Setelah Ngetop di Furnitur, Olympic Mulai Garap Properti “CBD”

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Ground Breaking: Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Au Bintoro melakukan seremoni peletakkan batu pertama dimulainya pembangunan Olympic City Bogor, Rabu (29/11/2017) / Foto: Pius

 

Fase pertama Olympic City menelan dana investasi sebesar Rp4,9 triliun. Saat ini sedang dipasarkan 130 unit rumah tapak di klaster Pine Garden.

“Pic, Pic, Olympic”. Jargon iklan ini sudah melekat erat di benak masyarakat Indonesia sejak tahun 1990-an hingga saat ini. Anda tentu masih ingat bukan?

Iklan produk furnitur merek Olympic yang terdengar sederhana namun berhasil melambungkan nama perusahaan tersebut. Olympic yang didirkan oleh Au Bintoro sejak 1982 ini adalah pelopor produk furnitur bongkar pasang alias knock down di Indonesia.

Bisnisnya dimulai dari Bogor, kemudian ke Sumatera, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan terus menyebar seantero Nusantara. Bahkan hingga kini Olympic telah memiliki 23 pabrik yang tersebar di beberapa provinsi besar.

BACA: Desember 2017, Olympic Residence Sentul Tutup Atap

Sejalan dengan bisnis furnitur dan interior yang terus meningkat itu, Au Bintoro kembali mempelopori Olympic Development untuk mulai mengembangkan bisnis properti, yang diawali di wilayah Sentul.

Lahan seluas 125 hektar di Sentul, disulapnya menjadi kawasan industri Sentul sejak tahun 2000 lalu. Berbagai fasilitas dan properti di Kawasan Industri Sentul telah selesai dibangun dan habis terjual. Diantaranya adalah Condotel Olympic, Hotel Olympic Renotel, Olympic Residence, Olympic Office Block, Smart Warehouse, dan berbagai fasilitas lainnya.


CBD Bogor
Selepas di Sentul, sejak 2015 lalu Olympic Development kembali melirik potensi besar pengembangan properti di Kota Bogor. Ekspansi bisnis properti di dalam kota hujan dengan sejumlah keunggulannya tersebut, kian serius digarap.

Namun kali ini bukan sebagai kawasan industri, melainkan sebagai ‘kota’ terintegrasi (mixed-use) yang memadukan antara hunian, pusat bisnis dan gaya hidup.

“Olympic tidak meninggalkan bisnis lama, tapi rambah bisnis ke industri properti. Kali ini kami hadir khusus di Kota Bogor sebagai kawasan mixed-use yang terdiri dari hunian vertikal dan landed, mall, pusat kuliner, dan fasilitas kota lainnya,” ujar Founder Olympic Development, Au Bintoro di sela acara ground breaking Olympic City di Cibuluh, Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (29/11/2017).

Olympic City akan dikembangkan sebagai Central Business District (CBD) baru di Kota Bogor dengan area seluas 30 hektar. Letaknya yang strategis di simpang Jalan Raya Bogor dan Jalan Tol Lingkar Luas Bogor semakin meningkatkan value kawasan ini.

Tidak hanya itu, kawasan perumahan ini juga ditunjang akses Jalan Tol Jagorawi, Commuter line, kemudian rencana Stasiun LRT yang hanya berjarak sekitar 5 menit. Menuju Stasiun KRL Commuter Line pun hanya sekira 10 menit dan ditopang dengan shuttle bus dan Bus Trans Olympic.

Untuk segera mewujudkan kawasan CBD tersebut, Olympic City telah menyepakati kerjasama MoU dengan kontraktor berpengelaman asal Tiongkok, China Construction Third Engineering Bureau co, LTD.

Au Bintoro berharap agar kawasan ini segera terwujud sebagai kawasan pemukiman modern yang terintegrasi dengan kawasan bisnis dan komersial yang terbaik di Kota Bogor.

“Dalam kurun waktu 7-10 tahun diharapkan proyek ini akan selesai, sehingga Olympic City akan menjadi kota modern di Kota Bogor,” kata Au Bintoro.

Selain hunian dan kawasan komersial, lanjut dia, Olympic City juga bakal dilengkapi dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, termasuk perkantoran.

Fase pertama, pengembang menyiapkan modal investasi sebesar Rp4,9 triliun untuk membangun hunian termasuk pusat perbelanjaan.


DP 0 Persen

Imelda Fransisca, CEO Olympic Development (Foto: Pius)

Pada tahap awal pembangunan kota modern Olympic, pengembang memberikan sejumlah keringanan berupa promo uang muka atau down payment (DP) 0 persen. Promo atas kerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor tersebut berlangsung hingga akhir tahun 2017, namun hanya berlaku bagi warga ber-KTP Bogor.

“DP 0 Persen ini diberikan bertepatan dengan Hari Bangkit Olympic yang ke-39, sebagai bentuk apresiasi dan wujud terimakasih kami terhadap warga Kota Bogor,” kata CEO Olympic City, Imelda Fransisca.

Adapun saat ini tengah dipasarkan klaster pertama Pine Garden sebanyak 130 unit yang terdiri dari beberapa tipe landed, yakni 57/72, 65/84, 74/106, dan 79/106. Rumah tapak dua lantai tersebut dipasarkan mulai dari Rp700-an juta dengan booking fee sebesar Rp10 juta.

Menurut Miss Indonesia tahun 2005 ini, animo masyarakat cukup tinggi menyambut kehadiran produk yang ditawarkan Olympic Development.

“Sebetulnya tahap awal saya cuma buka sebanyak 29 unit untuk tes pasar. Tapi animo luar biasa, sehingga kami akan melihat kembali,” tambah Imelda.

Imelda menargetkan penjualan Pine Garden akan rampung di kuartal II tahun depan. [Pius Klobor]