×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

Pesan Jokowi di Munas REI: Mari Kerja, Bangun Rumah Untuk Rakyat

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 

Rumah subsidi bagi MBR di Permata Mutiara Maja, Maja, Tangerang // Foto: Pio

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-XV Persatuan Perusahaan Real Estate Indonesia (REI) di Grand Ballroom, Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (29/11/2016). Hadir juga dalam Munas tersebut, antaralain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Seskab Pramono Anung, dan Sesneg Pratikno.

Dihadapan perwakilan DPD REI seluruh Indonesia, Presiden mengingatkan agar para pengusaha dan pengembang properti tetap fokus membangun perumahan untuk masyarakat Indonesia, khsusnya rumah murah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

[Baca: Ternyata, 3,1 Juta Penduduk Indonesia Punya Rumah Lebih dari Satu]

“Mari kita tetap fokus bekerja membangun perumahan untuk rakyat, agar masyarakat kita memiliki tempat tinggal yang layak,” ujar Presiden Jokowi. Ajakan Jokowi ini juga menanggapi berbagai isu politik yang akhir-akhir ini tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

“Kemana-mana saya selalu ditanya soal politik. Tapi marilah kita tetap fokus bekerja,” tegas Jokowi.

Kembali kepada anggota REI, Jokowi berpesan agar terus bekerja membangun perumahan untuk mengejar ketertinggalan backlog perumahan yang saat ini sebesar 11 juta.

Perizinan

Pentingnya sektor properti bagi ekonomi Indonesia, Jokowi mengatakan bahwa pemerintah juga terus berperan aktif dalam mendorong sektor ini melalui berbagai kebijakan yang ada. Terutama dalam Paket Kebijakan Ekonomi ke-13, sebut Presiden, adalah dalam upaya untuk mendorong percepatan pembangunan perumahan bagi MBR.

“Memang masih ada yang perlu diperbaiki lagi. Semua perizinan sudah kita potong-potong, yang dulunya sekitar 33 proses perizinan, sekarang hanya 11 izin,” kata Jokowi.

[Baca: Presiden Jokowi Percepat Pembangunan Infrastruktur di Indonesia]

Dari waktu proses perizinan tersebut, sambung Jokowi juga terpangkas signifikan. Kata dia, dahulunya untuk sebuah perizinan bisa memcapai 900 hari, tapi saat ini hanya sekitar 40 hari saja. “Tapi kalau dalam pelaksanaannya masih ada persoalan, silahkan sampaikan pada kami,” ujarnya.

“Jadi saya tegaskan kembali, rumah untuk MBR, bukan yang lain. Jangan sampai ini ditinggalkan,” tegas Presiden.

REI sendiri telah berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan perumahan bagi MBR. Bahkan sekitar 80 persen anggota REI merupakan pengembang perumahan untuk MBR. [pio]

You have no rights to post comments