67 Tahun BTN, Optimis Bertahan Penguasa Pasar KPR

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tetap optimis akan bertahan sebagai penguasa pasar kredit pemilikan rumah (KPR). Hal itu dikatakan Direktur Utama Bank BTN, Maryono di sela perayaan hari jadi Bank BTN ke-67 tahun di Menara BTN, Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Program Sejuta Rumah, sebut Maryono, masih menjadi perhatian utama Bank BTN, dengan pangsa pasar KPR nasional sebesar 32% dan KPR subsidi mencapai 96%.

"Perseroan optimistis bisa bertahan menjadi penguasa pasar KPR di Indonesia," kata Maryono.

[Baca: Maryono Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN)]

Untuk mencapai hal tersebut, perseroan akan terus fokus melakukan transformasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik bagi nasabahnya dan mengakselerasi kinerja bisnis perseroan.

Adapun, proses transformasi secara bertahap telah sukses dilalui Bank BTN. Pada transformasi tahap pertama, yaitu survival periods, Bank BTN memantapkan posisinya sebagai pemimpin pasar kredit perumahan. Pada transformasi tahap kedua, yang dimulai sejak tahun 2015 lalu hingga tahun 2020, bank dengan kode saham BBTN ini bergerak ke arah digital banking.

Tranformasi yang telah dirintis manajemen Bank BTN terbukti membawa bank yang dulu bernama Bank Tabungan Pos ini terus menanjak. Dalam 10 tahun terakhir, laba dan aset Bank BTN rata-rata naik 21%, kemudian pertumbuhan kredit juga tumbuh rata-rata 24% dalam 10 tahun terakhir.

Pencapaian positif selama satu dekade terakhir akan terus dipertahankan Bank BTN. Tahun ini, Bank BTN menargetkan pertumbuhan kredit bisa naik 21%, kemudian Dana Pihak Ketiga (DPK) diharapkan bisa dikerek hingga naik 22% dibandingkan tahun lalu.

Inovasi

Tidak berhenti di situ. Persaingan antar bank pun kiat ketat. Inovasi mengikuti kemajuan era digital pun dilakukan dengan hadirnya beberapa program dan produk baru. BTN juga terus berbenah untuk menarik nasabah.

Saat ini pun, Bank BTN menyasar semua segmen, termasuk angkatan usia kerja yang produktif dan melek teknologi. Alhasil, digital banking menjadi salah satu prioritas untuk menjemput para calon nasabah.

"Dari sisi bisnis, kami terus meningkatkan pelayanan perbankan dengan mengakselerasi tahapan transformasi kami di era digital, salah satunya dengan terus menambah Smart Branch,” jelas Maryono.

Pembukaan Smart Branch merupakan salah satu langkah Bank BTN untuk menyelaraskan transformasi bisnis ke arah digital banking. Selama ini, cakupan transformasi yang telah dilakukan Bank BTN meliputi produk, proses bisnis, hingga pembentukan budaya organisasi.

Sementara itu, setelah sukses dengan uji coba empat gerai digital sejak akhir 2015 lalu, Bank BTN  akan menambah sekitar 60 Smart Branch yang akan disebar di Kantor Cabang Utama, Kantor Cabang, maupun Kantor Kas dalam dua tahun ke depan. Investasi yang dikucurkan akan mencapai lebih dari Rp50 miliar.

"Adanya Smart Branch Bank BTN akan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan yang terpenting memberikan pelayanan yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih mudah bagi nasabah," ujar Maryono.

Adapun Smart Branch Bank BTN dilengkapi beragam layanan untuk memfasiltasi kebutuhan nasabah dalam memeroleh informasi perbankan, melakukan komunikasi, registrasi, pembukaan rekening, transaksi, dan transaksi di luar produk perbankan. [pio]

You have no rights to post comments