentuhan selepas travelling. Hal ini penting karena baginya selalu ada hal baru dari tempat-tempat yang belum dikunjunginya. Karena interior itu adalah fungsional dan dapat memenuhi kebutuhan yang harus memiliki daya tarik lebih dan juga up date. “Dalam berkarya kita harus berbeda dari yang lain dan juga harus mampu memberikan tema dari apa yang dikerjakan. Ini akan memberikan kepuasan klien,” imbuhnya.

Untuk itu dirinya selalu ingin menjadi trendsetters karena seorang desainer harus bisa mencetuskan ide baru, contoh paling mudah adalah memanfaatkan ide recycle.  Dan hasil karya itu sifatnya relatif dan memiliki kesulitan yang berbeda-beda dan tetap memeperhatikan unsur detail hingga estetikanya dan klien pun bisa puas dengan mengatakan ini ruangan atau rumah yang mencerminkan dirinya. Dan tentunya juga mampu mengakomodir semua kebutuhan klien, seluruh anggota keluarganya.

Beberapa tahun ini Rina pun mulai memasukan furnitur dalam layanan jasa studionya. Hal ini terinspirasi saat dirinya kerap didaulat menjadi pembicara dan narasumber di berbagai acara skala nasional maupun internasional. Dirinya banyak melihat masyarakat gemar menggunakan produk furnitur impor yang menurut Rina bahan bakunya sebenarnya dari dalam negeri. Ini membuatnya miris. Dengan beberapa teman seprofesinya, Rina kini aktif memproduksi furnitur dengan konten lokal. “Selain bahan baku yang berlimpah, desainer furnitur di Indonesia juga banyak dan karyanya juga berkualitas. Kita melakukan pameran bersama agar masyarakat lebih tertarik dan mengetahuinya,” jelas Rina.

Beberapa furnitur yang telah diproduksinya seperti kursi, meja, dan tempat tidur. Berbagai produk tersebut di produksi dengan menggunakan bahan material lokal seperti kayu dan rotan. Selain untuk memenuhi kebutuhan proyek desain interior yang dikerjakannya, produk furnitur ini pun sudah mulai di ekspor Rina untuk lebih mengenalkan produk Indonesia di mata dunia.

Senin,16/2/2015

You have no rights to post comments