×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Buka Pabrik di Cikande, Saint Gobain Produksi Mortar 180 Ribu Ton

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Pabrik MU-Weber di Cikande, Banten

 

PT Cipta Mortar Utama, salah satu pelopor produk mortar instan di Indonesia resmi mengoperasikan pabriknya yang keempat di Cikande, Banten, pada Febaruari lalu. Sebelumnya, Oktober tahun lalu, pabrik ketiga sudah diluncurkan di Kawasan Industri Medan, dengan kapasitas produksi 170 ribu ton per tahun. Sedangkan pabrik pertama dan kedua berada di Cibitung, Bekasi yang dibangun pada 1996 dan Gresik, Jawa Timur pada 2008 lalu.

“Pabrik keempat di Kawasan Industri Cikande ini memiliki kapasitas produksi 180 ribu ton per tahun,” ujar Presiden Direktur PT Cipta Mortar Utama, Jose Martos kepada media di Jakarta Selatan, Senin (19/3/2018).

Adapun pabrik di Cikande ini dibangun di lahan seluas 5 hektar dengan nilai investasi pembangunan sekitar 8 juta Euro.

“Kami akan terus meningkatkan kapasitas produksi kami dengan produk-produk berkualitas dan ramah lingkungan. Tantunya berharap akan membuka pabrik berikutnya di tahun 2020 mendatang di beberapa kota besar di Indonesia,” tambah Jose.

Menurut Jose, pasar Indonesia masih sangat potensial untuk pemasaran produk mortar instan. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah peminat dan keinginan masyarakat yang beralih menggunakan mortar instan dari semen konvensional.

“Mortar baru masuk di Indonesia sekitar tahun 1996 sehingga belum banyak masyarakat Indonesia yang tahu keunggulan dan kelebihannya. Banyak yang masih menggunakan pola lama, masih mencampur semen dan pasir,” kata dia.

Senada dikatakan Anton Ginting, Direktur Nasional Mu-Weber, penetrasi mortar instan di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara tetangga, seperti di Singapura atau Thailand. Padahal, kata dia, mortar instan lebih unggul dan efisien jika diaplikasikan dalam pembangunan gedung atau rumah.

Mortar instan, lanjut Anton, berbahan pasir, semen, filler atau bahan pengisi, serta aditif sebagai material tambahan yang diproses menggunakan teknologi modern. Keempat pabrikan mortar di Indonesia menggunakan 98 persen kandungan bahan lokal dan semuanya dipasarkan di dalam negeri.

“Sehingga mereka (masyarakat-red) mulai beralih dari campur pasir dengan semen di proyek dengan satu produk yang sudah ready dan unggul benefitnya, baik dari sisi productivity, quality, dan environment. Jadi mortar lebih praktis, efisien, anggaran juga lebih terkontrol, dan tentunya punya kualitas yang lebih baik,” papar Anton.

PT Cipta Mortar Utama merupakan perusahaan nasional terbesar dan pertama yang memproduksi semen instan siap pakai (premixed mortar) dengan menggunakan teknologi modern. Produk semen instan tersebut dikenal dengan merek Mortar Utama (MU).

Sejak Juni 2011, PT Cipta Mortar Utama menjadi bagian dari komunitas global Saint Gobain Group melalui anak perusahaannya, Weber. Saint Gobain Group merupkan korporasi internasional asal Perancis yang telah berdiri lebih dari 350 tahun. [Pius Klobor]